RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 02-07-2007
  SEKOLAH TERIMA SISWA BARU SESUAI JUKNIS
  Penegasan ini disampaikan Kepala SMAN 07 Kota Kupang Frans Bora, ketika ditemui Tirilolok (02/07) di lobi Sekolah yang dipimpinnya dalam menanggapi keluhan orangtua atas nasib anak mereka yang tidak akan diterima di sekolah tersebut. Menurutnya, sekolah hanya bisa menerima sesuai juknis yang diturunkan dinas pendidikan nasional kota Kupang yakni 144 orang siswa untuk 4 ruang kelas masing-masing 36 siswa sesuai ukuran ruang kelas 9x8 meter persegi. Ditanya mengenai kemungkinan sekolah akan menerima lagi siswa lebih dari yang disyaratkan juknis, Bora mengatakan, dirinya akan kembali mempertanyakan hal itu kepada pihak diknas kota yang mengeluarkan juknis tersebut. Syarat yang dikeluarkan diknas kota diantaranya : Memiliki ijasah SMP dan program Paket B atau surat berpenghargaan setara SMP, serta memiliki DANUN SMP atau daftar nilai ujian Paket B. Persyaratan lainnya adalah siswa yang diterima sudah melalui seleksi berdasarkan peringkat Nilai UN. Tiga persyaratan ini bakal membuat ribuan orangtua menangis karena anaknya sedang menanti hasil ujian paket B, yang diselenggarakan Pihak PLS pada 26 hingga 28 Juni lalu. Hasil ujian belum berada di tangan, sementara pihak sekolah hanya menerima siswa yang telah lulus dan memiliki Ijasah dan Nilai UN untuk didaftar, sebelum mengikuti seleksi, seperti yang disyaratkan Juknis. Bora menambahkan, Pihak sekolah khususnya SMAN 07 akan mendaftar bila siswa yang datang mengantungi ijasah dan Nilai Ujian Nasional. Salah satu orang tua siswa Maria Heda yang dihubungi Tirilolok berharap pemerintah secepatnya memproses hasil ujian paket B, sehingga anaknya Rian Emanuel Nua bisa didaftar. Nyonya Heda menambahkan, dirinya bersama ratusan orangtua lainnya telah mendekati kepala SMPN 03 Joni Da Costa. Kedatangan ratusan orangtua itu membuat pria yang peka terhadap keluhan orang kecil ini, langsung mendatangi pihak PLS untuk meminta hasil Ujian. Pihak PLS pimpinan Yusuf Manu itu sedang bekerja keras menyelesaikan nilai UNPK. (Sintus)
   
 
Sound: