Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 16-12-2009 | 20:59:13
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : JADILAH JEMBATAN KESELAMATAN
Mat 1:1-17, Kamis, 17 Desember 2008

Ada banyak jembatan yang sudah pernah kita lalui. Jembatan mempertemukan dua tempat berbeda, menjadi saluran komunikasi yang menghubungkan aneka dunia yang berbeda . Pernahkah kita berpikir bvahwa kita sendiri adalah jambatan rahmat dan berkat bagi yang lain? Hidup ini memang menarik untuk ditelusuri dan dari sana kita bisa banyak belajar bagaimana menghadapi hidup ini dan bagaimana seharusnya hidup dalam kebersamaan. Ada banyak jembatan yang telah kita lalui tetapi perlu kita akui bahwa wa-laupun berkali-kali berjalan di atasnya, kita sendiri tidak pernah berpikir bahwa kitapun bisa dan mesti menjadi jembatan hidup yang mampu menghantar sesama kepada apa yang mereka impikan. Jembatan memisahkan dua wilayah kekuasaan, menghubungkan dua daerah berbeda, mengalirkan komunikasi antara dua chanel yang dipisahkan oleh jarak. Dalam kehidupan bersama, peran yang sama dapat kita lakonkan. Sebagai orang-orang beriman, kita mesti berperan sebagai jembatan yang mampu mempertemukan dunia dengan segala warna perbedaannya, menjadi jembatan yang mampu membawa sesama mengubah impiannya mejadi kenyataan. Dan lebih dari itu, kita mesti menjadi jembatan rahmat dan berkat bagi sesama.

Hari-hari adventus mendekati garis batas. Adventus, kesempatan untuk berbenah diri. Sudakah kita menjadi jauh lebih baik dari hari-hari kemarin? Sudah sejauh mana kita memainkan peran kita sebagai jembatan hidup menuju keselamatan dan saluran rahmat bagi dunia, untuk mereka yang dengan kita ada dan mengais hidup. Tahukah kita bahwa sejarah hidup kita adalah satu sejarah keselamatan di mana kita menjadi pewaris yang berkewajiban menyalurkan rahmat penebusan bagi yang lain. Membaca silsilah Yesus dan memasukkan diri sendiri dalam daftar silsilah itu karena baptisan yang kita terima, mestinya menjadikan kita sadar bahwa pada kitalah sejarah keselamatan ini diwariskan dan kitalah yang mesti merasa terpanggil untuk melan-jutkan sejarah keselamatan ini. Di mana kita hadir, di sana, kitalah yang mesti menjadi jembatan yang menghubungkan generasi keselamatan terdahulu dengan generasi kita, orang-orang di sekitar kita dan mereka yang mengikuti kita/yang datang sesudah kita. Untuk itulah kita telah dibaptis dan dengan tugas itulah kita diutus ke dalam dunia keseharian kita. Apa yang kita hidupi, apa yang kita buat mesti memberi warna dan mengingatkan sesama akan panggilan dan tugas kita. Siapapun kita dan apapun posisi yang sedang kita tempati, kitalah jembatan rahmat ataupun rahmat itu sendiri bagi sesama. Dibaptis dalam nama Yesus, berarti siap mengambil bagian dalam penulisan sejarah ini lewat hidup dan karya kita. Kitalah keturunan di mana rahmat penebusan dan keselamatan mesti mengalir ataupun dialirkan kepada sesama. Di sini masa adventus menjadi moment penting, mengevaluasi dan membaharui komitmen kita; menjadi jembatan yang mampu mempertemukan segala perbedaan dan menyulam aneka perbedaan ini menjadi guratan pelangi kehidupan yang mempesona bukan saja untuk dinikmati tetapi juga untuk dihidupi, dijadikan nyata dalam keseharian kita. Tuhan tidak melihat dari mana kita berasal, Tuhan membutuhkan anda dan saya untuk menyelamatkan dunia dengan mulai membaharui diri sendiri. Hal ini mesti kita lakukan karena mungkin selama ini peran ini kurang kita sadari atau kita memang menyadarinya tetapi dengan tahu dan mau kita abaikan. Kalau di tiap generasi ada warna khas rahmat keselamatan itu disalurkan, pada generasi kita pun segala sarana dan jalan, seluruh diri kita mesti diabdikan untuk tugas yang satu ini. Kita selamat karena kita berhasil membawa orang lain mengalami keselamatan.

Ada banyak jembatan yang pernah kita lalui. Mungkin juga pada salah satu jembatan pernah tercipta kenangan yang tak terlupakan. Pernahkah kita berpikir bahwa kita sendiri mesti menjadi jembatan yang mampu menghantar sesama merubah impiannya menjadi kenyataan? Silsilah, daftar asal Yesus, menjadi daftar asal kita karena baptisan yang kita terima. Anda dan saya, kitalah yang sedang diutus untuk mempertemukan segala perbedaan, kitalah yang mesti menjadi sarana keselamatan bagi sesama. Untuk itulah adventus ada dan karena itulah silsilah Yesus ini diperdengarkan kembali.

[ back ]