Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 21-07-2010 | 20:30:55
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : ‘HATI-HATI TERHADAP AKTIVISME’
Minggu, 18 Juli 2010,Lukas 10:38-42

Saya tidak tahu apakah anda bangun pagi dengan penuh keceriaan atau walaupun masih pagi tetapi kepala anda sudah dipenuhi dengan berbagai hal yang harus dituntaskan hari ini. Tuntutan hidup ini memaksa kita untuk menyibukkan diri kalau kita sendiri mau bertahan hidup. Dan kesibukan ini dilandasi dengan aneka motivasi. Ada orang yang menyibukkan diri hanya untuk memberi kesan bahwa dia bukan penggangguran, ada yang menyibukkan diri dengan tujuan memenuhi kebutuhan hidup hariannya dan ada lagi yang menyibukkan diri hanya untuk mengusir rasa bosan ataupun untuk memenuhi kewajibannya. Di satu sisi kesibukan ini dapat membawa kita kepada apa yang kita harapkan, di sisi lain, karena begitu sibuk kita lupa akan apa yang penting bagi hidup kita dan menjadikan kita tidak jauh bedanya dari sebuah robot. Kita tidak menikmati apa yang kita kerjakan dan terkadang kita menggunakan kesibukkan kita sebagi alasan untuk membebaskan kita dari kewajiban kita yang sebenarnya. Kita begitu sibuk mengejar apa yang kita impikan lalu lupa bahwa kadang kita butuh waktu untuk berdiam diri, menyadari dunia kita, memahami kehadiran yang lain, menikmati apa yang kita kerjakan. Ba-nyak komunitas hidup bersama tidak lagi menjadi gambaran yang baik bagaimana hidup bersama yang diimpikan karena anggota-anggotanya semakin individualistis, mengejar popularitas pribadi dan meninggalkan misi bersama. Mengatasnamakan komunitas untuk memasyhurkan diri sendiri. Hidup dalam kebersamaan untuk kepentingan pribadi dan tidak jarang kebersamaan dikorbankan demi kesenangan diri. Hidup kita ibarat sebuah kapal yang selalu mengarungi lautan tetapi tidak pernah tahu bahwa air laut yang mengapungnya asin rasanya.

Ada dalam kebersamaan dan mau mengartikan kehadiran kita dalam kebersamaan, kita mesti melakukan sesuatu. Tetapi di sini, kita perlu berhati-hati terhadap aktivitas yang berlebihan-aktivisme. Ini berarti kita perlu melihat ataupun membuat gradasi nilai dari setiap aktivitas yang kita jalankan. Mengapa kita perlu mewaspadai hal ini? Karena aktivisme dapat dan mungkin juga secara perlahan tetapi pasti merubah peran manusia menjadi robot, di mana kita tidak lagi menikmati apa yang kita lakukan, manfaatnya bagi diri ataupun sesama, kita tidak punya waktu untuk diri sendiri, tidak punya kesempatan untuk mengevaluasi diri dan nilai kebersamaan diabaikan, kita seperti kapal yang tidak menyadari bahwa laut yang mengapungnya asin rasanya. Dan begitu sering, kita cenderung menilai sesama bertolak dari diri kita sendiri, kita menjadikan diri kita sebagai standar hidup orang lain. Tidak jarang kita begitu aktif di luar sampai kita lupa akan tugas kita di rumah sendiri sehingga mungkin saja kita begitu populer di luar rumah tetapi tidak banyak berarti di rumah sendiri, ujung-ujungnya kita menjadi asing bagi orang-orang yang seharusnya kita dekati dan kita sendiri asing bagi diri sendiri. Banyak anak yang terlantar nasibnya, kurang diperhatikan karena orang tuanya lebih banyak mencurahkan perhatiannya pada usaha mengejar materi dan kedudukan. Di sini kehadiran kita dalam keber-samaan dan apa yang kita lakukan punya nilai yang sama. Kadang orang lebih membutuhkan kehadiran kita ketimbang apa yang kita lakukan untuk mereka. Hal ini, jelas terlihat dalam kisah Yesus, Marta dan Maria. Marta begitu sibuk menyiapkan meja sedangkan Maria duduk dan men-dengarkan Yesus. Dalam kisah ini, Yesus tidak melihat sesuatu yang buruk dari apa yang dilakukan Marta ataupun meremehkannya, Dia hanya mau menandaskan bahwa perlu dijaga keseimbangan antara aktivitas kita dan pencarian waktu luang untuk mendengarkan dan menyadari kehadiran orang lain karena kita tidak hidup sendiri dan kita tidak hidup untuk diri sendiri. Kita harus kerja untuk bisa hidup tetapi hidup tidak hanya bergantung semata-mata dari apa yang kita kerjakan. Kita juga butuh waktu untuk mendengar entah diri sendiri atau orang lain demi perkembangan diri kita. Tenggelam dalam kerja membuat kita lupa diri dan kehadiran sesama. Karena itu aksi kita perlu diimbangi dengan kontemplasi, usaha untuk mengevaluasi sudah sejauh mana apa yang kita lakukan bermanfaat untuk diri dan sesama.

Tahukah anda bahwa di jaman ini peranan kita dalam kebersamaan dipertanyakan dan tidak sedikit pengikut kristus yang tengah kehilangan orientasi hidup; untuk apa ada dalam kebersamaan. Mencari Yesus adalah satu panggilan jiwa, bertemu dengan Dia, kita mesti bersedia menyebrang, meninggalkan pola hidup kita yang lama. Dalam penyebrangan itu motivasi diuji dan kesungguhan kita jadi jaminannya. Ada begitu banyak orang yang sedang berusaha untuk bisa mendengarkan Yesus ataupun tentang Yesus, kitalah orang-orang yang mesti mem-bawa mereka semakin dekat dengan Yesus. Kehadiran Yesus akan punya nilai tersendiri bagi kita sendiri di mana kehadiran kita berarti bagi sesama. Sanggupkah kita untuk tugas yang satu ini?

“Kita bukan robot, kita bekerja untuk bisa menikmati apa yang kita kerjakan karena itu berhati-hatilah terhadap aktivisme”.
[ back ]