RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 18-06-2011
  PEJABAT DINAS KOPERASI KOTA TERLANTARKAN ISTRI-ANAK
  Tak ada seorang istripun di muka bumi ini yang rela dimadu suami, namun inilah kenyataan yang dihadapi Rosalina Monika Watu.

Ia ditinggalkan suaminya Yosep bliko Hala dan hidup serumah dengan wanita lain.

Monika seolah tak mampu memikul beban derita batin yang disimpan bertahun-tahun hingga akhirnya mengungkapkan persoalan rumah tangganya kepada public pada Jumat 17 Juni 2011.

Monika Watu mengisahkan, “ perselingkuhan suaminya yang saat ini menjabat sebagai Kabid Kelembagaan Dinas koperasi dan UKM Kota Kupang, berawal ketika ia hamil anak ketiganya pada 1996 lalu.

“ saya pernah menangkap SMS dari AL selingkuhan pertamanya namun tidak percaya dengan SMS itu sehingga saya membuntuti dia di rumah yang disinyalir menjadi tempat selingkuh suami termasuk rumah kakak ipar. Kakak Ipar Saya berteriak bilang saya pencuri dan mau telepon Polisi. Saya bilang telpon saja Polisi, tetapi dia tidak berani”, ungkap Monika dengan suara terbata-bata.

Menurut Monika, karena terus ditangkap basah suami akhirnya menggugat cerai di Pengadilan Negri Kupang di mana kakak Iparnya MK Lamabelawa sendiri menjadi pembela suaminya.

“ kakak kandungnya MK Lamabelawa sendiri menjadi kuasa hukum saat itu”, kata Monika.

Anehnya, setelah keputusan cerai dikeluarkan Pengadilan pada 2007 suami malah kembali ke rumah dan menyatakan tidak ingin bercerai dengan istri dan ke-4 anaknya.

“ saat itu dia mungkin hanya berpura-pura baik supaya saya tidak marah”, tutrnya.

Monika menambahkan, meski sudah hidup serumah, namun gaji tidak pernah diberikan kepadanya, kecuali diminta.

“ Sejak 2007 sampai sekarang gajinya dia kasih saya. Saya mau keramas minta uang dia kasih dia kasih 500 rupiah untuk beli sampo. Datang bulan dia kasih 5000 rupiah untuk beli softex”, kisahnya.

Menurut Monika, suaminya Yosep Bliko Hala rupanya diam-diam terus membina hubungan dengan wanita ketiga dan sempat digerebek pihak keamanan. “ selingkuh dengan wanita kedua namanya KDS di kantor DPRD Kota jalan terus, hingga satu kali dia digerebek. Saat itu baru dia katakan kami sudah bercerai. Mata saya baru terbuka saat itu ternyata saya dibohongi untuk kepentingan dia”, ujar ibu 4 anak ini.

Monika menambahkan, ditinggaa suami tidak membuatnya putus asa dan untuk memenuhi kebutuhan keluarga ia berjualan di Kompleks SD Bertingkat Kelapa Lima 03.

“ Saya tidak putus asa. Saya coba cari modal akhirnya Romo Videntus Atawollo yang kasih saya modal 300 ribu untuk usaha kecil-kecilan sehingga bisa hidup dengan anak-anak”, ceritanya memelas.

Pada akhir konfrensi pers Monika menuturkan, sesuai informasi terakhir yang diperoleh, suaminya sedang hidup bersama selingkuhan ketiganya yang bernama Shanti, wanita asal Jawa dan berencana menikah.

“ Saya dengar mereka mau nikah Islam. Silahkan itu hak dia”, tutur Monika.

Sementara itu Kadis Koperasi dan UKM kota Kupang Nova Besie mengatakan, “ Ia telah memanggil bawahannya dan memberikan pembinaan serta memintanya untuk bertanggungjawab terhadap masa depan anak-anaknya “.

Selain Kadis Koperasi, Yosep Bliko Hala telah dipanggil Sekot Kupang Adrianus Dami dan Asisten II Tom Ga. (VN-02)
   
 
Sound: