RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 11-07-2007
  RUBAH DULU ATURAN SEBELUM MEMBANGUN DI JALUR HIJAU
  Penegasan ini disampaikan wakil ketua DPRD kota Kupang Edwin Fanggidae dalam dengar pendapat bersama Komisi A DPRD Kota Kupang, Dinas Tata kota, Dinas Kimpraswil kota, lurah Nefonaek dan salah satu pemerhati lingkungan hidup kota kupang Timotius Natun (10/07). Menurut Fanggidae, Usulan masyarakat Kelurahan Nefonaek untuk membangun Kantor lurah di lokasi taman kota merupakan usulan yang tidak gampang diterima, karena lokasi taman kota telah ditetapkan dengan Perda. Ini berarti bila lokasi itu hendak diisi dengan bangunan, maka hal yang harus dilakukan terlebuh dahulu adalah perubahan Aturan. Hal yang sama dikatakan ketua komisi A DPRD kota kupang Apolos Djarabonga dan salah satu anggota komisi Hironimus Soriwutun. Menurut Dajarabonga dan Soriwutun, Pemerintah dan DPRD harus konsisten dengan aturan yang telah dibuat, karena kantor lurah yang akan dibangun berlokasi di daerah yang peruntukannya untuk Taman kota. Sedangan kadis Tata kota Harry Teofilus mengatakan, Sesuai gambar yang dimiliki dinas tata kota, peruntukan lahan tersebut sebagai Taman kota, karena itu, perubahannya harus dengan persetujuan kepala daerah. Menurut Teofilus, masalah ini tidak berkepanjangan kalau aturan dijalankan secara baik, tepat dan tidak main potong. Menurutnya pembangunan kantor lurah merupakan hal yang mendesak, tetapi harus tetap mengacu pada aturan. Sementara itu kadis Kimpraswil kota kupang Lay Djara Nyoera mengatakan, luas lahan yang dibutuhkan hanya 300 meter persegi atau sekitar 15% dari luas lahan 2.500 meter persegi. Djara Nyoera menambahkan, bila dikembangkan rencana detail dan rencana teknik belum menjadi masalah, karena perubahan revisi itu terjadi bila lahan yang dipakai mencapai 30%. Menurut Djara Nyoera, pemerintah tidak bermaksud mengabaikan jerih payah yang selama ini dilakukan Pemerhati lingkungan Tius Natun, namun yang harus diperhatikan adalah kebutuhan masyarakat yang telah lama mendambakan kantor lurah. Rapat berakhir dengan persetujuan akan kembali melihat aturan yang ada, walau pemenang tender pembangunan kantor lurah telah ditetapkan. (Sintus)
   
 
Sound: