Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 01-08-2011 | 20:55:24
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : “PERSOALKAN YANG PERLU”
Yoh 6:52-59, Jumat, 13 Mei 2011

Apakah saat ini anda sedang punya soal atau tengah mempersoalkan sesuatu atau seseorang. Saya sendiri berprinsip bahwa hidup ini sudah sebuah soal, jangan lagi kita menambah soal yang tidak perlu. Meneropong keseharian dan pengalaman harian kita, kita akan menemukan bahwa hidup ini tidak saja dipenuhi dengan segala hal yang baik dan menyenangkan tetapi juga menghadapkan kita pada berbagai soal dalam segala wajahnya. Ada soal yang datangnya tidak kita duga, ada yang sudah kita antisipasi akan muncul. Ada hal yang perlu di-persoalkan dan untuknya kita harus mencurahkan seluruh perhatian kita. Ada pula yang bukan soal dan berubah menjadi soal karena dipersoalkan. Yang terjadi begitu sering kita membuang tidak sedikit waktu untuk mempersoalkan hal yang sebenarnya bukan soal lalu kita mengabaikan apa yang sebenarnya mesti dipersoalkan. Kita lebih mempersoalkan apa yang kita dengar lalu kita tidak lagi memperhatikan makna di balik kata-kata yang kita rekam. Di sisi lain kadang karena sikap ini kita bukannya meredam terjadi dan meluasnya soal tetapi justeru menciptakan soal ataupun memperbesar soal yang ada. Hasilnya, kita justeru menempatkan diri kita pada pusaran soal atau kehadiran kita menjadi soal tersendiri bagi orang lain. Menelusuri kenyataan ini dan kembali bertanya untuk apa kita ada dalam kebersamaan. Sebagai orang-orang beriman tugas kita adalah membawa kebaikan dan mempersempit ruang soal; menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan soal. Kehadiran kita mesti menguak cakrawala pandang sesama untuk melihat lebih jauh bagaimana menyikapi situasi yang dihadapi.

Menyaksikan peristiwa perbanyakan roti, mendengar pengajaran bagaimana bisa mengikuti Dia dan menyimak pernyataan bawa diriNya adalah roti hidup, timbul pertentangan di antara para pendengarNya, orang-orang Yahudi. Makan roti itu sudah menjadi budaya mereka tetapi menjadikan diriNya roti dan harus dimakan hal ini bertentangan dengan budaya. Hanya para kanibalist yang memakan sesamanya. Dan mereka bukan penganut aliran dan budaya ini. Inilah yang menjadi sebab mengapa timbul pertengkaran di antara orang Yahudi mempersoalkan pernyataan Yesus. Ternyata di antara merekapun ada perbedaan oandangan tentang apa yang dikatakan Yesus. Ada yang menanggapi pernyataan Yesus secara harafiah dan ada yang coba berusaha mendengar apa yang tidak dikatakan Yesus di balik kata-kata yang Dia ucapkan. Di sini kita dapat melihat banyak begitu sering kita dihadapkan pada aneka soal bukan karena kita tidak bersedia mendengar apa yang dikatakan orang tetapi karena kita hanya mendengar apa yang mereka katakan. Kita tidak berusaha melihat dan menangkap makna dari apa yang mereka katakana sehingga kadang kita membuang banyak waktu untuk mempersoalkan apa yang sebenarnya tidak perlu dipersoalkan. Menghindari hal ini kita perlu bersikap bijak dalam mende-ngar ataupun menanggapi segala sesuatu dengan dasar pemikiran bahwa apa yang kita dengar biosa saja bermakna ganda; membentaqngkan satu realitas atau menggunakan realitas yang ada untuk menggambarkan ataupun menghantar kita ke lain. Ini berarti kata makan yang digunakan Yesus perlu ditafsir secara lain; menjadikan hidup dan misi Yesus hidup dan misi para pendengar dan pengikutNya. Sebagaimana makanan yang kita santap mempengaruhi perkembangan diri kita dan menjadi bagian diri kita, demikian juga dengan apa yang disabdakan dan dihidupi Yesus. Kalau api bisa memakan habis sebuah rumah dan kita bisa melahap habis sebuah buku bacaan, mestinya apa yang difirmankan Yesus dan dihidupiNya kita santap bahis menjadi bagian diri kita dan membiarkannya mempengaruhi hidup kita sebagai orang-orang beriman. Inilah yang mau ditekan Yesus tetapi tidak dipersoalkan kaum Yahudi. Mereka mempersoalkan apa yang mereka dengar atau apa yang Dia katakan bukannya mempermasalahkan maksud dari perkataanNya. Kalau kita sudah tidak suka dengan orang lain, yang kita dengar adalah apa yang dia katakana bukan maksud dari perkataannya.

Tahukah anda bahwa di jaman ini peranan kita dalam kebersamaan dipertanyakan dan tidak sedikit pengikut kristus yang tengah kehilangan orientasi hidup; untuk apa ada dalam kebersamaan. Banyak dari kita yang memiliki sikap yang tidak jauh berbeda dengan sikap kaum Yahudi karena hati kita sudah tertutup bagi kehadiran sesame dengan segala pengaruhnya yang positif. Ujung-ujungnya kita membuang banyak waktu mempersoalkan apa yang sebenarnya tidak perlu dipersoalkan dan membiarkan kesempatan untuk berubah berlalu tanpa diartikan. Makan sudah menjadi bagian dari keseharian kita; mungkin baik bila kita sedang duduk mengelilingi meja makan kita perlu ingat bahwa sebagaimana makanan yang akan kita santap menjadi bagian diri kita dan mempengaruhi pertumbuhan hidup kita, demikian halnya dengan hidup dan misi Yesus; inilah makanan rohani yang mesti menjadi bagian diri kita, mempengaruhi hidup kita sebagai orang-orang beriman.

“Bila hidup dan misi Yesus menjadi hidup dan misi kita, kehadiran kita dalam kebersamaan akan memberi warna yang khas dan pengaruh yang kita bagi mereka yang ada di sekitar kita.
[ back ]