Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 12-11-2010 | 22:25:37
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : KERJA ATAU DOA
Lukas 18: 1-8,Sabtu, 13 Nopember 2010

Kita semua tahu pepatah ini, “Ora et Labora”-“Berdoalah dan Bekerjalah” Kata-kata ini mengisyaratkan bahwa pertama; sebagai makhluk beriman, doa adalah bagian dari hidup kita dan bekerja merupakan ekspresi keberadaan kita melalui mana kita berusaha menjadi manusia yang manusiawi. Kedua, kata-kata ini mengingatkan kita agar doa dan kerja kita saling menjiwai; kerja kita didahului dengan doa dan doa kita mesti merupakan ekspresi dari apa yang kita kerjakan; apa yang kita doakan itulah yang kita kerjakan dan apa yang kita kerjakan itulah yang kita doakan; yang satu diperhatikan yang lain tidak boleh diabaikan. Berdoa saja tidak cukup, bekerja melulu tidak banyak berarti, kita bukan robot. Ada saat di mana kita berkomtemplasi dan ada waktu di mana kita beraksi. Menghadapi ujian, berdoa saja tidak akan ada mukjizat, doa kita mesti dibarengi dengan belajar yang serius, kekuatan doa dan keseriusan belajarlah yang akan mendatangkan mukjizat. Untuk meraih sukses, kerja keras saja tidak cukup, kita butuh motivasi yang tahan uji. Tanpa motivasi yang tahan uji, kerja keras kita tidak berjiwa. Kita akan mudah menyerah saat mengalami kega-galan dan menghadapi aneka rintangan. Sebaliknya bila kerja keras kita dilandasi oleh motivasi yang tahan uji, setiap rintangan akan dilihat sebagai cambuk yang melecut kita untuk lebih serius berusaha; melihat jalan baru bagaimana membuat impian kita menjadi kenyataan. Di sini jelas, kita menemukan jawaban mengapa kita gagal mengubah impin kita menjadi kenyataan; kita kurang serius dan kerja tanpa motivasi.

Kita sudah biasa berdoa, mensyukuri anugerah Tuhan ataupun memohon bantuanNya agar kita dapat menghadapi hidup ini. Jarang sekali kita berdoa karena kegagalan yang kita terima. Mungkin kita sedang bersukaria atas keberhasilan kita atau boleh jadi, kita tengah merenungi kemalangan kita. Kisah injil hari ini mengundang kita untuk membuka mata kita melihat dan memaknai semuanya ini. Di hadapan kenyataan yang sedang kita alami; kita mesti bertanya; sudah sejauh mana peran hidup yang ditangankan kepada kita, kita mainkan dengan serius? Kisah ini juga mengajak kita untuk melihat apa motivasi yang melatarbelakangi setiap usaha kita. Karena motivasi kitalah yang menjadi jiwa setiap langkah yang kita pahatkan. Lebih dari itu, kisah ini hendak membuka mata kita untuk melihat dan me-mahami mengapa kita gagal mengubah mimpi kita menjadi kenyataan. Yesus mengatakan bahwa kisah hidup kita akan berubah bila kita serius berusaha untuk berubah. Kita bukan hanya bekerja tetapi kita harus tahu untuk apa kita bekerja, karena kita bukanlah robot. Keseriusan dan usaha yang berkesinam-bungan tanpa kenal lelah akan membawa kita kepada apa yang kita impikan. Bola lampu akan terus bernyala bila ada aliran yang terus mengalir kepadanya. Dalam hubungan dengan kehidupan doa kita, Yesus meminta kita untuk berdoa tanpa henti dengan melibatkan seluruh diri dan segenap hati kita, membiarkan Tuhan menjawabnya dengan caraNya bukan dengan cara kita. Di sini, kita menemukan jawaban mengapa doa-doa kita sepertinya tidak pernah dikabul-kan. Kita berdoa sekedar berdoa tanpa melibatkan hati dan diri kita, kita berdoa hanya untuk mendapat alasan mempersalahkan Tuhan; saya sudah berdoa tetapi Tuhan rupanya tuli dan tidak peduli dengan nasib saya. Kita tidak punya keyakinan yang kuat saat kita berdoa bahwa Tuhan akan membantu kita. Selain itu, kita melihat bahwa doa kita tidak dikabulkan karena kita mau Tuhan mengabulkan doa kita sesuai dengan kehendak kita. Kita tidak membiarkan Tuhan menjawab doa kita dengan caraNya; Tuhan tidak pernah memberi kita ikan, Dia selalu memberi kita kail. Yang menjadi soal adalah apakah kita menyadari kehadiran hal ini dan tahu memanfaatkannya atau tidak. Dia tidak menghendaki kita menjadi pengemis, Dia mau kita menjadi pekerja keras. Hanya mereka yang mau bekerja keras dengan seluruh diri dan hatinyalah yang akan mengalami dan menikmati perubahan dan kesuksesan.

Kita semua menginginkan kesuksesan dalam hidup. Hanya keinginan ini mesti dibarengi dengan kerja keras dan dijiwai oleh motivasi yang tahan uji. Kesuksesan dan keberhasilan diperuntukan bagi mereka yang mau bekerja keras dan tahu untuk apa mereka bekerja. Sebagai orang-orang beriman, hal yang sama perlu kita lakukan dalam hubungan dengan doa-doa kita. Kita berdoa bukan karena kita membutuhkan sesuatu tetapi karena kita percaya bahwa Tuhan memahami situasi kita dan Dia akan menolong kita dengan caraNya. Kegagalan yang kita alami dan tidak terkabulnya doa kita mestinya dijadikan bahan untuk mengevaluasi diri sudah seserius apa kita bekerja dan sudah sejauh mana kita melibatkan seluruh diri dan segenap hati kita saat kita berdoa. Tuhan tidak pernah menutup mata terhadap usaha kita, kitalah yang kadang tidak berusaha untuk melihat tangna kasihNya yang selalu terulur untuk menolong kita.

“Biarkan kerja anda menjadi doa anda dan doa anda menjadi jiwa kerja anda”
[ back ]