Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 14-03-2010 | 20:12:34
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : ‘KEHADIRAN ANDA PUNYA ARTI’
Yoh 4:43-56, Senin, 15 Maret 2010

Anda bukan seorang pelukis tetapi mungkin saja rumah anda dipenuhi aneka lukisan karena anda seorang pencinta keindahan dan seni. Sekarang coba pandangi satu per satu lukisan dan gambar yang melekat pada dinding rumah anda dalam ben-tuknya yang aneka. Sesudah itu ada pertanyaan yang mesti anda jawab, “Pernahkah anda mengamati dari dekat garis dan warna yang membentuk lukisan ataupun gambar-gambar tersebut? Lihatlah, gambar dan lukisan itu disulam dalam aneka garis dan warna. Bila kita sungguh jeli, kita akan menemukan kenyataan bahwa indahnya lukisan atau gambar-gambar itu bukan karena mereka dibentuk hanya oleh satu warna tetapi karena mereka disulam dalam paduan aneka warna. Di sana setiap garis punya arti dan setiap warna punya nilai. Ada guratan yang begitu halus dengan polesan warna yang tipis, ada garis yang cukup tebal dengan warna yang menyolok mata; perpaduan antara yang garis dan warna itulah yang melahirkan keindahan lukisan itu. Bila kehadiran garis dan warna itu, memberi arti tertentu bagi lukisan dan gambar itu, kitapun mesti menyadari bahwa dalam kebersamaan kehadiran kita dapat memberi warna yang khas dan arti tertentu bagi kebersamaan itu. Tetapi semuanya ini hanya mungkin bergantung dari motivasi kita untuk hadir dalam kebersamaan kita dan apa yang kita lakukan di sana untuk diri dan kebrsamaan itu.

Manusia dan lukisan adalah dua hal berbeda tetapi dalam hal tertentu keduanya dapat dipertentangkan. Kalau gambar dan lukisan tidak hanya mengisi ruang kosong pada dinding rumah kita, demikian halnya dengan kehadiran kita dalam satu kebersamaan. Kalau kehadiran lukisan dan gambar itu. Yohanes berkisah, ketika Yesus tiba di Galilea, Ia disambut gembira dan dari sana Ia menyebrang ke Kana tempat Ia merubah air jadi anggur. Berita tentang kedatangan Yesus memunculkan satu pekerjaan baru bagiNya, Ia diminta untuk menyembuhkan anak seorang pegawai istana. Karena imannya, orang itu mendapatkan apa yang ia harapkan; anaknya sembuh. Dari kisah ini ada beberapa hal yang dapat kita petik untuk memberi warna yang khas bagi kehadiran kita sendiri. Pertama, disadari ataupun tidak kehadiran kita sebenarnya berefek ganda; bisa positif/diterima, bisa juga negatif/ditolak bergantung dari bagai-mana kita membawa diri, memberi arti bagi kehadiran kita dan juga ditentukan oleh suasana batin orang-orang yang dengannya kita berhadapan. Untuk itu kita perlu belajar dari Yesus. Di mana Dia hadir di sana orang merasakan keba-ikan-menjadi baik, jauh lebih baik, menemukan kembali jati dirinya, api kepercayaan diri mereka kembali bernyala dan cinta mereka yang tengah mengalami musim gugur kembali memasuki arena musim semi. KehadiranNya menjembatani mereka yang terbuang untuk kembali mengambil bagian dalam irama kehidupan bersama. Bertemu dengan selalu membawa perubahan dalam hidup entah karena orang disadarkan ataupun menyadari betapa pentingnya sebuah perubahan. Karena percaya, pegawai istana itu memperoleh apa yang ia harapkan; harapannya diberi jiwa baru-anaknya sembuh. Ia datang menyadarkan orang untuk mengenal siapa dirinya dan dalam situasi mana mereka berada, membangun kembali rumah kerendahan hati yang hancur oleh kesombongan, ‘Tuhan datanglah sebelum anakku mati’. Kedua, Yesus selalu melihat dan mengutamakan kebutuhan orang lain. Mungkin saja waktu itu, Ia masih lelah karena perjalanan tetapi hal ini tidak dihiraukanNya melihat situasi orang yang meminta bantuanNya. Yesus siap menolong mereka yang sangat membutuhkan uluran tanganNya tanpa memperhitungkan untung rugi, tanpa harus menggelisahkan orang yang mau ditolong. Ketiga, disebutnya nama tempat dalam kisah ini hendak menegaskan bahwa di mana saja kita berada di sana adalah tugas kita untuk membawa perubahan dalam hidup sesama. Bagaimana dengan kehadiran kita dalam kebersa-maan? Ternyata kehadiran kita masih perlu dievaluasi dan ditata ulang. Di mana kita hadir di sana banyak soal muncul; sesama kehilangan kepercayaan diri, bingung dengan jati dirinya, jurang pemisah semakin diperlebar karena kita cenderung mempertajam perbedaan, yang sehat jadi sakit, yang rendah hati jadi angkuh dan yang membutuhkan pertolongan dimanipulasi kemalangannya. Masih mungkinkah keha-diran kita berarti?

Kehadiran anda punya arti, merupakan peringatan sekaligus himbauan; ada kekurangan yang mesti dibenahi dan ada peluang untuk memberi nilai tambah bagi kehadiran kita di antara yang lain, yang tidak boleh diabaikan. Yang terpenting buat kita adalah menyadari situasi diri kita dan mereka yang ada di sekitar kita. Pegawai istana ditolong karena ia sendiri tahu situasinya dan membuka diri untuk menerima pertolongan dari yang lain. Kita sulit disembuhkan karena kita tidak menyadari situasi diri kita, belum punya kerelaan dan kesediaan untuk disembuhkan. Kunci dari segalanya adalah apakah kita memiliki keterbukaan dan kerendahan hati atau tidak. Kita bukan pegawai istana tetapi boleh jadi situasi kita tidak jauh berbeda dari situasinya, kita perlu ditolong. Kalaupun tidak, kita punya tugas; di mana saja kita berada di sana kita mesti membawa perubahan dalam hidup sesama sebagai bukti bahwa kehadiran kita punya arti.

“Kehadiran kita punya arti kalau kehadiran kita membawa perubahan dalam hidup sesama”.
[ back ]