Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 18-07-2009 | 10:39:41
By : P. Erminold Manehat, SVD
Theme : “MENYEPILAH”
(Markus 6:30-34, Minggu, 19 Juli 2009)

Pernahkah anda berpikir bahwa menyepi-diam sejenak sangat berarti bagi makhluk yang bernama manusia. Kita bergerak dari satu kegiatan ke kegiatan lain, kita lupa bahwa diri kita pun butuh saat hening, menyepi. Diam-menyepi dapat melahirkan aneka pandangan. Sikap ini boleh jadi mengisyaratkan tidak adanya kehidupan, takut menghadapi kenyataan tetapi bisa juga menjadi tanda bahwa awal suatu hidup baru sedang dimulai. Ketika kita diam, diamnya kita akan membuat orang betanya-tanya, mengapa tiba-tiba saja kita jadi pendiam, berubah sikap, rumah yang biasanya riuh rendah dengan teriakan dan tawa anak-anak tiba-tiba menjadi sunyi-sepi. Kata orang dasar sebuah anak sungai hanya bisa terlihat jelas bila airnya tenang dan jernih. Kita hanya dapat berkaca diri pada permukaan air yang tenang. Dengan menyepi dan berada dalam diam kita akan menemukan banyak hal. Detak jantung kita hanya bisa dirasa ketika kita berada di saat-saat hening. Anak manusia dirajut dalam diam. Bunga-bunga dengan pesona kein-dahannya tumbuh, mekar dan gugur dalam diam. Rasa cinta dengan pengaruhnya yang dahsyat dan sulit dideteksi kapan mulainya merajut sutranya dalam heningnya sebuah hati. Jutaan lukisan indah tercipta di atas kanvas sebuah keheningan, ribuan syair yang mengusik nubari terangkai dalam diam. Matahari terbit dan terbenam dalam diam, anak sungai mengalir dari hulu ke muaranya dalam diam. Allah yang kita imani mengadakan segalanya dari ketiadaan dalam diam.

Saya tidak tahu apakh kita pernah meluangkan waktu untuk menyendiri? Apakah ada dalam pikiran kita bahwa menyepi, diam sejenak penting dalam hidup. Laut hidup yang kita layari dengan segala riak dan gelombang kesibukan telah membuat hidup ini menjadi semakin sulit dijalani. Hitunglah berapa banyak keluarga yang sedang diincar keretakan karena perhatian terhadap karier men-dominasi keseharian mereka. Dan urusan keluarga hanyalah garansi ketika orang menemui jalan buntu. Coba teliti alasan mengapa kenakalan remaja semakin meningkat dan kekerasan terhadap anak-anak hampir sebanding dengan lajunya perkembangan perkotaan. Kita begitu sibuk lalu lupa bahwa kita butuh waktu untuk bermenung, mengevaluasi apa yang telah sukses kita raih dan sisi mana yang mesti diberi porsi perhatian yang lebih. Markus berkisah bahwa ketika murid-muridNya kembali dari perutusannya, Yesus mengumpulkan mereka dan mengajak mereka untuk menyepi. Alasan Yesus jelas, para murid diberi kesem-patan untuk melihat kembali semua pekerjaan yang sudah mereka lakukan; keber-hasilan dan kegagalannya, mencari dan menemukan jalan bagaimana memper-tahankan keberhasilan yang diraih dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kegagalan yang mereka alami. Selain itu ajakan Yesus ini hadir karena Yesus tidak mau para muridNya tenggelam dalam kesibukan dan lupa akan dirinya lalu kehilangan orientasi, bangga akan diri lalu lupa bahwa mereka masih berada dalam dunia nyata. Mereka butuh menyepi untuk melihat sudah sejauh mana efektivitas kehadiran dan karya mereka, pengaruh karya mereka terhadap diri dan sesama. Dengan menyepi, mereka dibantu untuk melihat dengan jelas apa yang sedang mereka hadapi, mereka diberi kesempatan untuk bisa merasakan apa yang dirasakan dan dirindukan oleh sesamanya. Diam-menyepi membantu kita meredam dahsyatnya gelombang emosi. Terkadang kita kelihatan begitu sibuk atau berbuat seolah-olah roda dunia tidak dapat berputar tanpa kehadiran kita, kita ingin merangkul semua tugas dalam genggaman kita lalu lupa bahwa jari tangan kita hanya sepuluh dan genggaman tangan kita tidak terlampau besar. Padahal kita hanya bisa memberikan jawaban yang tepat terhadap kebutuhan situasi bila kita mengambil jarak darinya untuk mengetahui apa maunya. Ketika mereka mendarat, melihat banyak orang yang mencari mereka, Yesus prihatin dan mengajar mereka banyak hal tentang hidup.

Betapa pentingnya menyepi dari kebisingan kehidupan. Banyak peristiwa yang telah dikisahkan terjadi dalam diam dan banyak kisah yang telah jadi peristiwa itupun diam. Diam-menyepi itu dahsyat, di sana 1001 kisah bisa dihadirkan. Diam-menyepi itu hulu dan muaranya hidup. Banyak hal telah terjadi dan tercipta dalam diam. Saudara, untuk merasakan pengaruhnya, tinggalkan apa yang sedang anda kerjakan, diamlah sejenak, dengarlah apa yang sedang terjadi di se-keliling anda…..cintailah saat diam-menyepi …karena dalam diam-menyepi anda dapat merekam denyut jantungmu, denyut kehidupan…..

[ back ]