Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 07-03-2015 | 00:37:03
By : ERMINOLD MANEHAT
Theme : RUBAHLAH SUASANA HATI ANDA

Yoh 2:13-25, Minggu, 8 Maret 2015

Bagi pencinta keindahan semua mesti ditata rapih, menarik, beri kesan khusus. Keapikan, tata ruang yang menarik bisa memberi inspirasi baru, mempengaruhi manusia dan relasinya. Kata Feng Sui (pandangan Cina); tata ruang dan letak isi ruang mempengaruhi penghuninya. Salah dalam meletak-kan benda-benda dalam ruang bisa berakibat fatal bagi pemiliknya. Hidup kitapun bergantung dari rapih tidaknya ruang hati kita. Ruang hati yang ditata rapih pengaruhi penampilan lahiriah kita; yang kita tampilkan muncul dari ke-dalaman, kejernihan hati kita, sederhana tanpa basa-basi. Sebaliknya, hati yang sarat aneka keinginan buat orang kehilangan fokus dan orientasi hidup. Akibatnya relasinya dengan yang lainpun turut dipengaruhi. Hatinya ibarat sebuah ruang dengan tumpukan aneka barang tanpa klasifikasi yang jelas.

Kita sudah memasuki minggu ke-3 masa puasa, saat berahmat buat kita untuk melihat kembali seluruh perjalanan hidup kita sebagai orang-orang beriman dan anggota masyarakat, satu kesempatan emas untuk merubah kisah hidup dan relasi kita menjadi jauh lebih baik. Hari ini kepada kita didengarkan kembali kesepuluh perintah Allah - kesempatan buat kita untuk bercermin diri dan melihat sudah sejauh mana perintah-perintah ini menjadi bagian dari hidup kita. Lalu kita juga diingatkan agar tidak menjadi batu sandungan bagi sesama melainkan menjadi jembatan rahmat bagi mereka, agen-agen peru-bahan. Dan yang menjadi kunci adalah hati kita sehingga kisah Yesus beraksi membersihkan Bait Allah; bukan dari renda-renda rajutan laba-laba/dari debu yang dibawa angin musim tapi dari penyalahgunaan tempat doa ini sebagai tempat berdagang, menjadi menarik. Di sini, kita perlu merenung; sudah sejauh mana rumah doa kita digunakan untuk membangun relasi kita dengan Tuhan, diri sendiri, sesama dan alam; masihkah tempat-tempat doa kita difungsikan sesuai dengan tujuannya? Selain itu, kita perlu lihat ke dalam diri dan sadar bahwa diri kita satu rumah doa; dari dan ke mana doa-doa kita bermuara. Diri, hati kita menentukan segala. Hati yang baik melahirkan pribadi yang baik, pribadi yang baik memberi yang baik demi kebaikan diri dan sesama. Dan kebaikan ini akan menempatkan rumah doa pada tempat dan fung-sinya yang sebenarnya dan kita akan melakukan apa yang mesti kita lakukan. Kisah ini mestinya mendorong kita untuk melihat kembali sudah sejauh mana kehadiran rumah-rumah doa kita, hati kita berperan merubah ceritera hidup ini ke arah yang lebih baik. ‘Apakah kita juga butuh kehadiran Yesus untuk membersihkan dan mengembalikan fungsi rumah-rumah ibadat kita, peran hati kita dalam hidup?’ Seandainya Dia hadir saat ini, mungkin tindakan yang sama akan Dia lakukan. Disadari atau tidak rumah-rumah doa kita telah berubah menjadi ruang pameran, tempat dipertajamnya perbedaan dan kesempatan menunjukkan bahwa kita memang berbeda dari sesama di samping kita. Hati kita yang mestinya dipenuhi rasa cinta yang mempersatukan telah berubah jadi ladang tumbuh rasa-rasa yang menceraiberaikan. Inilah yang membuat agama kita kehilangan daya tarik, hidup keagamaan kita dipertanyakan dan kehadiran kita kehilangan pesona. Mengembalikan semuanya pada tempat dan fungsinya yang sebenarnya, hanya satu jalan yang mesti kita lakukan; bersihkan dan baharui ruang hati kita. Bila hati telah kembali jadi tempat kasih bersemi dan rumah doa telah kembali jadi rumah di mana segala perbedaan dipersatukan, hidup ini akan lebih mudah dijalani, banyak soal hidup ini dapat kita hindari.

Allah menciptakan semuanya baik, Dia mau kita jadi orang-orang baik, untuk itu kepada kita diberikan HukumNya. Cara hidup kita telah merubah segalanya, rumah doa jadi ajang pamer, hati jadi ladang tumbuh rasa yang merusak. Semua ini menjauhkan kita dari impian kita. Hari ini, kita disadarkan, diundang untuk mengembalikan semuanya pada tempatnya. Kitapun mesti merasa terpanggil untuk merubah kisah hidup ini. Diri kita mesti menjadi sarana perpanjangan kasih Allah bukannya penjara rahmat Allah. Kita masih punya waktu untuk berbenah diri. Mari kita tata kembali ruang hati kita. Amin

[ back ]