RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 12-09-2007
  PENYIMPANGAN KEUANGAN: BPK NTT TEMUKAN PENYIMPANGAN ADMINISTRASI KEUANGAN DI SEJUMAH INSTANSI PEMDA NTT
  Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK Perwakilan NTT yang memeriksa dan mengaudit Anggaran Pemda NTT tahun 2006 menemukan penyimpangan administrasi. Dalam Rapat Gabungan Komisi di kantor DPRD NTT Kepala Perwakilan BPK NTT, Ir. M. Yusuf Guntur melaporkan, dalam tahun 2005 dan 2006 lalu terjadi penyimpangan keuangan di Pemda NTT, di antaranya pembayaran kekurangan bagi hasil pajak tahun anggaran 2005 pada belanja tak tersangka tahun anggaran 2006 sebesar 9. 451.161 rupiah lebih tidak sesuai kententuan. Guntur menambahkan, Realisasi Belanja Daerah Tahun anggaran 2006 pada Sekretariat daerah Biro Bina Sosial tidak tepat peruntukkannya sebesar 344. 365.200 rupiah, disusul realisasi biaya perjalanan dinas pada secretariat DPRD NTT tahun anggaran 2006 sebesar 159. 117.500 rupiah tidak didukung bukti yang lengkap. Kemudian penganggaran dan realisasi biaya peerawatan dan pengobatan pimpinan dan anggota DPRD sebesar 522. 500.000 rupiah tidak sesuai ketentuan. Terhadap penemuan ini, ketua DPRD NTT. Drs. Melkianus Adoe yang dicegat wartawan di lobi kantor DPRD NTT Tadi siang (12/09) menyatakan, temuan ini adalah kesalahan administrative yang perlu dilengkapi bukan korupsi. Mell Adoe menambahkan, kebiasaan yang terjadi di DPRD NTT adaah bahwa seorang pimpinan atau anggota DPRD menjalankan tugas tanpa SPPD tetapi hanya Surat Tugas karena dalam waktu yang bersamaan harus menjalankan tugas dan fungsinya sehingga penemuan BPK ini hanyalah kesalahan administrasi belaka. Sementara itu, ketua komisi D DPRD NTT, Viktor Mado Watun, SH usai memimpin rapat komisi D menjelaskan, berkaitan dengan berita bungsu lapar dan pengaduan sejumlah dokter tidak tetap atau DTTP, esok (13/09), Komisi D DPRD NTT akan memanggil Kepala dinas Kesehatan NTT, dokter Stef Bria dan Dikretur RSU Kupang, dr. Yovita Ineke Mitak, untuk didengar keterangannya seputar penanganan kedua masalah tersebut. Busung lapar kini menimpa ribuan anak balita TTU dan TTS. (Hendro)
   
 
Sound: