Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 20-07-2011 | 20:36:53
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : “APA YANG MESTI KITA LAKUKAN”
Yoh 6:35-40,Rabu, 11 Mei 2011

Disadari ataupun tidak, masing-masing kita punya peran dalam hidup ini entah itu dijalankan ataupun tidak; berarti bagi kita ataupun tidak. Pernahkah terlintas dalam pikiran anda bahwa segala sesuatu yang kita lakukan, direncanakan ataupun tanpa sengaja selalu punya dampak atau punya konsekuensi baik untuk diri si pelaku maupun untuk orang lain? Kenyataan ini menjadi isyarat bahwa kita pandai-pandai dalam bersikap/berlaku ataupun jeli dalam me-nanggapi sikap mereka yang lain bila yang kita kehendaki kehadiran kita berarti dan kebersamaan kita tetap lestari. Karena pada cara kita bersikap/berlaku dan menanggapi situasi sekitar kitalah bergantung cerah tidaknya hari-hari hidup kita. Dalam kebersamaan, setiap kita punya peran. Untuk menghindari segala hal yang merugikan diri dan orang lain, kita wajib memainkan peran kita sebagaimana seharusnya, melakukan apa yang mesti kita lakukan. Perlu kita catat bahwa kita tidak hidup sendiri; peran kita harus punya dampak positif bukan saja bagi diri kita, kita juga tidak hidup hanya untuk hari ini, apa yang kita lakukan mesti menjadi dasar untuk hari-hari yang akan datang, punya prospek masa datang. Sebagai anggota masyarakat dan sekaligus warga beriman, apa yang kita lakukan sikap kita harus mencerminkan dan punya dampak positif bagi masyarakat dan kaum beriman di tempat di mana kita ada dan mengais hidup. Kehadiran dan apa yang kita lakukan mesti memberi warna yang khas dan punya dampak yang khusus bagi mereka yang mengitari kita demi berartinya kehadiran kita di sana. Bila tidak, kehadiran kita tidak jauh berbeda dari ketiadaan kita.

Paska, pesta perubahan menjadi gambaran dan cermin buat kita bagaimana seharusnya mengartikan kehadiran kita dengan memberi makna hidup yang baru bagi orang lain. Bila selama ini, kita hanya berpikir tentang diri sendiri, paska mengajak kita untuk berpikir tentang pengaruh kehadiran kita bagi orang lain; apa dampak kehadiran kita bagi hidup sesama. Paska menjadi bukti bahwa Yesus datang bukan untuk menjalankan apa yang dikehendakNya tetapi apa yang menjadi kehendak Bapa yang mengutusNya. Dia mau menunjukkan bahwa dengan melakukan kehendak BapaNya, dalam dan melalui diriNya orang lain beroleh selamat, memiliki hidup yang kekal. Melalui apa yang dilakukanNya, Dia mau meyakinkan mereka yang tidak percaya untuk kembali percaya bahwa dengan menjadikan hidup dan misiNya sebagai hidup dan misi kita; hidup kekal bukanlah satu impian belaka. Lakukan apa yang mesti kamu lakukan, satu isyarat bahwa banyak soal muncul dalam kebersamaan kita dan begitu sering kita ditolak karena yang kita lakukan adalah apa yang tidak semestinya kita lakukan; kita berjalan di luar rel iman yang kita miliki. Kita kurang dipercaya bahkan sering ditolak karena kita merayakan paska pesta perubahan tetapi hidup kita sendiri belum berubah, kita masih terlelap dalam kubur-kubur yang kita bangun dalam kebersamaan. Apa yang kita lakukan bukannya mengikis ketidakpercayaan sesama tetapi justeru semakin mempertebal keraguan dan ketidakpercayaan mereka terhadap diri kita. Mengapa hal ini terjadi? Pertama, karena kita sendiri masih ragu bahwa kita sungguh percaya pada Kristus yang bangkit. Hidup dan laku kita meragukan, tidak meyakinkan. Kedua, kita belum mendengar dan menerima atau mendengar dan menerima Sabda Yesus tetapi tidak dengan seluruh diri dan hati kita. Sabda Yesus belum punya tempat yang layak dalam hati dan hidup kita. Ketiga, kita punya kerinduan untuk bertemu dengan Dia tetapi kita belum punya kesediaan untuk bertemu dengan Dia karena berbagai perhitungan sehingga hidup dan misiNya kita kenal tetapi kita belum menjadikannya hidup dan misi kita sendiri. Kita justeru menggunakan pengenalan kita akan diri dan sabdaNya hanya untuk kepentingan disi. Ini berarti beragama saja belum cukup, punya nama kristen saja belum menjamin; hidup kitalah yang menentukan segalanya. Karena itu lakukan apa yang mesti kamu lakukan sebagai orang-orang beriman karena hidup dan apa yang kita lakukanlah yang akan menjadi bukti segalanya.

Sadarkah anda bahwa kehadiran kita dalam kebersamaan masih terus dipertanyakan atau-pun semakin membingungkan? Hal ini terjadi karena kehadiran kita belum memberi warna yang khas kristen bagi kebersamaan di mana kita ada dan mengais hidup. Mesti kita tahu dan sadar bahwa paska yang kita rayakan memberi kita tugas bahwa kehadiran kita dalam kebersamaan mesti punya dampak positif bagi sesama; membuat mereka percaya dan bersedia untuk berubah. Untuk itu kita perlu datang kepada Yesus, percaya dan menghidupi apa yang dihidupiNya sehingga mereka yang menyaksikan hidup kita yang meyakinkan dapat berubah haluan. Perubahan hanya mungkin kalau kita mau berubah dan hidup sesuai dengan apa yang mesti kita hidupi sebagai orang-orang beriman.

“Bukti yang paling asasi dari kehidupan kita sebagai orang Kristen adalah apa yang kita lakukan dalam hidup kita”.
[ back ]