Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 21-12-2009 | 00:19:19
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : JADILAH CERMIN HIDUP BAGI SESAMA
Lukas 2:36-40, Rabu, 30 Desember 2009

Natal adalah satu pesta kelahiran baru, satu kesempatan di mana kita merumuskan kembali makna kehadiran kita di antara yang lain. Natal adalah saat emas di mana kita dapat melihat realitas yang ada dengan cara pandang yang ber-beda yang memungkinkan berubahnya ceritera hidup ini. Bila dihubungkan dengan aturan dan hukum yang berlaku, natal saat kelahiran baru merupakan saat di mana kita berusaha menempatkan kembali diri kita pada tempat yang sebenarnya di hadapan Tuhan. Hal ini hanya mungkin bila kita menyadari situasi diri kita. Mengapa hidup baru, ceritera hidup ini sulit berubah? Karena iman kita akan Tuhan belum dibiarkan menjiwai dan mempengaruhi hidup dan relasi kita dengan yang lain. Kita menamakan diri orang-orang beriman tetapi hidup dan laku kita masih jauh dari iman yang kita miliki. Kegiatan doa dan ibadah kita hanya berlaku pada waktu dan situasi tertentu, di luar ketertentuan ini, semuanya kita tanggalkan. Tuhan hanya dibutuhkan kehadiranNya di saat kita mengalami situasi sulit. Begitu sering kita hidup dan beraksi seolah-olah kita bukan orang beriman walaupun kita mengenakan nama para santo dan santa. Hidup kita belum berpesan, belum punya daya rubah entah itu bagi diri kita sendiri maupun bagi sesama. Hal yang sama menjadi jawaban mengapa kita harus menghadapi aneka soal dalam hidup.

Perayaan natal telah berlalu tetapi kita masih berada dalam masa natal, saat di mana pesan-pesan natal mulai menemukan wujudnya dalam keseharian kita, mempengaruhi relasi kita dengan dunia dan sesama. Masa ini mestinya dijadikan kesempatan untuk melihat sudah sejauh mana baptisan yang kita terima mempengaruhi dan menjiwai hidup kita. Sebagai orang-orang yang telah dibaptis dalam Kristus, kehadiran kita mestinya berdampak positif bagi sesama. Seperti para malaekat yang selalu membawa warta gembari atau para gembala yang karena kesederhanaannya diperbolehkan menyaksikan kelahiran Yesus, mestinya kehadiran kita dapat membawa sesama mengalami suasana natal, suasana kelahiran baru; manusia-manusia yang punya cara pandang yang baru terhadap dunia. Sesama bukan saja melihat bahwa kita berarti bagi mereka tetapi juga menyadari ataupun disadarkan bahwa mereka juga mempunyai nilai positif bagi orang lain, bagi kita. Kesalingan ini mesti menjadi warna utama dalam kebersamaan. Kehadiran kita memampukan mereka untuk merasa yakin bahwa mereka dapat melakukan sesuatu yang bernilai bagi kebersamaan. Apakah suasana ini sudah mulai terlihat dalam keseharian kita? Ataukah ketidakhadiran kita jauh lebih mengungtungkan dari pada kehadiran kita dalam kebersamaan. Kita ingin dinilai baik tetapi yang kita lakukan justeru sebaliknya. Kita ingin dipercaya tetapi kita sendiri tidak percaya diri bahwa kita dapat dipercaya. Kita ingin hidup dalam kebersamaan tetapi kita tidak tahu bagaimana hidup dalam kebersamaan itu. Sampai di sini, sikap hidup Hana dapat kita jadikan cermin. Ia diperkenankan untuk menyaksikan kehadiran Yesus karena hidup dan pengabdiannya kepada Tuhan. Kebergantungannya pada kasih setia Tuhan tidak tergoyahkan oleh pesona dunia. Dari kisah ini dan kisah hidup sang nabi perempuan ini, kita dapat belajar bahwa Tuhan hanya bisa ditemui oleh mereka yang setia kepadaNya di mana seluruh hidup mereka merupakan sebuah pencarian untuk menemukan pusat segala kehidupan, Ia hanya bisa dialami oleh mereka yang membiarkan kehadiranNya mempengaruhi hidup dan relasi mereka dengan Dunia. Dan Tuhan berpihak pada mereka yang setia pada hukum-hukumNya.

Natal adalah kesempantan untuk memberi makna bagi kehadiran kita di antara yang lain. Kita menginginkan hidup bahagia, mengalami kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Jalan untuk itu selalu hanya apakah kita bersedia untuk meng-ikutinya atau tidak. Bila kita mengalami kesulitan untuk menata hidup kita biarlah kita memupuk kesediaan untuk belajar dari sesama bagaimana kita dapat mengalami kehadiran Tuhan yang menyelamatkan. Bila kita tidak bisa jadi seorang Hana yang setia menggantungkan hidupnya pada kasih setia Tuhan biarlah kita memberi sedikit temat dalam ruang hati kita agar Tuhan bisa hadir di sana. Mungkin dengan cara ini kita dapat mengalami kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Hanya dengan jalan ini kelahiran baru menjadi mungkin.

[ back ]