Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 10-08-2011 | 21:50:18
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : “SEANDAINYA KAMU MENGASIHI AKU”
Yoh 14:21-26,Senin, 23 Mei 2011

Kita semua punya impian dan impian ini sering terungkap lewat pengandaian-pengandaian, “seandainya saya punya sayap, saya mau terbang ke mana saja”, “seandainya kamu hadir di sini, situasinya tidak seperti sekarang ini”, seandainya saya punya banyak uang, saya bisa beli apa saja yang saya mau”, “seandainya kamu mendengarkan nasehatnya, ceriteranya pasti lain”. Dari kalimat-kalimat ini, kita dapat menyimak bahwa peng-andaian bisa saja berhubungan dengan apa yang sudah terjadi, tetapi bisa juga punya relasi dengan apa yang akan kita kerjakan di mana datang. Dia bisa hadir sebagai satu bentuk penyesalan atas kegagalan yang sudah terjadi, bisa juga tampil sebagai harapan dan kiat untuk meraih apa yang kita impikan. Kita tidak hidup dari pengandaian-pengandaian yang kita buat tetapi kita juga butuh pengandaian sebagai motivator, jiwa yang dapat menggerakkan langkah kita untuk mewujudkan apa yang kita impikan, membuat hidup ini menjadi baik atau lebih dari yang sudah baik. Sebagai awasan, pengandaian mengajarkan kita untuk berhati-hati dalam bertindak awas dalam berkata dan jeli dalam menempatkan diri, belajar dari masa lalu untuk tidak mengulang kesalahan yang sama atau mendorong kita untuk tidak hanya bermimpi tetapi mau berusaha keras mewujudkan mimpi kita menjadi kenyataan, membuktikan bahwa yang kita impikan bukan satu hal yang mustahil untuk diberi bentuk yang nyata. Di satu sisi, kehadirannya membuka mata kita untuk menyadari dan memanfaatkan semua potensi yang ada pada kita demi merubah ceritera hidup ini, di sisi lain pengandaian itu membantu kita untuk melihat berbagai kemungkinan menghindari adanya soal yang tidak perlu dalam hidup kita. Lebih dari itu kehadirannya memperjelas orientasi hidup kita dan membantu kita untuk mengartikan kehadiran kita dalam kebersamaan.

Kita sudah banyak bicara tentang Paska sebagai pesta perubahan, satu perayaan yang menghantar, memberi kita peluang untuk membaharui hidup dan relasi kita dengan Tuhan dan sesama, satu perayaan yang menjadi inspirasi untuk mengubah pengandaian kita menjadi satu kenyataan, dalam arti kita dimungkinkan untuk mewujudkan pengandaian-pengandaian kita yang bernilai positif. Karena itu di tengah perjalanan menuju satu hidup baru, membaharui relasi hidup dengan Tuhan dan sesama, hari ini kita diundang untuk ikut ambil bagian dalam perjamuan perpisahan antara Yesus dan para muridNya. Mengetahui cuaca hati para muridNya, Yesus meminta agar mereka tidak gelisah dan tetap percaya kepadaNya. Di sini kegelisahan dan kepercayaan dipertentangkan. Kege-lisahan bisa mengakibatkan orang sangsi, ragu-ragu dan tidak percaya atau hilang rasa percaya; percaya diri ataupun percaya terhadap orang lain. Bila mereka sampai tidak percaya-kehilangan kepercayaan berarti kehadiranNya di antara mereka tidak berarti. Sebaliknya bila mereka percaya, kegelisahan tidak akan menjadi batu sandungan dan di sana kehadiranNya memberi warna yang khas. Untuk itu, Yesus menyampaikan satu pengan-daian yang dapat menumbuhkan rasa saling percaya di antara mereka dan mengikis kegelisahan yang sedang bertamu di ruang hati mereka. Semuanya ini akan menjadi kenyataan ‘seandainya mereka mengasihi Dia”. Rasa kasih yang memenuhi ruang hati mereka, saling mengasihi di antara mereka dan kasih mereka terhadap diriNya sebagai Guru dan Tuhan akan membuat ceritera hidup ini jadi lain. Kasih memungkinkan adanya saling percaya, membuat kehadiran mereka menjadi sumber kegembiraan bagi keber-samaan di mana mereka ada dan mengikis rasa gelisah di ruang hati sesama, di mana kita hadir Dan rasa kasih di antara mereka hanya dapat dibuktikan dan diberi wujud nyata bila mereka mau hidup sesuai dengan sabda yang sudah Yesus sampaikan, membiarkan sabda Yesus menjadi jiwa, mengerakkan roda relasi yang mereka bangun di antara mereka. Seandainya mereka mengasihi Dia dan menghidupi firmanNya, kehadiran mereka akan sungguh membawa damai sejahtera; damai yang mendatangkan kesejahteraan. Sejauh ini hidup kita masih dipenuhi aneka soal, kehadiran kita belum mendatangkan damai sejahtera karena kita belum saling mengasihi secara tulus dan belum menghidupi sabdaNya yang sudah biasa kita dengar.

Kita tidak hidup dari pengandaian tetapi pengandaian dapat membantu kita me-wujudkan apa yang kita impikan dan menjauhkan kita dari banyak soal yang tidak perlu. Di sini pengandaian yang diberikan Yesus mesti kita jadikan cermin untuk mengevaluasi dan menata hidup kita sebagai orang-orang beriman yang sedang mengikuti jejakNya. Rasa apa yang sedang memenuhi ruang hati kita dan sudah sejauh mana kita membiarkan sabdaNya mempengaruhi hidup dan relasi kita dengan sesama? Apakah kehadiran kita sudah mampu mendatangkan damai sejahtera dalam kebersamaan di mana kita ada dan mengais hidup? Bila semuanya ini belum kita temukan dalam hidup kita, inilah saatnya, kita membaharui isi ruang hati kita, membiarkan rasa kasih memenuhi ruang hati kita dan firmanNya menggerakkan langkah kita dalam membangun relasi dengan sesama. Meng-hidupi firmanNya adalah bukti kasih kita kepadaNya dan jalan yang memungkinkan kehadiran kita mendatangkan damai sejahtera.

“Seandainya kita membiarkan ruang hati kita hanya dipenuhi oleh rasa kasih, ceritera hidup ini pasti lain”.
[ back ]