Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 18-11-2009 | 20:26:57
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : HARI INI SEGALANYA
(Lukas 20:27-40, Sabtu, 21 Nopember 2009)

Manusia dan waktu, dua hal yang berbeda tetapi tidak harus dipisahkan; manusia ada, hidup dan menjadi dalam waktu dan bersama mengalirnya sang waktu manusia memanusiakan dirinya. Manusia datang dan pergi dalam waktu dan waktulah yang menentukan keberadaan manusia. Karena itu kemarin punya nilai, hari ini adalah saat yang menentukan dan esok adalah realitas masa datang yang ditentukan oleh hidup hari ini. Yang hidup di masa lampau tidak akan menikmati hari ini ataupun melihat masa datang dan yang hidup di masa datang tak akan pernah merasakan bahwa hari inilah yang menentukan segalanya. Karena itu yang perlu mendapat fokus perhatian adalah hari ini; dia merupakan cerminan masa lalu dan darinya bisa dibuat proyeksi apa wajah masa datang. Hanya sering kita begitu terikat dengan masa lalu ataupun menempatkan diri di masa datang lalu lupa bahwa kita hidup di hari ini dan selebihnya hanyalah kemungkinan.

Kita percaya akan adanya hidup sesudah hidup di dunia ini berakhir dan kita juga percaya akan kebangkitan; ada hidup sesudah hidup di dunia ini berakhir. Hanya kita tidak tahu pasti apa wajah hidup sesudah hidup di dunia ini berakhir. Karena itu mungkin saja pertanyaan kaum Saduki adalah pertanyaan kita juga. Dikatakan, satu ketika datanglah orang-orang Saduki kepada Yesus dan bertanya tentang kebangkitan-hidup sesudah hidup di dunia ini berakhhir. Bagi mereka; hidup di dunia yang akan datang merupakan lanjutan dari hidup sekarang ini. Karena itu akan muncul soal bila seorang wanita terpaksa menikahi tujuh bersaudara secara berturut-turut demi mendapatkan ahli waris dari keluarga; siapa yang akan menjadi suaminya kelak. Kaum Saduki mempersoalkan masa datang padahal mereka sedang hidup di hari ini. Bagi Yesus, yang menentukan hidup masa datang adalah apa yang kita lakukan saat ini dan di sini. Jawaban Yesus cukup sederhana; hidup di dunia yang akan datang tidak sama dengan hidup yang sedang kita jalani; kalau sekarang kita dibatasi oleh ruang dan waktu; di hidup yang akan datang kita akan berelasi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Karena hidup kita dibatasi oleh ruang dan waktu, kita butuh ahli waris tetapi ketika kita hidup tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu kita tidak lagi membutuhkan ahli waris. Karena itu yang perlu ditata adalah hidup kita hari ini karena hari inilah yang menentukan di mana tempat kita kelak. Melalui kisah ini hendak dikatakan bahwa hukum dan aturan dibuat untuk mengatur hidup manusia dan membantunya menyiapkan diri menyongsong hidup baru; hukum mengkondisikan menusia untuk dapat berelasi dengan Tuhan dan sesamanya. Dalam kesederhanaan jawabanNya, seperti kepada kaum Saduki, Yesus hendak mengingatkan bahwa kita tidak boleh terlalu mengikatkan diri pada masa lampau karena ingatan akan masa lampau dapat membuat kita kehilangan orientasi hidup masa datang. Bukankah ada banyak orang yang gagal meraih impiannya karena mereka tidak mau beranjak dari masa lalu? Selain itu, kita juga diingatkan agar tidak terlalu terpesona dengan impian masa datang karena tidak sedikit orang yang begitu terpesona dengan impian masa datang lalu lupa bahwa impian ini hanya mungkin digapai bila kita sungguh-sungguh beru-saha menghidupi dan menjalankan apa yang sekarang menjadi kewajibannya. Seperti kaum Saduki, kita cenderung melihat hukum yang berlaku dan menjalankannya seca-ra harafiah tanpa mau bertanya mengapa hukum seperti hukum Musa diberlakukan dan mesti ditaati. Menjalankan hukum tanpa memahaminya adalah kekonyolan dan memahami hukum yang berlaku tanpa menjalankannya adalah pengkhianatan.

Kita hidup dalam waktu dan sang waktu memberi arti bagi keberadaan kita. Untuk itu aturan dan hukum dibuat agar kita dibantu dalam mengatur hidup dan relasi kita dengan Tuhan dan sesama. Setiap kita wajib menjalankan hukum dan aturan yang berlaku tetapi hal ini mesti diimbangi dengan pemahaman yang benar tentang hukum yang berlaku; mengapa dan untuk apa kita menjalankannya. Yang terpenting bagi kita bukan menatap ke depan tetapi menata hari ini karena hidup kita di hari ini yang menentukan wajah macam apa hidup kita di masa datang. Karena ituartikan hidupmu sekarang dan di sini, hari ini, karena sekali ia berlalu tanpa diartikan anda akan kehilangan kesempatan untuk merubah kisah hidup ini.

“Dari apa yang anda kerjakan hari ini, orang dapat melihat siapa anda di masa lalu dan akan jadi apa anda di masa datang”
[ back ]