Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 21-12-2009 | 01:01:27
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : SELAMAT JALAN 2009....SELAMAT DATANG 2010

"Adakah kaurasakan apa yang sedang kurasakan, atau mungkinkah getaran per-pisahan ini tak sampai ke dinding hatimu? Bila tidak aku akan berbicara dengan laut walau tiada dermaga berangkatkan hatiku yang gundah. Bila tidak aku akan merintih di antara semak dan rumput liar, mungkin mereka lebih merasakan apa yang sedang kurasakan……”

Hari-hari terus bertukar, tanpa terasa kini kita berada di ujung sebuah hari di penghujung tahun 2009. Di tepi sungai kehidupan, kita mengamati kenangan demi kenangan mengalir pergi, tak pernah akan kembali. Di sana kita menemukan diri kita sebagai makhluk yang senantiasa menyebrang dari satu peristiwa ke peristiwa lain. Dan ternyata di ujung hari ini; ada banyak kisah yang telah diperistiwakan, ada banyak peristiwa yang sudah dikisahkan, ada kasih yang sudah dibagi, ada duka yang mesti ditangasi, ada kegagalan yang perlu disesali, ada sukses yang harus dirayakan dan hidup adalah anugerah yang mesti disyukuri. Banyak yang telah kita alami, tidak sedikit yang terlupakan karena ada kita yang terbatas dan tidak semuanya harus disimpan dalam tabung kenangan. Tidak sedikit peristiwa yang mempengaruhi ada kita; membuat kita tersenyum, memaksa kita merasakan sakit dan pahitnya hidup. Ada yang hadir karena kehendak kita, ada yang datang di luar keinginan kita. Inilah hidup yang mesti kita jalani, lorong yang harus kita tapaki, tantangan yang mesti kita hadapi, cinta yang harus dinikmati dan kepahitan yang mesti membuat kita dewasa.

Di tepi sungai kehidupan, kita mendengar gemercik air menyibak bebatuan, menyisir rerumputan. Di atas permukaan airnya yang bening, cobalah berkaca, melihat diri, kita telah banyak berubah, dibentuk tangan kehidupan. Satu demi satu, mereka yang kita temui dalam hidup perlahan-lahan mengambang di permukaan kenangan; wajah-wajah yang lekat dengan keseharian kita, orang-orang yang begitu sering menjadi tempat luapan kasih dan benci, tawa dan tangis, kepuasana dan kekecewaan kita. Dengan caranya yang khas, mereka telah menciptakan pelangi bagi kehadiran kita di antara yang lain; dalam dan melalui kehadirannya, kita menjadi kita seperti kita sekarang ini. Dalam perjalanan waktu, ada yang masih bersama kita menapaki lorong-lorong pengembaraan ini, mengais hidup di atas gerobak tidak kekal ini. Ada yang telah pergi, diambil tangan kehidupan dan tak akan pernah kembali lagi. Mereka telah menabur banyak kebaikan tetapi sang waktu tak menghendaki mereka menyaksikan suka cita ketika musim panen tiba. Tuhan, Engkau tahu mana tempat terbaik bagi mereka. Ampunilah kesalahan mereka dan berikan mereka ganjaran yang layak.

Di tepi sungai kehidupan itu di ujung hari ini, sambil mempermainkan jemarimu di atas permukaan air, hitunglah, buatlah neraca; banyak kesempatan yang dibiarkan berlalu tanpa diartikan, tidak sedikit kegagalan yang terjadi karena kesalahanku sendiri. Inilah yang membuat kisah hidup kita sulit berubah. Seandainya kita dapat menjejakkan kaki kita dua kali pada air yang sama, pasti ceriteranya akan lain. Tak terhitung dosa dan kesalahan yang kita buat entah disengaja ataupun tidak, yang masih meninggalkan luka di hati sesama. Sebelum tahun ini berlalu, dengan rendah hati, mohonlah maaf, semoga tangan sang waktu menyembuhkan luka ini, menyatukan kembali relasi kita yang retak. Dan Tuhan, Engkau yang setia menyertai pengembaraan kami tetapi begitu sering kehadiranMu kami abaikan. kami sadar, hanya karena kasihMu, kami bisa sampai ke titik ini dan boleh menyaksikan pertukaran sang waktu. Tuhan, syukur bagiMu atas anugerah ini.

Air terus mengalir dan di ujung hari ini, dalam wajahnya yang aneka, kita rasakan perpisahan ini memang pahit; merubah ruang pesta menjadi ruang penantian yang menggelisahkan; tertawa hanya memperbesar rasa gelisah, mengenang hanya memperlebar lahan kenangan, menangis cuma memperluas ruang duka, tangan kita tak kuasa menghentikannya. Hidup harus terus berlangsung dan waktu akan terus menga-lir, dikehendaki ataupun tidak kita pun harus beranjak pergi, melepaskan semua kenangan, menatap ke depan menyongsong tahun yang sedang datang; sebuah rimba kehidupan yang masih harus dijelajahi; sarat rahasia dan penuh teka-teki. Benar, perubahan yang tak kenal akhir ini adalah satu sumber keindahan dan penderitaan, menyokong pertumbuhan dan transformasi diri laksana dedaunan yang berjatuhan untuk memberi jalan bagi musim semi yang baru bertumbuh. Bersama dengan Tuhan yang kuimani dan sesama yang kukasihi, aku berharap dapat menebus segala hutang dan dosaku yang masih tersisa, membuat hidup jauh lebih baik di hari-hari yang akan datang sehingga uluran tangan yang kuberikan, ciuman yang kudaratkan adalah uluran tangan dan ciuman yang menjanjikan perubahan. Air terus mengalir pergi dan manusia yang telah berlangkah ke dalamnya juga akan terus bergerak…

Hari mendekati garis batas dan waktu akan bertukar......Ah pertemuan, mengapa cepat berlalu..... akankah terulang saat-saat penuh kenangan? Selamat jalan tahun 2009, selamat datang tahun 2010,.....Tuhan.....semoga hari-hari mendatangkan lebih baik dari hari-hari kemarin.

“ "Memasuki tahun baru dengan hati yang lama, tahun yang baru tidak akan banyak berarti dan perubahan sulit mendapat ruang gerak"
[ back ]