Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 02-03-2015 | 21:32:25
By : ERMINOLD MANEHAT
Theme : JANGAN MENGHAKIMI

Luk 6:36-38,Senin,2Maret 2015

Kata orang; normalnya perkembangan transportasi berbanding sejajar dengan perkembangan perkotaan dalam arti semakin berkembangnya situasi perkotaan mestinya semakin mudah komunikasi dan transportasi antar wilayah dan daerah, semakin berkurang wilayah-wilayah yang terisolasi. Di sisi lain perkembangan ini juga mempengaruh pesatnya arus lalu lintas; tidak sedikit jembatan layang yang dibuat bagi para pejalan kaki dan muncul begitu banyak rambu lalu lintas di sepanjang ruas jalan untuk menghindari jatuhnya korban yang tidak perlu. Pernahkah anda meluangkan waktu untuk menghitung berapa banyak rambu lalu lintas yang dipasang sepanjang jalan yang anda lalui? Kehadiran mereka di tempat-tempat tertentu punya makna tertentu pula bukan sekedar penghias jalan. Tanda-tanda itu dipasang untuk menjaga keselamatan para pejalan kaki maupun para pengendara. Begitu seringnya terjadi kecelakaan karena kehadiran mereka diabaikan, makna yang diwakilinya disepelekan. Hal ini boleh jadi karena kita tidak tahu atau lebih sering tidak mau tahu. Kita lebih mementingkan hak kita ketimbang menahan diri dan melihat apa yang wajib kita jalankan dalam situasi tertentu. Alhasil, kita jadi korban atau mengorbankan orang lain. Bila setiap kita tahu apa hak dan kewajiban kita, kecelakaan dapat dihindari dan korban tidak perlu berjatuhan. Tetapi apa ini mungkin?

Hari-hari puasa sedang kita jalani. Kesempatan berbenah diri, saat berahmat untuk membaharui relasi kita dengan Tuhan dan sesama. Hari-hari tobat ini mestinya kita gunakan untuk meningkatkan kesadaran bahwa dalam kebersamaan kehadiran kita mesti member warna yang khas bagi diri sendiri maupun bagi kebersamaan itu. Untuk itu di samping ada banyak rambu lalu lintas, ada pula tidak sedikit rambu kehidupan yang membantu kita untuk bisa menempatkan diri secara tepat dalam kebersamaan. Sadarkah kita akan kehadiran mereka? “Mengapa ada begitu banyak soal yang tidak terselesaikan dan tidak kurang masalah yang mesti kita hadapi dalam hidup yang tidak kekal ini? Ada seribu satu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini dan sudah tentu anda punya jawaban sendiri untuknya. Satu hal yang pasti, yang dapat menjadi wakil seluruh jawaban yang dapat saya berikan pada kesempatan ini adalah karena kita belum serius mengindahkan rambu-rambu kehidupan yang ada dalam kebersamaan kita.Karena itu kita diminta untuk menjalankan apa yang harus kita jalankan dalam kebersamaan dengan sepenuh hati. Ada banyak contoh kecil untuk menjawabi kenyataan ini. Dalam kebersamaan kita lebih suka dan gampang menerima tetapi penuh perhitungan dalam memberi. Hal ini sederhana tetapi dampaknya tidak sesederhana yang kita bayangkan. Di sini ketidakadilan menjadi muara tindakan kita. Kalau kita suka menerima, kita juga mesti terbuka untuk memberi agar yang mengumpulkan banyak tidak berkelimpahan dan yang mengumpulkan sedikit tidak berkekurangan. Dan kebaikan bukan sepotong roti yang habis dibagi; kebaikan yang dibagi akan menjadi sumber air yang tak pernah kering walaupun 1001 tangan menimbah darinya. Dan kebaikan yang kita lakukan akan membuat kita tetap hidup setiap saat kebaikan kita dibicarakan orang. Selain itu kita begitu gampang menghakimi, menghukum sesame tetapi penuh pertimbangan mempersalahkan diri sendiri. Melihat/mengeritik kesalahan sesama adalah satu kewajiban kehidupan bersama tetapi akan jauh lebih baik bila kita mencari jalan bagaimana membantu sesama mengatasi kekeurangan dan kelemahan mereka. Begitu sering terjadi, kita membicarakan kekurangan orang lain tetapi pada saat yang sama kita sendiri sedang melakukan hal yang tidak jauh berbeda dari mereka yang menjadi topik pembicaraan kita. Ingat di saat anda membicarakan kekurangan orang lain, di saat yang sama anda sebenarnya sedang mewartakan kepada orang lain siapa sebenarnya anda. Debu di mata sesama lebih besar dari pada balok di mata kita. Hal ini tidak berarti kita harus membiarkan orang lain berbuat salah, kita perlu menunjukkan kesalahan tetapi kita tidak boleh lupa memberi jalan keluar. Kesalahan sesama bukanlah akhir riwayat hidupnya. Kalau kita hanya memperhatikan kesalahan mereka, kebaikan mereka akan kita lupakan. Tetapi bila kita mengingat bahwa pada diri mereka masih ada kebaikan, kita akan selalu memberi mereka kesempatan untuk bisa berubah. Saudara, keluarkan balok yang ada di mata anda sebelum mengorek serpihan di mata sesama. Kita diciptakan dan dipanggil untuk menjadi contoh bagi sesama bagaimana hidup yang sungguh hidup tetapi bukan menjadi standar untuk mengukur kehidupan sesama. Kita semua sama memiliki keunggulan dan titik-titik lemah walaupun dalam kadar dan tingkatan yang tidak sama.

Sebagai orang-orang beriman yang hidup dalam kebersamaan, kita dipanggil untuk membantu sesama sedapat mungkin keluar dari kesulitan mereka. Kita tidak diangkat untuk mempersulit mereka yang sedang mengalami masa-masa sulit, kita justeru diutus ke dalam kebersamaan untuk memberi warna baru bagi mereka yang ada dalam kebersamaan itu-mengeritik, menghakimi dan mengevaluasi sesama lewat cara hidup kita sendiri. Lebih jauh dari itu kita bukanlah alat ukur kehidupan orang lain. Rambu-ram

[ back ]