RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 17-09-2009
  IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH MATI: GEREJA BERTANGUNGJAWAB TERHADAP EKONOMI UMAT
 

Sekjen Keuskupan Agung Kupang, Romo Gradus Duka, Pr pada penutupan Lokarya dan Evaluasi Hubungan Agama Dan Keyakinan – HAK  Keuskupan Regio Nusa Tenggara – Nusra  Rabu (16/09) di hotel Cahaya Bapa Dua Kupang mengemukakan, selama ini gereja hanya memperhatikan masalah iman umat tanpa memperhatikan ekonomi umat akibatnya ada ketimpangan dalam perkembangan gereja. Menurut Romo Gradus Duka yang juga koordinator Komisi HAK Keuskupan Regio Nusra, sesuai panggilan profetinya  gereja bertanggung jawab dalam mengembangkan ekonomi umat sehingga ada keseimbangan antara rohani dan jasmani. Ia menambahkan, gereja belum berbuat banyak untuk  meningkatkan kesejahteraan umatnya.
Sementara itu, anggota Karismatik NTT, Ronald Fernandez mencontohkan, tiap tahun ada dana Aksi Puasa Pembangunan – APP  di kalangan Katolik dan Imfak – Sadekah di kalangan Islam atau Perpuluhan di kalangan Protestan  yang jumlahnya hampir sama dengan APBN. Bila dikelola secara baik bisa mensejahterakan umat.
Mengenai kerukunan beragama di NTT Romo Dus dan Ronald menyatakan, perlu ditingkatkan dan tali persaudaraan perlu diikat terus. Lokakarya yang berlangsung tanggal 14 hingga 16 September menghasilkan Rekomendasi  antara lain : Perlunya Pemberdayaan Ekonomi Umat, Dialog Kerukunan dan Dana Solidaritas Umat. (VN_01)

   
 
Sound: