Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 09-08-2011 | 21:42:43
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : “SOAL TEMPAT, JANGAN KUATIR”
Yoh 14:1-6, Jumat, 20 Mei 2011

Berbicara tentang rumah, boleh jadi sekarang anda sedang membayangkan atap rumah anda yang mestti ditambal atau mungkin anda diingatkan akan rumah masa kecil anda yang sudah kehilangan rupa. Rumah, tempat tinggal menjadi masalah banyak orang jaman ini, mungkin juga masalah yang sedang kita hadapi seiring dengan modelnya yang tampil dalam aneka rupa. Karena selain sebagai tempat tinggal, rumah bisa menjadi ekspresi keberadaan orang-orang yang menghuninya. Rumah, tempat di mana hati kita berada tinggal sebuah percikan harapan. Kenyataannya tidak semua hati punya relasi yang erat dengan rumahnya karena mungkin kita ada di bawah satu atap tetapi hati kita jauh mengembara di luar atap-ingin berteduh di bawah atap yang lain. Di sisi lain, rumah sebagai tempat tinggal telah menjadi topik yang menggelisahkan tidak sedikit orang. Yang belum punya ingin memilikinya dan yang sudah punya ingin memegahkannya. Kerinduan ini bisa menjadi kenyataan, bisa juga memungkinkan lahirnya berbagai tindakan kejahatan; penggusuran, pencaplokan tanah dan korupsi. Ini baru tentang rumah yang kita huni sekarang, belum lagi masalah rumah masa depan, tempat kita sesudah hidup di kefanaan ini berakhir. Apalagi hidup kita saat ini yang menentukan megah tidak rumah kita di hidup yang akan datang.

Kegelisahan tentang tempat tinggal bukan saja menjadi masalah kita jaman ini tetapi juga sudah menjadi dan menghantui keseharian para murid 2000 tahun silam. Hal ini wajar karena mereka telah meninggalkan segalanya demi mengikuti Yesus. Kegelisahan ini bertambah ketika Yesus mengatakan bahwa Dia akan pergi dan mereka belum dapat mengikuti Dia sekarang. Yesus pergi, bagaimana dengan nasib mereka yang meng-harapkan bahwa dengan mengikuti Dia paling kurang ceritera hidupnya berubah. Menjawabi kegelisahan mereka Yesus mengatakan bahwa mereka boleh saja kawatir akan tempat tinggal di kefanaan ini tetapi tidak boleh lupa membangun rumah masa datang lewat hidup dan karya mereka. Kekawatiran akan rumah masa kini bisa saja menghi-langkan orientasi memiliki rumah masa datang. Karena menjadi murid bukanlah jaminan otomatis memperoleh tempat di hidup kekal; syarat-syarat mesti dipenuhi seperti memenuhi persyaratan untuk memperoleh satu tempat di BTN. Dan yang menentukan tempat kita kelak adalah kehidupan kita saat ini. Seorang murid mesti percaya, tidak boleh gelisah karena kegelisahan dapat menjadi batu sandungan bukan titian/jembatan; memperburuk ketimbang memperbaiki situasi. Sesuatu yang dilakukan dalam kegelisahan hasilnyapun akan mencemaskan. Kecemasan telah membuat banyak orang tersesat; korupsi terjadi, karena orang cemas bahwa apa yang ada padanya tidak cukup sehingga hak sesama perlu dirampas. Karena itu rasa percaya perlu dibangun dan mengenal liku-liku hidup jadi dasar pijak; kita punya kemampuan dan jalan untuk meraih yang kita inginkan tanpa harus memangsa sesama. Kenyataan boleh negatif tetapi pikiran harus selalu pisitif. Bila kita sungguh percaya bahwa hidup kini-rumah masa datang harus dibangun mulai sekarang, sebagai murid Yesus, kita mesti menjadi jalan, kebenaran dan hidup bagi diri dan sesama. Menjadi jalan; hidup kita harus dapat membawa sesama semakin dekat pada Tuhan. Melalui hidup kita sesama mesti memperoleh-menikmati hidup yang lebih baik dan benar. Seorang murid mesti menampakkan hakekat kebenaran dalam dirinya; apa yang dikatakan adalah apa yang sedang dihidupi; karena berbicara tentang iman dan hi-dup bukanlah berbicara tentang iklan sebuah produk. Kebenaran yang kita wartakan mes-ti menjadi jalan yang dapat membawa sesama kepada hidup yang diimpikan bukan sebaliknya membuyarkan mimpi mereka. Seorang murid haruslah menjadi sumber hidup; kehadirannya membaharui semangat juang sesama untuk mencintai kehidupan bukan sebaliknya mematikan daya juang mereka. Hanya dengan jalan ini; kecemasan saat ini bisa diredam dan mimpi tentang rumah masa depan tempat di mana hati kita berada dapat diraih.

Kita punya mimpi memiliki tempat diam yang layak saat ini dan rumah masa datang tempat di mana hati kita berada. Tidak mudah meraihnya, karena menjadi murid bukanlah jaminan. Perjuangan kita yang mampu merubah mimpi kita menjadi kenyataan. Kegelisahan tidak banyak berarti, kepercayaan adalah jalan. Kalau kita sungguh percaya akan Yesus dan siap menjadi jalan bagi mereka yang mencari Dia, kegelisahan tidak perlu terjadi. Kalau di mana saja kita mampu menjadi sumber kebenaran karena apa yang kita katakan adalah apa yang kita hidupi, ketersesatan bukan tidak mustahil untuk dihindari. Kalau di mana kita hadir di sana semangat juang sesama dapat dibaharui, hidup ini bukan tidak mungkin mampu menghantar kita ke hidup sesudah hidup di dunia ini berakhir di mana di sana kita pnya tempat di mana hati kita akan berada selamanya. Hanya dengan jalan ini. Identitas kita tidak akan dipertanyakan dan hidup kita jadi satu kesaksian yang punya daya magis.

“Bila anda ingin memperoleh satu tempat di perumahan masa datang, jadilah jalan, kebenaran dan hidup bagi sesama”.
[ back ]