Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 30-07-2015 | 20:27:19
By : ERMINOLD MANEHAT
Theme : "KERJAKAN YANG DIKEHENDAKI ALLAH"

Yoh 6:24-35, Minggu,2 Agustus 2015

Apakah semua pekerjaan anda sudah tuntas diselesaikan atau masih ada yang tertunda dan sekejar jadi. Sadarkah kita bahwa kerja adalah satu aksi yang merupakan ekspresi keberadaan manusia sebagai makhluk pekerja/homo faber. Untuk hidup orang harus kerja dan mereka yang kerja adalah orang-orang yang mau mengartikan hidupnya. Dan perlu kita sadari dari apa yang kita kerjakan orang dapat menilai siapa kita sebenarnya. Selain itu ada beragam pekerjaan yang dapat kita lakukan dengan aneka motivasi. Ada yang bekerja sekedar mengisi waktu ataupun sekadar memenuhi apa yang dituntut darinya sehingga mereka tidak jauh berbeda dengan robot, ada yang menjadikan pekerjaannya sebagai dasar untuk mengukur kehidupan orang lain tetapi ada pula yang bekerja dengan seluruh diri dan hatinya. Sebagai makhluk yang tidak hidup hanya untuk hari ini, apapun yang kita lakukan mestinya selalu punya orientasi masa datang; kerja dengan proyeksi masa datang dan punya dampak positif bagi yang lain. Di sini kerja menjadi peluang untuk mengekspresikan diri sekaligus menampilkan diri kita sebagai individu yang khas. Di sisi lain, sebagai orang-orang beriman, kerja yang kita lakukan mestinya merupakan partisipasi kita dalam karya Allah menyelamatkan dunia, kerja kita punya nilai soteriologis, punya nilai menyela-matkan diri dan membawa orang lain kepada keselamatan. Lewat kerja kita memberikan kesaksian bahwa kita sungguh-sungguh citra Allah karena Allah sendiri adalah pekerja...

Saya tidak tahu apakah kampung tengah anda sudah terisi atau belum. Tetapi yang saya tahu untuk makan kita mesti kerja walaupun kita kerja tidak hanya untuk memuaskan atau mengisi perut kita. Karena pentingnya hubungan antara kerja dan makan, St. Paulus pernah berujar, mereka yang mau makan harus bekerja; setiap orang harus makan makanan dari hasil kerjanya sehingga. mereka yang melihat dan mengalami apa yng kita tunjukkan lewat hidup dan karya bisa menyadari bahwa hidup baru hanya mungkin kalau kita mau beklerja keras. Dengan demikian merekapun didorong untuk berubah. Lihat saja, setelah menyaksikan apa yang dikerjakan Yesus, banyak orang mulai mencari-cari Dia, pribadi yang selalu melihat setiap peluang untuk mengartikan kehadiranNya dan membuat hidup orang lain berarti sehingga ketidakhadiranNya membuat orang merasa kehilangan dan rasa kehilangan inilah yang mendorong mereka untuk mencari dan menemukan Dia. Untuk menemukan Dia, menyebrang keharusan. Dan benar, di seberang, mereka menemukan Yesus yang mempertanyakan motivasi mereka mencari Dia. Kisah ini menarik untuk direnungkan; pertama, menemukan Yesus bukan soal mudah; orang harus pandai membaca situasi, sadar bahwa Yesus sudah tidak ada dalam hidupnya dan punya kesediaan untuk mencariNya. Untuk itu orang mesti menyebrang, keluar dari dirinya sendiri. Kita sulit menemukan Yesus karena kita hanya punya impian tetapi kita sendiri tidak menyadari ketidakhadiran Yesus dan kita tidak bersedia menyebrang meninggalkan hidup kita yang lama. Kedua, Yesus dicari karena kehadiranNya telah memberi kesan khusus dalam hidup mereka. HidupNya yang penuh makna memberi makna bagi kehidupan orang lain. Seseorang yang dicari, dibutuhkan kehadirannya karena kehadiran orang itu punya warna yang khas dan menghadirkan sesuatu yang khas bagi hidup orang lain. Selain itu, kitapun tidak dicari, kehadiran kita tidak dibutuhkan, kehadiran kita tidak memberi sesuatu yang khas. Kita ada atau tidak ada sama saja. Kalaupun kita hadir, kita justeru menjadi duri dalam daging kehidupan sesama. Inilah sebab mengapa kehadiran kita tidak dibutuhkan. Ketiga, bertemu dengan Yesus bukan jaminan keselamatan. Yang terpenting adalah motivasi mengapa mencari dan bertemu dengan Dia. Ini berarti menjadi kristen saja belum cukup, kita mesti tahu mengapa dan untuk apa menjadi kristen. Menjadi kristen berarti menjadi orang-orang yang menyerupai Kristus, hidup Yesus harus menjadi hidup kita. Motivasi yang jelas memberi orientasi, arah yang jelas pula. Begitu sering kita tersesat dalam kebersamaan karena kita hadir di sana dengan motivasi yang tidak jelas. Kalau Yesus hadir dalam kebersamaan untuk melakukan kehendak BapaNya, kita justeru hadir dalam kebersamaan untuk melakukan apa yang kita inginkan yang terkadang merusak situasi hidup bersama; kepentingan diri lebih diutamakan ketimbang kepentingan umum; kita lebih mencari roti untuk bisa bertahan hidup ketimbang menjadi roti untuk hidup sesama. Kalau kita percaya akan Dia, apapun yang kita lakukan selalu berorientasi pada partisipasi dalam karya penyelamatan Allah.

Tahukah anda bahwa di jaman ini peranan kita dalam kebersamaan dipertanyakan dan tidak sedikit pengikut kristus yang tengah kehilangan orientasi hidup; untuk apa ada dalam kebersamaan. Mencari Yesus adalah satu panggilan jiwa, bertemu dengan Dia, kita mesti bersedia menyebrang, meninggalkan pola hidup kita yang lama. Dalam penyebrangan itu motivasi kita diuji dan kesungguhan kita dipertaruhkan. Ada begitu banyak orang yang sedang berusaha untuk bertemu de-ngan Yesus, kitalah orang-orang yang mesti membawa mereka semakin dekat dengan Yesus lewat hidup dan karya kita. Kehadiran Yesus akan punya nilai tersendiri dan kehadiran kita berarti bagi sesama bila apa yang kita lakukan membuat mereka merindukan kehadiran Yesus.

[ back ]