RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 04-06-2013
  ESTON PAUL GUGAT FRENLY.
  Kupang, tirilolok.com - Penetapan hasil Pemilihan Gubernur tahun 2013 telah dilakukan KPUD Provinsi NTT pada hari Sabtu tanggal 01 Juni lalu, dimana Frenly dinyatakan lebih unggul dari Eston - Paul. Perolehan Suara kedua kandidat tersebut masing-masing Eston Paul 1.014.888 atau 48,75 persen dan Frenly 1.067.054 atau 51,25 persen. Eston – Paul yang ditemui Wartawan di Sonaf Pola Oepura usai penetapan Gubernur-Wakil Gubernur terpilih oleh KPUD NTT pada hari Sabtu sore mengatakan, pihaknya pasti menggugat Paket Frenly atas beberapa pelanggaran yang terjadi selama musim kampanye dan 1 hari menjelang hari pencoblosan. “ Bukan kemenangan yang dikejar tetapi yang utama pemilukada berlangsung jujur dan adil”, ujar Eston diamini Calon Wakilnya Paul Tallo.

Ditanya apakah ada bukti kuat yang dipegang Tim Eston - Paul untuk melakukan gugatan, Eston mengatakan, ada bukti rekaman mengenai penyerahan uang kepada masyarakat di Wilayah TTS, karena itu pihaknya harus membawa hal ini ke Mahkamah Konstitusi. “ Dan juga di Flores Timur dimana terjadi Politik Uang pada masa tenang yang dilakukan istri Gubernur Frans Lebu Raya”, Katanya.

Menurut Eston – Paul, Yusril Ihza Mahendra ditunjuk sebagai Kuasa Hukum untuk membawa kasus ini ke MK. Terhadap rencana gugatan ini, Anggota DPD NTT Zarah Lery Mbuik mengatakan, sebagai orang NTT, kandidat Pilgub seharusnya menghargai dan tidak menodai Proses Pilkada yang berlangsung, namun yang terjadi justru sebaliknya Pilkada dicoreng dengan perbuatan yang melanggar hukum.

Sedangkan Ketua Tim Pemenangan Frenly, Kristo Blasin menyatakan siap menghadapi gugatan itu dengan membentuk tim hukum dan partai koalisi. “ Kami sudah siapkan tim untuk menghadapi guguatan itu”, kata Blasin. Mantan calon wakil walikota Kupang lalu ini berharap proses gugatan ini tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat akibat berbagai pemberitaan media massa.

Ketua KPUD NTT Yohanes Depa mengatakan, ia mempersilahkan pihak yang tidak puas untuk melakukan Proses hukum di Mahkamah Konstitusi sebelum Paket Pemenang dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Definitif pada tanggal 16 Juli 2013. (VN-02)
   
 
Sound: