Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 04-01-2010 | 19:41:13
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : ‘IKUTSERTAKAN TUHAN DALAM PERAHU HIDUPMU’
Mrk 6:45-52, Rabu, 6 Januari 2009

Hidup ini kadang sulit kita mengerti. Kitga mengharapkan lain yang terjadi justeru sebaliknya; kita mau apa yang kita lakukan dihargai orang lain tetapi yang kita dapatkan justeru membuat kita frustrasi, usaha kita sepertinya tidak diapresiasi, diabaikan. Mengpa hal itu terjadi? Karena kita tidak siap untuk kecewa pahadal kita sudah harus tahu bahwa tidak selamanya yang baik yang kita lakukan akan mendapat tanggapan yang baik. Kadang orang hanya memperhatikan kita saat mereka membutuhkan kita lalu sesudah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan kita sudah tidak lagi mendapat tempat utama dalam hidup mereka. Sering kita begitu merasa iba terhadap nasib sesama tetapi mereka sendiri tidak pernah merasa membutuhkan keprihatinan kita, mereka sendiri tidak mau ditolong. Inilah gambaran ataupun pelangi perjuangan kita dengan satu keyakinan bahwa yang ingin hidup harus berjuang dan yang berjuang dijamin akan hidup. Dan perjuangan menempatkan manusia dalam pasang surut kehidupan yang datang silih berganti; suka dan duka, sedih dan gembira, tawa dan tangis, sukses dan gagal, perang dan damai. Anehnya, bila segalanya berjalan mulus, tidak ada keluhan dan saat itu diri kita jadi pusat, peran sesama ditiadakan. Di saat-saat penuh bunga itu, Tuhan tak pernah dipikirkan, Dia bahkan tidak disertakan. Tetapi bila pengembaraan dihadang hujan penderitaan dan badai kesusahan, Tuhan diminta untuk turun tangan, keha-diranNya dipertanyakan, sesama menjadi penting baik sebagai penolong maupun sebagai kambing hitam penderitaan kita. Kenyataan ini membuktikan bahwa sikap kitalah yang berubah, Tuhan tetap sama dan Ia akan selalu hadir dalam situasi apapun disadari ataupun diabaikan.

Ikutsertakan Tuhan dalam perahu hidupmu, satu himbauan sekaligus kritik atas kecenderungan manusiawi kita. Manusia adalah makluk yang membuat sejarah. Dalam perjalanan mengukir sejarah hidupnya, begitu sering kehadiran Tuhan dilupakan. Lihat saja mengapa kita menghadapi begitu banyak soal dalam hidup? Karena kita tidak mengikutsertakan Tuhan saat kita membuat sejarah. Ada sementara orang yang menganggap kehadiran Tuhan menghalangi apa yang mereka inginkan. Tuhan terlalu memberi banyak aturan. Dan aturan-aturan ini lebih dilihat sebagai rintangan bukan sebagai jembatan menuju perwujudan impian kita. Tuhan dituntut hadir saat impian kita gagal menjadi kenyataan bahkan lebih dari itu, begitu sering kehadiran Tuhan dipertanyakan. Dan Dia sellau berada pada posisi yang salah; tidak adil dan tidak punya belas kasihan. Sebaliknya bila Tuhan kita ikutsertakan, ceriterea hidup ini akan jadi lain. Kita akan memahami bahwa Tuhan tidak pernah menjanjikan laut yang tenang tetapi Ia menyediakan pelabuhan yang aman bagi mereka yang menggantungkan hidupnya pada penyertaanNya dan selalu mengikutsertakan Dia selagi mereka mengarungi laut hidup ini. Iman kita seperti Petrus. Kita begitu bersemangat hanya pada awal tetapi bila ditantang kita mudah berubah sikap; kembali kepada hidup kita yang lama. Begitu juga dengan kehadiran sesama yang lebih sering dianggap remeh ketimbang dianggap sebagai penopang hidup kita. Mereka hanyalah kotak P3K dalam hidup kita bahkan kalau mungkin dijadikan kambing hitam penderitaan kita. Di sisi lain, kehadiran kita dalam kebersamaan pun dipertanyakan. Nilai apa yang kita bagikan kepada sesama. Apakah seperti Yesus yang siap meredakan badai yang melanda kehidupan sesama atau sebaliknya menciptakan gelombang tak ramah bagi perahu hidup sesama. Yesus akan selalu hadir dalam situasi apapun, kita pun mesti demikian. Apapun situasi kita, Tuhan dan sesama tak boleh diabaikan, karena dengan cara mereka sendiri, mereka punya andil dalam hidup kita.

Hidup tak semudah yang kita bayangkan karena hidup tak pernah menjanjikan laut tanpa gelombang dan hari tanpa awan dan hujan. Sebagai orang-orang beriman, keberadaan kita tak dapat dipisahkan dari kehadiran Tuhan dan sesama. Siapakah kita dalam keseharian hidup kita? Yesus yang selalu siap membantu menenangkan badai dan gelombang hidup yang menimpah bahtera hidup kita, para murid yang melupakan kehadiran Yesus ataukah badai yang selalu mengusik kedamaian perahu hidup sesama? Satu hal yang perlu dicatat, ikutsertakan Tuhan setiap saat anda hendak melaut dan jangan tinggalkan Dia saat anda hendak membuat sejarah; menyebrangi laut hidup ini!

“Jangan abaikan kehadiran dan peran Tuhan dan sesama dalam hidupmu”
[ back ]