Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 20-07-2011 | 20:30:08
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : “INGAT TUGAS ANDA”
Yoh 6:22-29,Senin, 9 Mei 2011

Kerja adalah satu aksi yang merupakan ekspresi keberadaan manusia sebagai makhluk pekerja/homo faber. Untuk hidup orang harus bekerjanya dan mereka yang bekerja adalah orang-orang yang mau mengartikan hidupnya. Ada beragam pekerjaan yang dapat kita lakukan dengan aneka motivasi yang melatarbe-lakanginya. Ada yang bekerja sekedar mengisi waktu ataupun sekadar memenuhi apa yang dituntut darinya sehingga mereka tidak jauh berbeda dengan robot, ada yang menjadikan pekerjaannya sebagai dasar untuk mengukur kehidupan orang lain tetapi ada pula yang bekerja dengan seluruh diri dan hatinya. Sebagai makhluk yang tidak hidup hanya untuk hari ini, apapun yang kita lakukan mestinya selalu punya orientasi masa datang; kerja dengan proyeksi masa datang dan punya dampak positif bagi yang lain karena kita tidak sendirian. Di sini kerja menjadi peluang untuk mengekspresikan ada kita sebagai makhluk pekerja sekaligus menampilkan diri kita sebagai individu yang khas yang tidak mengesam-pingkan ada kita yang sosial. Di sisi lain, sebagai orang-orang beriman, kerja yang kita lakukan mestinya merupakan partisipasi kita dalam karya Allah menyelamatkan dunia, kerja kita punya nilai soteriologis, punya nilai menyelamatkan; menyelamatkan kita dan membawa orang lain kepada keselamatan. Lewat kerja kita memberikan kesaksian bahwa kita sungguh-sungguh citra Allah karena Allah sendiri adalah pekerja...

Gaung paska hampir tidak kedengaran lagi. Tetapi ini tidak berarti semuanya telah berakhir justeru sebaliknya pesan paska sudah harus mulai nampak dalam keseharian kita lewat hidup dan karya kita di mana mereka yang melihat dan mengalami kehadiran kita bisa menyadari bahwa ada sesuatu yang baru dalam hidup kita. Dengan demikian merekapun didorong untuk berubah. Lihat saja, sete-lah menyaksikan apa yang dikerjakan Yesus, banyak orang mulai mencari-cari Dia, pribadi yang selalu melihat setiap peluang untuk mengartikan kehadiranNya dan membuat hidup orang lain berarti sehingga ketidakhadiranNya membuat orang merasa kehilangan dan rasa kehilangan inilah yang mendorong mereka untuk mencari dan menemukan Dia. Untuk menemukan Dia, menyebrang menyeberangan keharusan. Dan benar, di seberang, mereka menemukan Yesus yang mempertanya-kan motivasi mereka mencari Dia. Kisah ini menarik untuk direnungkan; pertama, menemukan Yesus bukan soal mudah; orang harus pandai membaca situasi, sadar bahwa Yesus sudah tidak ada dalam hidupnya dan punya kesediaan untuk mencari-Nya. Untuk itu orang mesti menyebrang, keluar dari dirinya sendiri. Kita sulit menemukan Yesus karena kita hanya punya impian tetapi kita sendiri tidak menya-dari ketidakhadiran Yesus dan kita tidak bersedia menyebrang meninggalkan hidup kita yang lama. Kedua, Yesus dicari karena kehadiranNya telah memberi kesan khusus dalam hidup mereka. HidupNya yang penuh makna memberi makna bagi kehidupan orang lain. Seseorang yang dicari, dibutuhkan kehadirannya karena ke-hadiran orang itu punya warna yang khas dan menghadirkan sesuatu yang khas bagi hidup orang lain. Selain itu, kitapun tidak dicari, kehadiran kita tidak dibutuhkan karena kehadiran kita tidak memberi sesuatu yang khas. Kita ada atau tidak ada sama saja. Kalaupun kita hadir, kita justeru menjadi duri dalam daging kehidupan sesama. Inilah sebab mengapa kehadiran kita tidak dibutuhkan. Ketiga, bertemu dengan Yesus bukan jaminan keselamatan. Yang terpenting adalah motivasi mengapa mencari dan bertemu dengan Dia. Ini berarti menjadi kristen saja belum cukup, kita mesti tahu mengapa dan untuk apa menjadi kristen. Menjadi kristen berarti menjadi orang-orang yang menyerupai Kristus, hidup Yesus harus menjadi hidup kita. Motivasi yang jelas memberi orientasi, arah yang jelas pula. Begitu sering kita tersesat dalam kebersa-maan karena kita hadir di sana dengan motivasi yang tidak jelas. Kalau Yesus hadir dalam kebersamaan untuk melakukan kehendak BapaNya, kita justeru hadir dalam kebersamaan untuk melakukan apa yang kita inginkan yang terkadang merusak situasi hidup bersama; kepentingan diri lebih diutamakan ketim-bang kepentingan umum. Kalau kita percaya akan Dia, apapun yang kita lakukan selalu berorientasi pada partisipasi dalam karya penyelamatan Allah.

Tahukah anda bahwa di jaman ini peranan kita dalam kebersamaan dipertanyakan dan tidak sedikit pengikut Kristus yang tengah kehilangan orientasi hidup; untuk apa ada dalam kebersamaan. Mencari Yesus adalah satu panggilan jiwa, bertemu dengan Dia, kita mesti bersedia menyebrang, meninggalkan pola hidup kita yang lama. Dalam penyebrangan itu motivasi kita diuji dan kesungguhan kita dipertaruhkan. Ada begitu banyak orang yang sedang berusaha untuk bertemu dengan Yesus, kitalah orang-orang yang mesti membawa mereka semakin dekat dengan Yesus lewat hidup dan karya kita. Kehadiran Yesus akan punya nilai tersendiri dan kehadiran kita berarti bagi sesama bila apa yang kita lakukan membuat mereka merindukan kehadiran Yesus.

“Kerja lebih dari ekspresi diri kita sebagai homo faber, lewat karya kita orang dapat menilai siapa kita sebenarnya dan apa yang kita bawa bagi kebersamaan”
[ back ]