Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 20-01-2011 | 22:49:29
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : “JANGAN BERPUTAR-PUTAR”
Yoh 3:22-30, Sabtu, 8 Januari 2011

Mungkin saja dalam hidup ini kita bertemu dengan orang-orang yang begitu sering memusingkan kepadala kita. Kita sulit menentukan kepada siapa mereka berpihak dan apa maksud dari pembicaraan mereka. Orang-orang semacam ini kata-katanya jangan cepat dipercaya dan lakunya mesti diwaspadai karena bisa saja kita terkecoh. Lalu mendengar topik ini dan coba menelusuri makna yang diwakilinya, saya berpendapat bahwa kata-kata ini mengungkapkan kecenderungan ataupun kebiasaan kita untuk berputar-putar dalam menyampaikan sesuatu atau dalam bersikap sehingga kita sendiri sulit dimengerti dan apa yang mau disam-paikan sulit dimengerti; antara suka dan tidak suka tidak jelas; menerima ataupun menolak; selalu membingungkan. Kita berharap lawan bicara kita dapat memahami sendiri apa yang kita sampaikan tetapi perlu diingat bahwa tidak semua orang punya kemampuan untuk membaca apa yang kita maksudkan. Selain itu kata-kata ini juga mengungkapkan bahwa berterus terang bukan satu pekerjaan yang mudah, kita harus bergulat dengan diri kita sendiri; ada aneka alasan dan beragam pertimbangan untuk itu; kita takut bersikap terbuka atau tidak mau mengakui kelebihan orang lain. Kata-kata ini memberi jawaban mengapa kita menemukan banyak soal dalam kebersamaan; kata-kata kita sering tidak menjadi wakil yang baik dari apa yang ada dalam hati kita atau tidak mengungkapkan keadaan yang sebenarnya. Karena itu, kata-kata inipun dapat dijadikan dorongan agar kita lebih bersikap terbuka; mengatakan apa adanya tanpa mengada-ada bila kita menghendaki ceritera hidup ini berubah. Bila hal ini kita lakukan banyak soal dapat dihindari, tidak sedikit masalah dapat diatasi. Tetapi untuk itu kita mesti mengalahkan diri kita sendiri.

Dalam keseharian kita, kita menemukan bahwa banyak perkara yang tidak kunjung selesai karena saksi memberikan keterangan berputar-putar dan tidak berterus terang. Mestinya tahun yang baru, perubahan musim membantu kita untuk merubah pola hidup, cara berpikir dan cara berlaku kita. Harusnya pesan-pesan natal sudah mulai nampak dalam keseharian kita, mempengaruhi hidup kita dalam membangun relasi dengan dunia. Ini berarti saat ini mesti menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa kita sungguh memahami makna dari pesta kelahiran yang kita rayakan dan uluran tangan selamat yang kita berikan karena perayaan itu tidak dengan sendirinya membawa perubahan bila kita sendiri tidak mengartikannya. Tahun yang baru bukan sekedar perubahan angka tetapi lebih sebagai satu perubahan kebiasaan hidup. Ada tanda-tanda bahwa di tahun baru ini kita juga bersedia hadir sebagai manusia-manusia baru; manusia-manu-sia yang mau berterus terang; memberi kesaksian bukan hanya dalam kata tetapi lebih lewat hidup bahwa kita adalah manusia-manusia baru yang hendak memberi warna baru bagi kehidupan ini. Salah satu cara untuk membuktikan hal ini adalah dengan belajar dari apa yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis. Saat para murid dan orang-orang Yahudi berselisih mempersoalkan apa yang dilakukannya dan apa yang dilakukan Yesus, dengan terus terang ia mengatakan bahwa ia bukan Mesias yang dinantikan; ia hanya pewarta yang menyiapkan keda-tangan Mesias sehingga mereka tidak perlu membuang energi berselisih tentang apa yang ia lakukan dan apa yang dilakukan Yesus. Yang perlu mereka persoalkan adalah apakah mereka siap menerima kehadiran Yesus atau tidak. Di sini kata sikap ‘berterus terang’ menjadi nada dasar pesan ini. Berterus terang berarti tidak berputar-putar; mengatakan apa adanya tanpa mengada-ada; apa yang kita katakan sesuai dengan apa yang ada dalam hati kita dan apa yang ada dalam hati kita itulah yang kita katakan. Tetapi ini hanya dapat kita lakukan kalau kita rendah hati dan mengakui kelebihan sesame. Tekanan ini merupakan awasan bagi kita untuk berhati-hati dengan kecenderungan kita yang lebih berdampak negatif ketimbang positif. Kita cenderung menari dengan irama lain di bibir lain di hati; lebih banyak memperlambat penyelesaian soal dengan macam-macam keterangan yang dikarang-karang. Sikap terus terang memungkinkan kita terhindar dari salah paham atau salah tafsir terhadap apa yang disampaikan. Yohanes dengan tegas dan jelas menyatakan siapa dia; dia hanya bersaksi tentang orang yang mereka nantikan tetapi dia bukan orang yang mereka nantikan. Seperti Yohanes, kita dipanggil untuk menjawabi kebingungan sesama atas kehadiran kita; kita orang-orang kristen bukan hanya dalam kata-kata tetapi lebih dalam hidup. Hidup kita harus menjadi bukti kesejatian kita sebagai orang-orang kristen; orang-orang yang bersaksi tentang Kristus lewat hidup.

Apakah anda adalah orang yang gampang diterima ataukah penolakan sudah biasa anda hadapi? Bila anda ditolak atau tidak disukai, jangan cepat-cepat persalahkan mereka yang menolak anda tetapi periksalah diri anda; jangan sampai anda sendirilah yang menjadi penyebab diri anda tidak diterima dalam kebersamaan. Sikap kita yang tidak jelas dan suka berputar-putar sering menjadi alasan penolakan, keangkuhan dan kesombongan tidak akan member kita apa-apa selain membuat kita kehilangan banyak hal. Sebagai orang-orang yang mengimani Allah yang adalah sumber kebenaran, kitalah yang mesti merasa terpanggil untuk mengumpulkan serpih-serpih kebenaran yang tercecer, membangkitkan semangat untuk berterus terang tanpa mengada-ada; mengakui keunggulan sesame dan dengan rendah hati belajar dari mereka. Tetapi untuk itu, kita mesti siap mengalahkan diri sendiri. Kalau kita tidak bisa berterus terang biarlah kita menjadi orang yang mau belajar dari sesama bagaimana hidup apa adanya tanpa mengada-ada. Bila tidak, jangan suka berputar-putar karena dunia yang sudah bingung akan semakin bingung oleh sikap kita.Ingat dari kata dan laku kita orang menilai siapa kita.

“Tidak gampang mengakui keunggulan sesama tetapi bila hal ini dapat kita lakukan banyak hal ataupun soal dalam hidup ini bisa kita hindari. Untuk jadikan Yohanes cermin hidup anda”.
[ back ]