Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 26-07-2009 | 10:25:40
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : “SIAPA YANG ANDA CARI?”
(Yoh 20:11-18, Rabu, 22 Juli 2009)

“Siapa yang anda cari?”, pertanyaan ini boleh jadi membuat kita tertegun dan menyadari bahwa sebenarnya setiap apa yang kita lakukan mestinya bertolak dari pertanyaan ini. Dia mesti hadir sebagai awal dan akhir dari satu tindakan; dia hadir untuk membuka mata kita, memberi satu orientasi yang jelas terhadap setiap aktivitas yang kita lakukan, setiap tindakan kita selalu bermuara atau tertuju pada satu titik dan membantu kita untuk mengevaluasi diri apakah kita sudah menemu-kan apa yang kita inginkan atau apakah apa yang kita dapatkan sudah sesuai dengan apa yang hendak kita raih. Kita bukan robot, kita adalah manusia berakal dan pertanyaan ini menyadarkan kita bahwa begitu sering kita berlaku seperti robot, bertindak tanpa memikirkan apa yang hendak kita capai, menabur tanpa memperhitungkan keadaan lahan dan hasil yang akan diperoleh. Hal ini terjadi boleh jadi karena rutinitas yang kita jalani atau mungkin karena kita cenderung mengarus; melakukan sesuatu karena orang lain juga melakukan hal yang sama. Inilah yang menjadi sebab mengapa kita sepertinya menabur di angin dan menuai dalam badai. Kalau kita tahu apa yang kita cari, hidup ini tidak akan serumit hidup yang sedang kita jalani, setiap rintangan akan dilihat sebagai peluang untuk menemukan jalan baru, setiap kegagalan akan menjadi cermin untuk berbenah diri dan setiap kesuksesan tidak akan membuat kita buta terhadap peran orang lain. Karena itu, tanyakan dirimu sebelum beraksi, ‘siapa yang saya cari?’

Masih ingatkah anda akan nama orang-orang yang pernah anda kenal? Saya tidak tahu apakah benar bahwa dengan mengingat nama, kita akan mengingat semua peristiwa dan kisah yang berhubungan dengan nama itu dan sebaliknya dengan mengingat peristiwa kita boleh jadi melupakan nama-nama tertentu karena ada banyak kisah yang sama dengan orang yang berbeda. Maria Magdalena adalah salah satu nama yang punya kaitan dengan karya Yesus dan punya kisah sendiri seputar peristiwa Paska. Hari ini kita memperingati pesta. Menyimak kisah hidupnya, kita mungkin bertanya mengapa dia punya tempat dalam kitab suci tetapi kembali kepada kenyataan hari ini, kita dapat menimbah banyak makna dari pribadi yang satu ini. Kehadirannya mengajarkan kita bahwa perubahan selalu mungkin bila orang mau beruubah, diberi kesempatan dan dibantu untuk berubah. Dia mengingatkan kita akan pesan Paska bahwa hidup baru hanya mungkin bila kita bersedia meninggalkan hidup kita yang lama dan lewat hidup dan karya kita sesama seharusnya bertemu dengan Yesus yang bang-kit. Kalau 2000 tahun silam, para murid harus bertemu dengan Yesus di Galilea, sekarang dan di sini, sesama harus bertemu dengan Yesus di Galilea kehidupan harian kita. Dia juga mengingatkan kita bahwa Paska tidak berarti karena kubur yang kosong atau batu penutup yang sudah terguling, Paska mesti merupakan perayaan perubahan; ada perubahan dalam hidup dan relasi kita dengan yang lain. Karena perubahan inilah yang menjadi bukti/saksi berpengaruhnya perayaan ini terhadap hidup kita sebagai orang-orang beriman. Merayakan paska tanpa mengusahakan adanya perubahan dalam hidup, paska tidak jauh berbeda dari sebuah sandiwara; kita cuma memainkan peran orang lain tanpa menampilkan kesejatian diri kita, tanpa membiarkan tokoh-tokoh yang ditampilkan di atas pentas perayaan itu menjadi cermin hidup kita. Pertanyaan Yesus kepada Maria Magdalena, ‘siapa yang engkau cari?’, mengundang dia untuk bertanya diri, menemukan jawaban pada diri sendiri, siapa yang dicari dalam hidup ini sebagai orang-orang beriman. Pertanyaan ini hendak membawa Maria Magdalena, kita kembali kepada orientasi hidup kita yang sebenarnya sebagai orang-orang beriman. Perayaan paska mesti membawa perubahan pada orientasi hidup kita; hal-hal duniawi mestinya dilihat sebagai jalan, sarana untuk menghantar kita kepada hal-hal ilahi, kehadiran kita mesti membawa sesama untuk bertemu dengan Tuhan yang hidup. Kitalah yang makan dan minum bersama Kristus yang bangkit karena itu hidup dan kehadiran kita mesti menjadi saksi/bukti bahwa paska, perayaan ini punya pengaruh dalam hidup kita. Kitalah yang mesti merasa terpanggil untuk menghapus ataupun menghentikan tangis mereka yang berada di sekitar kita. Banyak orang sedang menangis karena kehilangan orientasi hidup ataupun karena disesatkan oleh hidup tanpa orientasi, kitalah yang harus meyakinkan mereka bahwa perubahan selalu mungkin bila kita tahu untuk apa kita hidup dan siapa yang kita cari dalam hidup ini. Biarkan lewat perubahan hidup kita, seperti Maria Magdalena, mereka dapat berkata, ‘kami telah bertemu dengan Tuhan yang bangkit’.

“Siapa yang kamu cari”, pertanyaan ini hendaknya menjadi pertanyaan penuntun setiap langkah yang kita pahatkan, mengingatkan kita akan apa yang mesti kita lakukan dalam hidup ini sebagai orang-orang beriman. Ke manapun kita pergi dan apapun yang kita lakukan, kita adalah saksi-saksi hidup di mana dari diri kita sesama dapat belajar bagaimana seharusnya hidup sebagai orang-orang beriman atau lewat hidup dan karya kita, sesama dapat bertemu dengan Yesus yang bangkit. Dis sekitar kita ada begitu banyak orang yang sedang menangis, kitalah yang mesti merasa terpanggil untuk menghentikan ataupun menghapus air mata mereka. Semoga dengan membiarkan perayaan paska yang kita rayakan menjadi jiwa langkah laku kita, mereka yang bertemu dengan kita dapat mengatakan, ‘kami telah melihat Tuhan yang bangkit’.

[ back ]