Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 13-03-2015 | 21:47:37
By : ERMINOLD MANEHAT
Theme : “BUKAN UNTUK MENGHAKIMI TETAPI MENYELAMATAKAN”

Yoh 3:14-21, Minggu, 15 Maret 2015

Segala sesuatu ada dalam proses menjadi; ada potensi untuk berubah jadi yang jauh lebih baik atau berjalan surut. Untuk itu semua potensi yang di miliki mesti dimanfaatkan dan kita perlu membuka diri belajar dari sesama, dunia sekitar kita. Walau demikian, perubahan sulit kita saksikan. Kita lebih banyak buang waktu bicara tentang perubahan ketimbang mencari jalan bagaimana bisa berubah. Sudah banyak hari kita lewati dengan pantang dan puasa. Adakah perubahan dalam hidup kita karena aksi ini? Belum. Yang berubah adalah ritualnya tapi orang-nya tetap tidak berubah. Di sini yang perlu dirubah adalah mental kita; kesediaan untuk berubah perlu dibangun, pantang dan puasa hanyalah sarana. Yang menentukan adalah mental dan motivasi kita. Program boleh brilian tapi bila kita enggan berubah, perubahan tidak mungkin. Motivasi yang murni, mental yang teruji memungkinkan perubahan untuk itu rubahlah mental anda.

Puasa kita memasuki minggu keempat-moment untuk berubah. Apakah sudah ada perubahan dalam hidup dan relasi kita? Belum. Hari-hari puasa yang sudah kita lewati telah menjadi masa lampau tapi hidup kita belum beranjak dari masa lalu, yang berubah bobot badan kita bukan ruang hati kita. Bila kita menghendaki perubahan dan ingin menyaksikan perubahan kita mesti melihat setiap peristiwa dalam hidup kita sebagai satu titik balik, moment of change-moment of grace. Setiap saat sebenarnya merupakan kesempatan untuk berubah, peluang untuk menyaksikan perubahan. Dan Tuhan punya aneka cara membuat kita berubah. Dalam percakapan dengan Nikodemus, Yesus menegaskan bahwa yang akan menyaksikan perubahan dan beroleh hidup kekal adalah mere-ka yang percaya kepadaNya. Tapi percaya saja tidak cukup. Yang percaya padaNya mesti punya kerelaan dan semangat berkorban; kadang harus siap berkorban demi kebaikan orang lain, kehadirannya harus meringankan beban sesama, siap menggantungkan ular-ular beracun dalam dirinya pada salib. Seperti Kristus, mereka mesti hadir bukan sebagai hakim tapi sebagai penyelamat-jembatan yang mempersatukan segala perbedaan, lewat hidup, kata dan tindakan; apa yang dikatakan itulah yang dihidupi, apa yang dihidupi itulah yang mesti dikatakan. Percaya kepadaNya dan siap jadi penyelamat; mereka mesti mencintai terang, ambil bagian dalam hidup sang Terang; menjadikan hidup dan misi Yesus hidup dan misi kita-menjadi jalan, kebenaran dan hidup; menghartar orang kepada keselamatan, keluar dari kegelapan, kebenaran yang benar-hidup apa adanya, di mana kita hadir di sana mereka yang kehilangan semangat hidup diberi jiwa baru. Apa artinya pantang dan puasa bila kita tidak dapat merasakan apa yang sedang dirasakan sesama. Apa artinya tidak makan daging bila kata-kata kotor dan cacian masih terus lancar mengalir dari mulut kita. Apa artinya mengikuti jalan salib setiap hari Jumat bila kehadiran kita bukannya mengurangi beban hidup sesama tetapi justeru menjadi beban bagi mere-ka yang sudah menderita. Kalau kita percaya dan kepercayaan kita diekspresikan lewat hidup dan karya kita berarti penderitaan dan kesengsaraan Kristus di salib tidak sia-sia dan masa puasa yang kita jalani punya arti karena kesempatan ini kita gunakan untuk merubah pola hidup dan relasi kita dengan sesama; meninggalkan kegelapan.

“Perubahan selalu mungkin” dan kemungkinan ini akan jadi kenyataan bila puasa kita bukan sekedar satu ritual rutin. Kita yakin bahwa dengan berpuasa kita dimungkinkan untuk berubah, keluar dari kegelapan menuju terang. Kalau Allah begitu mengasihi kita, mengapa kita tidak da-pat saling mengasihi secara tulus. Adalah panggilan kita untuk membawa sesama keluar dari kegelapan dan percaya bahwa Tuhan mengasihi kita semua dan bahwa lewat hidup dan karya kita orang lain bisa diselamatkan. Hanya dengan jalan ini masa puasa dapat diartikan, hidup dan relasi kita dengan sesama dapat dibaharui dan dunia dengan sendirinya akan berubah bila kita sungguh berubah.

[ back ]