Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 17-07-2011 | 22:34:17
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : ‘JANGAN BIARKAN DIA TERTIDUR’
Yoh 6:16-21, Sabtu, 7 Mei 2011

Situasi hidup harian kita terkadang membawa kita kepada pemahaman bahwa dalam hidup ini ada banyak hal yang kadang sulit dimengerti; enak ditonton tetapi tidak mudah untuk dijalani, gampang dibicarakan tetapi tidak mudah untuk dihidupi. Dan hidup sendiri menunjukkan bahwa yang ingin hidup harus berjuang dan yang berjuang dijamin akan hidup. Lalu perjuangan itu disadari ataupun tidak telah menempatkan manusia dalam pasang surut kehidupan yang datang silih berganti; suka dan duka, sedih dan gembira, tawa dan tangis, sukses dan gagal, perang dan damai. Anehnya, bila segalanya berjalan mulus, tidak ada keluhan dan saat itu diri kita jadi pusat, peran sesama ditiadakan. Di saat-saat penuh bunga itu, Tuhan tak pernah dipikirkan, Dia bahkan tidak disertakan. Tetapi bila pengembaraan dihadang hujan penderitaan dan badai kesusahan, Tuhan diminta untuk turun tangan, kehadiranNya dipertanyakan, sesama menjadi penting baik sebagai penolong maupun sebagai kambing hitam penderitaan kita. Kenyataan ini membuktikan bahwa sikap kitalah yang berubah, Tuhan tetap sama dan Ia akan selalu hadir dalam situasi apapun disadari ataupun diabaikan.

Paska, pesta perubahan yang kita rayakan sebenarnya hendak membawa kita untuk menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita apapun sikap kita terhadapNya, semakin kita menjauh dariNya, semakin Dia berusaha mendekati kita dengan caraNya sendiri. Di sini, ‘Jangan biarkan Tuhan tertidur', menjadi satu himbauan sekaligus kritik atas kecenderungan manusiawi kita. “Jangan biarkan Tuhan tertidur karena kalau Dia dibiarkan tertidur akan ada banyak soal yang muncul-apapun alasannya Tuhan harus terus berjaga bersama kita”. Percaya akan kehadiranNya kapan dan di mana saja akan membangun sikap awas dan bijak dalam diri kita. Manusia adalah makluk yang membuat sejarah. Dalam perjalanan mengukir sejarah hidupnya, begitu sering kehadiran Tuhan dilupakan. Lihat saja mengapa kita menghadapi begitu banyak soal dalam hidup? Karena kita tidak mengikutsertakan Tuhan saat kita membuat sejarah. Ada sementara orang yang menganggap kehadiran Tuhan menghalangi apa yang mereka inginkan. Tuhan terlalu memberi banyak aturan. Dan aturan-aturan ini lebih dilihat sebagai rin-tangan bukan sebagai jembatan menuju perwujudan impian kita. Tuhan dituntut hadir saat impian kita gagal menjadi kenyataan bahkan lebih dari itu, begitu sering kehadiran Tuhan dipertanyakan. Dan Dia selalu berada pada posisi yang salah; tidak adil dan tidak punya belas kasihan, begitu sering Dia dipanggil untuk bertanggungjawab atas kegagalan kita, Dia jadi kambing hitam. Sebaliknya bila Tuhan kita ikutsertakan, ceritera hidup ini akan jadi lain. Kita akan memahami bahwa Tuhan tidak pernah menjanjikan laut yang tenang tetapi Ia menyediakan pelabuhan yang aman bagi mereka yang menggantungkan hidupnya pada penyer-taanNya dan selalu mengikutsertakan Dia selagi mereka mengarungi laut hidup ini. Iman kita seperti Petrus. Kita begitu bersemangat hanya pada awal tetapi bila ditantang kita mudah berubah sikap; kembali kepada hidup kita yang lama. Begitu juga dengan kehadiran sesama yang lebih sering dianggap remeh ketimbang dianggap sebagai penopang hidup kita. Mereka hanyalah kotak P3K dalam hidup kita bahkan kalau mungkin dijadikan kambing hitam penderitaan kita. Di saat-saat seperti ini kita sibuk mencari-cari alasan supaya kita bebas dari kesalahan dan merekalah yang disalahkan. Di sisi lain, kehadiran kita dalam kebersamaan pun dipertanyakan. Nilai apa yang kita bagikan kepada sesama? Apakah seperti Yesus yang siap meredakan badai yang melanda kehidupan sesama atau sebaliknya menciptakan gelombang tak ramah bagi perahu hidup sesama. Yesus akan selalu hadir dalam situasi apapun, kita pun mesti demikian. Apapun situasi kita, Tuhan dan sesama tak boleh diabaikan, karena dengan cara mereka sendiri, mereka punya andil dalam hidup kita.

Hidup tak semudah yang kita bayangkan karena hidup tak pernah menjanjikan laut tanpa gelombang dan hari tanpa awan dan hujan. Kenyataan ini mengajak kita untuk selalu bersikap awas lagi bijak. Tahu apa yang mesti kita lakukan dan mengerti bagaimana melakukannya. Sebagai orang-orang beriman, keberadaan kita tak dapat dipisahkan dari kehadiran Tuhan dan sesama. Siapakah kita dalam keseharian hidup kita? Yesus yang selalu siap membantu menenangkan badai dan gelombang hidup yang menimpah bahtera hidup kita, para murid yang melupakan kehadiran Yesus ataukah badai yang selalu mengusik kedamaian perahu hidup sesama? Satu hal yang perlu dicatat, ikutsertakan Tuhan setiap saat anda hendak melaut dan jangan tinggalkan Dia saat anda hendak membuat sejarah; menyebrangi laut hidup ini!

“Jangan biarkan Tuhan tertidur dan jangan pernah meremehkan kehadiran sesame, bila hal ini kita abaikan ada banyak topan dan gelombang yang mesti kita hadapi”.
[ back ]