RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 29-03-2011
  NTT RAWAN PEREDARAN NARKOBA.
  Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Daerah NTT, Partini Hardjokusomoh Selasa 29 Maret dalam percakapan dengan Tirilolok di sela-sela pelatihan Narkoba di hotel Romyta Kupang menyatakan, NTT Rawan Peredaran Narkoba karena berada di pintu Selatan Indonesia yang berbatasan dengan Timor Leste dan Australia.

Menurut Partini, jenis Narkoba yang ramai beredar di NTT adalah Ganja dan Sabu-Sabu sehingga semua pihak di NTT perlu menyatukan komitmen untuk memberantas Narkoba.

Partini menambahkan, secara nasional, NTT menempati posisi ke-23, karenanya Badan Narkotika Daerah NTT senantiasa melakukan langkah-langkah pencegahan lewat sosialisasi bahaya narkoba pada sekolah-sekolah dan masyarakat, menyelenggarakan pelatihan-pelatihan, kampanye terus-menerus dan merahabilitasi korban Narkoba.

Sementara itu, Koordinator Devisi Advokasi Badan Narkotika Nasional - BNN, Anang Iskandar menyatakan, ada tiga langkah yang dilakukan BNN yakni pencegahan, rehabilitasi dan pemberantasan lewat hukuman berat bagi pelaku.

Anang Iskandar menyebutkan, saat ini Jakarta dan Yogyakarta merupakan daerah tertinggi kasus narkobanya.

Anang menghimbau masyarakat NTT untuk menghindarkan diri dari Narkoba. Sedangkan panitia penyelenggara pelatihan, Erni Usboko menyebutkan, jumlah kasus Narkoba di NTT sudah mencapai 149 dengan tersangka 193 orang.

Erni Usboko menambahkan, pelatihan Narkoba ini diikuti 60 peserta dari berbagai pemangku kepentingan.

Tahun lalu Badan Narkotika Daerah NTT merehabilitasi 13 korban Narkoba di Rido Jawa Barat dan rencananya tahun ini akan mengirim lagi 8 korban Narkoba tetapi masih menunggu persetujuan Pemda NTT. (VN-01)
   
 
Sound: