Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 12-11-2010 | 20:55:48
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : TUGAS ADALAH KEPERCAYAAN
Lukas 16:1-8,Jumat, 5 Nopember 2010

Apa yang sangat berharga dalam hidup anda? Tentu ada banyak jawaban untuk pertanyaan yang satu ini. Pernahkah kita berpikir bahwa kepercayaan adalah salah satu harta yang paling bernilai? Tidakkah anda tahu bahwa hilang kepercayaan berarti hilang segalanya? Setiap orang ingin dipercaya walaupun mungkin dia sedang menipu dan masing-masing kita mau dikatakan sebagai orang yang sungguh bertanggungjawab. Satu hal yang perlu kita sadari adalah keinginan kita ini mesti dibarengi dengan pembuktian bahwa kita memang orang yang dapat dipercaya dan kita sungguh orang yang bertanggung jawab. Ini berarti punya keinginan saja tidak cukup, kita bukan sedang berteori; kepercayaan tidak lahir dari kata-kata kita tetapi dari hidup dan apa yang kita lakukan dalam dan untuk sebuah kebersamaan. Perlu pula disadari bahwa walaupun kepercayaan dan tanggung jawab adalah dua hal yang berbeda tetapi keduanya tidak harus dipisahkan. Keduanya, yang satu mempengaruhi-menghadirkan yang lain. Dipercaya tidaknya seseorang bergantung dari bertanggung jawab tidaknya dia terhadap tugas yang diterimanya. Ia dipercaya karena ia menjalankan apa yang diserahkan kepadanya dengan penuh tanggung jawab. Sebaliknya tanggung jawab merupakan kunci untuk membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan tidak disia-siakan. Menjalankan sesuatu dengan penuh tanggung jawab dapat meyakinkan yang lain bahwa kita patut dipercaya. Banyak kali kita kurang dipercaya karena kita kurang bertanggung jawab. Sebaliknya mimpi kita tentang hari esok yang lebih baik tidak dapat terwujud karena kita tidak/kurang melihat bahwa tanggung jawab adalah kunci untuk dipercaya.

Dalam hubungan dengan kepercayaan, sebagai orang-orang beriman, kita semua tahu bahwa kerajaan Allah, kebahagiaan diperuntukkan bagi mereka yang bertanggung jawab dan jujur bukan bagi mereka yang licik. Untuk menikmati suasana kerajaan Allah, kepada kita diberi segala kemungkinan dan kemudahan; potensi yang ada pada diri, peluang yang harus diartikan dan kepercayaan yang adalah modal. Dan tanggung jawab selalu dihubungan dengan sejauh mana kita menggunakan potensi yang ada pada kita untuk menjawabi situasi dan bagaimana kita mengartikan setiap peluang yang ada untuk merubah kisah hidup ini. Untuk itu kita mesti menyadari bahwa apa saja yang kita terima dan bagaimana kita menggunakannya satu saat mesti dipertanggungjawabkan. Dinikamati tidaknya suasana kerajaan Allah, kebahagiaan bergantung dari bertanggungjawab tidaknya kita terhadap semuanya itu. Ini berarti diri kitalah yang menjadi kunci segalanya. Bila kita bertanggungjawab, suasana kerajaan Allah, kebahagiaan bukanlah satu yang mustahil untuk dialami, bila sebaliknya kita kurang bertanggung jawab maka kitalah yang menjadi penyebab melebar jarak antara kita dengan suasana kerajaan Allah, kebahagiaan itu. Kisah bendahara yang tidak jujur menyajikan bahwa yang ditunjukkan oleh bendahara itu bukanlah tanggung jawab tetapi kelicikan dalam mempermainkan data. Satu kebaikan yang dilakukan untuk mengalabui sesama adalah penipuan. Dan bila itu dilakukan untuk menyela-matkan diri sendiri, ini satu bentuk pengkhianatan; kelihaiannya membuat dia lolos tetapi di saat yang sama ia sedang mengkhianati kepercayaan yang diterimanya. Kisah ini mengisyaratkan bahwa kepercayaan adalah sesuatu yang bernilai dalam hidup sehingga perlu dihargai, “sekali lancung ke ujian seumur orang tak percaya”. Kisah ini juga mengisyaratkan bahwa berada di dekat uang atau apa saja yang punya nilai, kita mesti waspada karena kita cenderung tergoda untuk berlaku tidak jujur. Selain itu, bukan saja mereka yang berada dekat dengan uang yang perlu waspada tetapi juga kita yang memiliki aneka potensi dalam diri karena ada kemungkinan kita menyalahgunakan semua yang ada pada kita bukan demi kebaikan. Kita bisa gagal mencapai apa yang diharapkan karena kita tidak memanfaatkan kepercayaan yang diberikan sebagai peluang untuk membuktikan diri bahwa kita dapat dipercaya. Kita mau dipercaya tetapi kita tidak dapat membuktikan bahwa kita dapat dipercaya. Kita lebih melihat kepercayaan yang diberikan sebagai hak bukan sebagai kewajiban yang harus dipertanggungjawabkan sehingga kita lebih menuntut terpenuhinya hak kita ketimbang melihat apa kewajiban kita di balik hak yang diklaim sebagai milik kita.

Anda dan saya, kitalah orang-orang yang dipercaya untuk mengolah dunia ini, mengubahnya menjadi ladang kebahagiaan di mana suasana kerajaan Allah sudah harus dapat kita alami sekarang dan di sini. Kepercayaan ini mesti dibarengi dengan rasa tanggung jawab. Kalau kita mau dipercaya dan sungguh bertanggung jawab, kelicikan mesti dijauhkan dan kewaspadaan dalam menggunakan apa yang ada pada kita perlu ditingkatkan. Hidup kita tidak mesti berakhir dengan kegagalan, kita masih diberi peluang untuk menata sikap kita berhadapan dengan semua potensi yang ada pada kita dan menyalakan kembali api tanggung jawab kita yang mulai pudar. Kita masih ingin dipercaya dan kita hanya bisa dipercaya kalau kita mampu membuktikan bahwa kita dapat dipercaya.

“Anda boleh kehilangan apa saja tetapi jangan pernah kehilangan kepercayaan karena kepercayaan adalah kunci untuk menemukan kembali apa yang hilang dari hidup anda”.
[ back ]