RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 29-03-2011
  PETANI NELAYAN SABU RAIJUA KEMBALI KEMBANGKAN RUMPUT LAUT
  Penyuluh Pertanian Kabupaten Sabu- Raijua Lorensius Ola Senin 28 Maret Kepada Tirilolok di Kupang mengaku, saat ini masyarakat Petani nelayan di Kabupaten Sabu Raijua kembali mengembangkan budidaya rumput laut yang sempat terhenti sejak pertengahan 2010 lalu akibat pencemaran laut timor.

Menurut Lorens Ola, pencemaran laut Timor, menyebabkan tanaman rumput laut masyarakat Sabu-Raijua mengalami kerusakan, dan bahkan semua benih rumput laut untuk dikembangkan kembali, hancur.

Lorens Ola menambahkan,dalam rangka pengembangan kembali budidaya rumput, pemkab Sabu Raijua memberikan bantuan dana hibah kepada masyarakat yang digunakan untuk membeli kembali benih yang berkwalitas di luar pulau Sabu Raijua.

Lebih Lanjut, Lorens Ola mengemukakan, sejak masyarakat Sabu Raijua mengembangkan rumput laut beberapa tahun lalu, ekonomi mereka cukup meningkat dan dapat memperbaiki taraf hidup.

Menurut Lorens Ola, Bupati Sabu Raijua meminta agar masyarakat tidak patah semangat, untuk terus mengembangkan rumput laut dan selalu menjaga mutunya, serta menjadikan rumput laut sebagai budidaya andalan bagi Pulau Sabu Raijua.

Harga Rumput Laut kering yang dijual masyarakat Petani nelayan Sabu Raijua senilai 10 ribu per kilogram, sementara rumput laut basa senilai 7500 rupiah. ( VN-03 )
   
 
Sound: