Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 20-12-2009 | 23:14:20
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : NYANYIKAN LAGU BARU BAAGI TUHAN
Selasa, 22 Desember 2009, Luk 1:46-56

Melihat kenyataan yang sebenarnya boleh jadi kita bukanlah penyanyi atau pencipta lagu walaupun mungkin kita suka bernyanyi atau dapat membuat coretan yang mungkin saja bisa dijadikan lagu. Walaupun demikian bila dilihat dari sisi lain, kalau hidup ini diibaratkan dengan sebuah lagu, mestinya kita mengakui bahwa kitalah pencipta sekaligus pelantun lagu kehidupan kita sendiri. Dapat dinikmati tidaknya lagu yang kita ciptakan/bawakan bergantung dari sejauh mana kita menghadirkan diri dalam kebersamaan, ditentukan oleh tangan-tangan hidup dan laku kita yang menggetarkan senar kehidupan itu sendiri. Kalau demikian adanya, kitapun harus mengakui bahwa kadang ada lagu, pribadi tertentu yang begitu dinanti, dinikmati kehadirannya; kehadirannya selalu membawa suasana damai, membangkitkan harapan dan menciptakan kecerahan pada langit hidup orang lain. Di sisi lain tidak jarang kita menyaksikan bahwa ada lagu/pribadi yang begitu membosankan, kehadirannya tidak didambakan, ketidakhadirannya lebih dinantikan ketimbang menyaksikan adanya dia dalam kebersamaan. Pribadi-pribadi ini ibarat lagu-lagu yang telah ketinggalan jaman yang perlu direvisi, diberi wajah baru. Kalau kita mau hidup ini menjadi jauh lebih baik, mestinya kenyataan ini mendorong kita untuk menciptakan/menyanyikan lagu-lagu kehidupan yang dapat membuat hidup ini lestari dan enak untuk dijalani.

Kalau hidup kita diibaratkan dengan sebuah lagu , adventus merupakan kesempatan bagi kita untuk dapat menciptakan lagu-lagu baru kehadiran kita ataupun merevisi lagu kehidupan yang kita ciptakan/nyanyikan yang terkadang bukannya mendatangkan kegembiraan tetapi menciptakan mendung pada langit hidup sesama, menjadi duri dalam daging keseharian mereka. Menyadari kenyataan ini, adventus mestinya menjadi peluang bagi kita menyusun sebuah lagu baru bagi Tuhan dan sesama biar walaupun mungkin bukan sebuah simphoni cukup sepenggal syair sederhana yang mampu meluruskan segala yang bengkok, punya kekuatan untuk menimbun jalan kehidupan relasi kita yang lekak lekuk, menjembatani jurang yang telah lama memisahkan kita dengan kita. Bila tak ada jurang yang memisahkan kita dengan kita, lagu kehidupan ini akan enak dinikmati, tangga nada keseharian kita tak akan mengenal modulasi walaupun modulasi terkadang perlu demi sebuah perubahan. Ka-lau hati kita ikut bernyanyi, kita tak akan menemui begitu banyak penderitaan dalam hidup yang singkat ini. Untuk itu, lagu baru itu dapat kita ciptakan dengan bercermin pada lagu pujian Maria. Lagu Maria amat sederhana, apa adanya, tidak mengada-ada. Di sana dalam kesederhanaan lagu tersebut diungkapkan seluruh perjalanan hidup manusia dalam bimbingan tangan tak kelihatan Allah yang kita imani, satu kidung yang mengekspresikan kebesaran kasih Allah terhadap ciptaanNya. Lagu ini mem-bentangkan seluruh pengalaman iman Maria, mengungkapkan sejarah kasih Allah terhadap manusia. Allah tak pernah berubah walaupun jaman terus berganti dan ma-nusia tetap berpaling darinya. Nyanyian sederhana ini hendak mengundang kita untuk melihat ke dalam diri kita sendiri dan bertanya sudah sejauh mana kita menyadari kasih dan kebaikan Tuhan terhadap kita. Apakah kita menyadari bahwa sejarah hidup kita sebenarnya adalah sejarah kebaikan Allah yang begitu sering kita lupakan? Sudah sejauh mana kehadiran dan kasih setia Allah yang kita alami kita bagikan untuk mereka yang lain? Inilah alasan mengapa kita mesti menciptakan menyanyikan lagu baru bagi Tuhan.

Adventus, menanti Tuhan yang datang sedang mendekati garis batas, saat-saat berahmat yang mesti diartikan dengan membaharui relasi kita dengan sesama, menciptakan dan merevisi lagu kehidupan yang kita ciptakan dan kita nyanyikan dalam kebersamaan. Ceritera hidup ini hanya mungkin berubah bila kita siap keluar dari diri kita, melihat seluruh perjalanan yang telah kita lalui dan belajar dari Maria. Tangan Tuhan ternyata senantiasa setia menuntun kita walaupun begitu sering kita berusaha melepaskan diri dariNya. Hanya dengan melihat dan menyadari campur tangan Allah dalam seluruh perjalanan hidup kita dan apa yang sudah kita lakukan bagi sesama; lagu baru dapat kita ciptakan, kidung pujian baru dapat kita lantunkan. Jangan pernah berusaha menciptakan sebuah simphoni untuk sebuah orkes kehidupan bila anda belum mampu menciptakan lagu kehidupan yang sederhana namun dapat membuat kebersamaan berwajah baru.

[ back ]