Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 17-03-2010 | 22:38:06
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : ‘JADILAH SEORANG NIKODEMUS’
Yoh 7:40-53,Sabtu, 20 Maret 2010

Saya tidak tahu dari mana anda berasal walaupun asal-usul sering menjadi topik perdebatan menarik tetapi terkadang mengundang konflik. Kita perlu mengetahui secara jelas identitas seseorang tetapi masalah identitas tidak boleh dijadikan alasan untuk menolak sesama. Kita cenderung mempermasalahkan identitas sesama sebagai cara untuk mengabaikan apa yang baik yang mereka lakukan. Apa artinya memiliki identitas yang jelas tanpa hidup yang jelas. Kita punya identitas yang jelas; nama kita adalah nama para santo dan santa tetapi hidup kita sering membingungkan, kita tidak menampakkan nilai-nilai kekristenan yang seharusnya kita hidupi. Hidup kita jauh lebih buruk dari mereka yang identitasnya tidak jelas bahkan sebaliknya hidp mereka lebih baik dari hidup kita. Ini berarti yang terpenting bukan soal identitas tetapi masalah bagaimana kita berusaha untuk hidup sesuai dengan identitas kita. Hidup dan apa yang kita lakukan bagi kebersamaanlah yang perlu kita permasalahkan. Karena hidup kitalah yang akan berceritera banyak tentang siapa kita. Kita harus menunjukkan bahwa kita bukan cuma manusia berlabel tetapi sungguh-sungguh pribadi yang khas dengan pengaruh yang khusus pula. Di sisi lain ada bahaya bahwa kita menyibukkan diri untuk mempersoalkan identitas sesama lalu kita lupa bahwa dari kitapun dituntut untuk menunjukkan identitas diri yang jelas.

Asal-usul tanpa kita sadari telah menciptakan kecenderungan kita untuk membedakan ataupun mempertajam “orang luar” dan “orang dalam”. Kecenderungan ini lebih banyak memecah belah ketimbang mempersatukan. Di sini, kita tidak lagi bertindak obyektif dan bisa saja terjadi sikap ini menggiring kita untuk merubah pola pelayanan kita di mana kita bergerak dari pelayanan publik kepada pelayanan terhadap kelompok. Karena lebih melihat dari mana seorang datang, kita akhir mengabaikan apa yang baik yang mereka lakukan. Tidak heran bila hal ini mempersubur sukuisme dan eksklusivisme, mematikan semangat persaudaraan dan memperbanyak soal yang ada; kepentingan kelompok diutamakan dan kepentingan umum dimanipulasi atau diabaikan. Di sisi lain; kita menilai sesama bukan lagi berdasarkan apa yang mereka lakukan tetapi bergantung pada dari mana mereka datang. Karena itu di ambang berakhirnya masa puasa ini, kita diajak untuk membaharui pola pandang kita terhadap sesama, kita mesti menjauhi cara berpikir orang-orang Yahudi yang suka mempersoalkan dan menjadikan asal-usul untuk menolak sesama; mempersoalkan apa yang tidak perlu dipersoalkan. Sebaliknya kita perlu mengikuti dan menghidupi sikap Nikodemus yang lebih melihat apa yang dilakukan Yesus dan berusaha menghidupi apa yang dihidupi Yesus, ketimbang mempersoalkan asal-usul Yesus hanya untuk mendapatkan alasan menolak Dia ataupun sesama. Mengapa kita harus mempesoalkan asal-usul seseorang kalau kita dapat belajar darinya bagaimana seharusnya hidup dalam kebersamaan dan bagaimana seharusnya mengartikan kehadiran kita di sana. Tidak mengetahui identitas seseorang tidak akan menimbulkan banyak soal tetapi mengabaikan kebaikan oranag karena mempersoalkan asal-usulnya kita akan menghadapi banyak soal. Dan kita justeru sedang mengahdapi aneka soal dalam hidup yang singkat ini karena kita membuang banyak waktu untuk mempersoalkan asal-usul sesama ketimbang membuka diri terhadap apa yang baik yang ia lakukan. Begitu sering kita menolak sesama bukan karena mereka melakukan kejahatan tetapi karena kita tahu siapa mereka; pengetahuan kita akan diri mereka kita jadikan alasan untuk menolak mereka bahkan lebih jauh dari itu kita justeru berusaha menyingkirkan mereka. Alasan dasar mengapa kita lakukan kita adalah kita kurang rendah hati, kita tidak punya kesediaan untuk mengakui keunggulan sesama, padahal dari sesama kita dapat belajar menjadi diri kita sendiri.

Kita mengharapkan ceritera hidup ini berubah. Harapan ini hanya mungkin menjadi kenyataan kalau pola pandang kita terhadap sesama kita rubah; kita harus lebih melihat apa yang mereka lakukan ketimbang mempersoalkan dari mana mereka datang. Karena selalu ada kemungkinan dari setiap kita datang sesuatu yang baik. Mengakui keunggulan sesama memberi kita kemungkinan untuk menjadi jauh lebih baik tetapi menutup mata terhadap kebaikan sesama membuat ceritera hidup ini sulit berubah. Kita bukan Nikodemus, orang yang lebih melihat perbuatan baik Yesus ketimbang mempersoalkan asal-usul Yesus tetapi sikapnya akan menjadi sikap kita bila kita mau belajar dari kebaikan sesama ketimbang mempersoalkan dari mana mereka datang. Rubahlah pola pikir anda tentang sesama dan ceritera hidup ini punya kemungkinan untuk berubah.

"Jangan persoalkan apa yang sebenarnya tidak perlu dipersoalkan, bukalah hati anda untuk belajar dari keunggulan sesama".
[ back ]