Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 20-01-2011 | 23:03:03
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : “ANDA KHAS”
Mrk 1:21-28, Selasa,11 Januari 2011

Kita selalu ada bersama orang lain, kita punya nama tertentu, berada di tempat tertentu dan membawa misi tertentu pula walaupun kita sendiri mungkin tidak menyadari ataupun memikirkan tentang hal itu. Bila menghitung hari dan membuat daftar semua yang kita lakukan dalam rentang waktu yang sudah kita lalui, mungkin kita butuh banyak halaman untuk memuat catatan tentang semuanya itu, mungkin tak terhitung. Dan entah disadari ataupun tidak; dari apa yang kita lakukan orang dapat menilai siapa sebenarnya kita dan merekapun dapat melihat siapa mereka di dalam kebersamaan itu. Di sana kita menjadi berarti bukan karena siapa kita ataupun karena posisi yang kita tempati tetapi karena apa yang kita lakukan bagi sesama dari tempat/posisi di mana kita berada dan bagaimana pengaruhnya bagi mereka yang dengannya kita ada dan mengais hidup. Ini berarti berada pada posisi tertentu saja tidak cukup, punya peran tertentu bukan jaminan, siap ataupun tidak kita harus melakukan sesuatu bila kita menghendaki kehadiran kita dihargai dan dapat memberi warna yang khas bagi yang lain. Tempat di mana kita berada harus menjadi arena pembuktian diri bahwa kita berarti bagi sesama karena kita memberi arti bagi kehidupan mereka, apa yang kita lakukan membantu mereka merubah kisah hidupnya. Dengan mengartikan mereka kita mengartikan kehadiran kita sendiri di antara mereka. Dengan merubah kisah hidup mereka, kita sendiri merubah gambaran mereka tentang diri kita. Banyak kali soal muncul karena kita berpikir bahwa posisi kitalah yang menentukan segala sesuatu. Padahal posisi yang kita tempati seharusnya dijadikan peluang untuk bisa melakukan sesuatu untuk tidak sedikit orang.

Banyak kisah yang dibuat Markus tentang aksi Yesus saat Dia berada di antara orang banyak. Di mana saja Dia ada di sana sudah pasti akan terjadi hal baru yang menakjubkan; merubah haluan hidup orang ataupun membuka lembaran hidup baru bagi mereka yang berjumpa dengan Dia. Nelayan penjala ikan diberi peran baru sebagai pemukat manusia, mereka yang kesehariannya dihabiskan untuk mengakrabi pantai dan laut, harus mulai menekuni pekerjaan baru masuk keluar kota dan desa. Pokoknya selalu ada-ada saja, di mana Dia hadir. BagiNya, tidak ada hari tanpa kerja, tidak ada waktu yang berlalu tanpa cerita baru. Satu saat entah kapan dua tibu tahun silam, saat tiba, Yesus langsung mengajar dan menyembuhkan orang. Apa yang Dia ajarkan dan lakukan membuat para pendengarNya kagum; Dia mengajar mereka mulai dari apa yang mereka tahu berbeda dengan para ahli taurat mengajar untuk menunjukkan bahwa mereka maha tahu. Walaupun singkat, kisah ini syarat pelajaran buat kita tentang bagaimana kita meng-artikan kehadiran kita dalam kebersamaan. Kapernaun; nama tempat ini hendak menandaskan bahwa di mana saja kita berada, di tempat di mana sekarang kita berada, apapun situasinya, di sana kita harus melakukan sesuatu untuk mereka yang berada di sekitar kita. Kita harus memberi warna yang khas bagi kehadiran kita di tempat tersebut. Kita tidak perlu melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan Yesus, cukup dari kehadiran kita yang berpesan, orang dapat belajar bagaimana mengartikan kehadirannya sendiri. Banyak kali kita ditolak karena apa yang kita katakan justeru meremehkan sesama, kita lebih mengagungkan diri ketimbang membiarkan apa yang kita lakukan menjadi bukti bahwa kita patut dikagumi. Kita tidak perlu berbicara banyak tentang apa yang kita lakukan, biarkan apa yang kita lakukan bercerita tentang kita dan mereka yang dipengaruhi oleh apa yang kita lakukan menilai positif tidaknya kehadiran kita bagi mereka. Ia menghardik roh jahat yang menguasai orang lain. Seperti Yesus kita juga punya tugas yang sama, kehadiran kita harus menjauhkan sesama dari hal-hal yang negatif, meringankan beban hidup mereka tidak hanya dengan kata-kata tetapi lebih dengan hidup dan karya kita. Kita tidak perlu bicara banyak tentang apa yang kita kerjakan, biarkan apa yang kita kerjakan berceritera tentang siapa kita; karena kenyataan dan apa yang kita lakukan tidak akan berbohong. Dan kenyataan dapat dijadikan sesama cermin untuk menata hidup mereka sendiri agar mereka dapat melakukan hal yang sama. Di sini motivasi kita juga turut menentukan luhur tidaknya apa yang kita lakukan. Motivasi, niat yang baik selalu mendatangkan kebaikan, motivasi yang tidak murni akan melunturkan nilai baik dari apa yang kita lakukan.

Kembali kepada apa yang kita bicarakan pada awal renungan ini; kita punya nama tertentu, berada pada tempat tertentu di waktu yang tertentu pula dan mungkin juga menduduki posisi tertentu. Lalu apakah semua ketertentuan ini, melahirkan sesuatu yang tertentu, khas, khusus dari diri kita bagi kebersamaan? Apakah kehadiran kita sudah bisa menjadi duta kehadiran Yesus? Sudahkah hidup dan kehadiran kita membuat orang lain kagum dan dengan demikian mengurangi beban hidup mereka ataukah kita menjadi beban tersendiri, duri dalam daging kebahagiaan mereka. Biarkan apa yang kita lakukan berbicara tentang siapa kita; yang baik yang kita lakukan tidak saja mendatangkan kebaikan bagi sesama tetapi juga mendorong mereka untuk bisa melakukan hal yang sama. Kita tidak akan dikagumi karena posisi yang kita tempati teapi karena apa yang kita lakukan bagi sesama dari tempat di mana kita berada. Karena itu biarkan apa yang kita lakukan berbicara tentang kita.

“Bila anda menghandaki adanya perubahan dari kisah hidup ini, anda harus bersedia keluar dari dunia anda yang sempit. Tetapi ini hanya mungkin bila pada diri anda ada kesediaan dan kerelaan untuk berkorban”.
[ back ]