RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 25-03-2011
  MASALAH NELAYAN BISA TIMBULKAN KONFLIK
  Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia-HNSI Cabang Kota Kupang pada hari Kamis 24 Maret mendatangi DPRD Kota Kupang sambil mengadukan nasib mereka.

Para nelayan yang tergabung dalam HNSI ini disambut Komisi B DPRD Kota Kupang. Ketua HNSI Maxi Ndun dalam penjelasannya saat pertemuan dengan komisi B di ruang rapat Komisi mengatakan, ada berbagai persoalan yang sedang dihadapi Nelayan Kota Kupang yang berpotensi menimbulkan konflik yakni pemasangan 200-an Rumpon di perairan sekitar wilayah Kota Kupang dan Provinsi tanpa ijin, Pemberian bantuan Coolbox yang tidak tepat sasaran dan berbagai persoalan lain yang menimpa Nelayan. Ia menjelaskan, Rumpon menjadi masalah besar dan sudah pernah diangkat dan dibahas bersama Pemerintah kota, namun tidak ada tindaklanjut.

Lebih lanjut Maxi menjelaskan, Rumpon dapat membatasi lalulintas ikan sehingga ikan di perairan Kota Kupang semakin kurang akibatnya banyak nelayan bersama anak istri hampir tidak dapat makan.

Sejumlah Anggota HNSI lainnya menyatakan, Pemerintah perlu melihatnya sebagai sebuah bencana dan memberikan bantuan.

Menyikapi penjelasan Maxi Ndun, Yapi Pingak anggota Komisi B DPRD Kota Kupang mengatakan, Dewan dan Pemerintah Kota perlu menyikapinya dengan serius karena banyak bantuan peralatan tangkap yang disalurkan Pemerintah yang akan mubasir bila tidak diefektifkan.

Menurutnya, tidak ada gunanya bantuan yang diberikan jika tidak ada ikan di perairan kota Kupang. Anggota lainnya Atus Bulu mengatakan, kondisi ini sangat memprihatinkan dan harus segera disikapi.

Diskusi berlangsung alot dan akhirnya ketua Komisi B Tellend Daud menyimpulkan , Rumpon akan segera ditertibkan dalam waktu dekat, setelah DPRD Kota Kupang berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang dan Provinsi NTT. (VN-02)
   
 
Sound: