POST: 01-10-2021 Jam: 13:15:35 WITA - Dari: WEBMASTER, Kepada: Netizen dan Pendengar TIRILOLOK, INFORMASI: Website Radio TIRILOLOK sedang dalam perubahan konstruksi. Beberapa halaman web mungkin tidak ditemukan sebab masih dalam konstruksi. Terima kasih

Hari ini:

whatsapp
1 Pengunjung Online

NEWS

Waspada !! Pemerintah Kota Kupang Kembali Tetapkan Kota Kupang Level 2 Covid-19





Data Covid-19 di Kota Kupang Minggu (9/1/22).

Kota Kupang, 10-01-2022 || REGIONAL

Pemerintah Kota Kupang mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 002/HK.443.1/I/2022

TENTANG PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT (PPKM) LEVEL 2 DI KOTA KUPANG. Surat Edaran ini dikeluarkan menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 02 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2, Level 1 serta mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di wilayah

Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, tanggal 3 Januari 2022, yang menetapkan Kota Kupang diberlakukan PPKM Level 2 dan analisis situasi perkembangan Covid-19 berdasarkan Zonasi di Kota Kupang dari tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 3 Januari 2022 dan tingkat pelanggaran prokes dan PPKM berdasarkan Laporan Satgas

dalam melakukan Operasi Penegakkan Covid-19 di Kota Kupang tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 7 Januari 2022.

 

Berikut isi lengkap Surat Edaran tersebut

a. Pelaksanaan Pembelajaran di Satuan Pendidikan dapat dilakukan

melalui Pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak

jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan

dan Menteri Dalam Negeri Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun

2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun

2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

b. Pelaksanaan kegiatan perkantoran/tempat kerja (Perkantoran

Pemerintah/Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah, Perkantoran

BUMN/BUMD/Swasta) dengan menerapkan Work From Home (WFH)

sebesar 50% (lima puluh persen) dan WFO sebesar 50% (lima puluh

persen) yang dilakukan dengan :

1) Menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat;

2) Pengaturan waktu kerja secara bergantian;

3) Pada saat WFH tidak melakukan mobilisasi ke daerah lain; dan

4) Pemberlakuan WFH dan WFO disesuaikan dengan pengaturan dari

Kementerian/Lembaga di Wilayah Kota Kupang.

c. Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial seperti Kesehatan termasuk didalamnya Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas  publik, proyek vital nasional dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional serta objek tertentu, tempat yang menyediakan kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat (pasar, toko, swalayan dan supermarket) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall tetap dapat beroperasi 100% (seratus persen) dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protocol kesehatan secara lebih ketat.

 

d. Industri dapat beroperasi 100% (seratus persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat, namun apabila ditemukan klaster penyebaran COVID-19, maka industri bersangkutan ditutup selama 5 (lima) hari.

e. Pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet

voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan,

pasar loak, pasar burung/unggas, pasar basah, pasar batik, bengkel

kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka

dengan protokol kesehatan ketat. (memakai masker, mencuci tangan

pakai sabun di air mengalir/handsanitizer dan menjaga jarak).

 

f. Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum pada warung

makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya

diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat, memakai masker,

mencuci tangan pakai sabun di air mengalir/handsanitizer, menjaga

jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi interaksi.

 

g. Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum pada rumah

makan/restoran, kafe, baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall :

1) makan/minum di tempat sebesar 50% (lima puluh persen) dari

kapasitas;

2) jam operasional dibatasi sampai dengan Pukul 21.00 WITA;

3) untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap

diizinkan sampai dengan Pukul 21.00 WITA;

4) untuk restoran yang hanya melayani pesan-antar/dibawa pulang

dapat beroperasi selama 24 (dua puluh empat) jam; dan

5) pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada huruf a

sampai dengan huruf d dilakukan dengan penerapan protokol

kesehatan secara lebih ketat, memakai masker, mencuci tangan

pakai sabun di air mengalir/handsanitizer, menjaga jarak, menjauhi

kerumunan dan membatasi interaksi.

 

h. pelaksanaan kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall pusat

perdagangan:

1) pembatasan jam Operasional sampai dengan Pukul 21.00 WITA; dan

2) pembatasan kapasitas pengunjung sebesar 50% (lima puluh persen) dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi atau penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir/handsanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi interaksi.

 

i. Pelaksanaan kegiatan bioskop yang berada pada lokasi tersendiri

maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall untuk wilayah

yang berada dalam :

1) wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan

skrining atau penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat,

memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air

mengalir/handsanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan

membatasi interaksi terhadap semua pengunjung dan pegawai;

2) kapasitas maksimal 75% (tujuh puluh lima persen) dan hanya

pengunjung dengan kategori Hijau dalam Peduli Lindungi yang boleh

masuk;

3) anak usia dibawah 12 (dua belas) Tahun diperbolehkan masuk

dengan syarat didampingi orang tua;

4) restoran dan kafe di dalam area bioskop dapat melayani makan

ditempat/dine in dengan kapasitas pengunjung 50% (lima puluh

persen), 2 (dua) orang per meja dan menerima makan dibawah

pulang/delivery/take away dengan pererapan protokol kesehatan

yang lebih ketat, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di

air mengalir/handsanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan

dan membatasi interaksi; dan

5) mengikuti Protokol Kesehatan yang diatur oleh Kementerian

Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kesehatan.

 

 

j. Pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) dapat beroperasi 100% (seratus persen) dengan penerapan Protokol

Kesehatan secara lebih ketat, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir/handsanitizer, menjaga jarak, menjauhi

kerumunan dan membatasi interaksi.

 

k. Pelaksanaan Kegiatan Ibadah (pada tempat ibadah di Masjid, Mushola, Gereja, Pura dan Vihara serta tempat ibadah lainnya) dapat dilakukan paling banyak 75% (tujuh puluh lima persen) dari kapasitas atau 75 (tujuh puluh lima) orang dengan penerapan protokol Kesehatan secara lebih ketat, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir/handsanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi interaksi serta memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama.

 

l. Pelaksanaan kegiatan pada area publik (fasilitas umum, taman umum, tempat wisata umum atau area publik lainnya diizinkan dibuka dengan pembatasan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen), dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi atau Penerapan Protokol Kesehatan yang lebih ketat, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir/handsanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi interaksi.

 

m. Pelaksanaan Kegiatan Seni, Budaya dan Sosial Kemasyarakatan (lokasi seni, budaya dan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) diizinkan dibuka dengan pembatasan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi atau Penerapan Protokol Kesehatan yang lebih ketat, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir/handsanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi interaksi.

 

n. Kegiatan di pusat kebugaran/gym diizinkan buka dengan kapasitas

maksimal 50% (lima puluh persen) dengan menerapkan protokol

kesehatan yang lebih ketat, memakai masker, mencuci tangan pakai

sabun di air mengalir/handsanitizer, menjaga jarak, menjauhi

kerumunan dan membatasi interaksi serta wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

 

o. Resepsi Pernikahan dan Kegiatan Hajatan (Kemasyarakatan) diizinkan paling banyak 50% (lima puluh persen) dari kapasitas dengan Penerapan Protokol Kesehatan yang lebih ketat, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir/handsanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi interaksi dan tidak ada hidangan makan minum ditempat.

 

 

p. Pelaksanaan kegiatan rapat, seminar dan pertemuan luring (lokasi

rapat/seminar/pertemuan ditempat umum yang dapat menimbulkan

keramaian dan kerumunan) diizinkan dibuka dengan pembatasan

kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) dengan menggunakan

aplikasi Peduli Lindungi atau Penerapan Protokol Kesehatan yang lebih ketat, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air

mengalir/handsanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan

membatasi interaksi.

 

q. transportasi umum (kendaraan umum, angkutan massal, taksi

(konvensional dan on line ), dan kesadaran sewa/rental), diberlakukan

dengan pengaturan kapasitas maksimal 100% (seratus persen) dab

100% (seratus persen) untuk pesawat terbang dengan menerapkan

protokol kesehatan secara lebih ketat, memakai masker, menggunakan handsanitizer, menjaga jarak, dan membatasi interaksi.

 

r. Persyaratan perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi,

sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bis

dan kapal laut) sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional.

s. Tetap memakai masker dengan benar dan konsisten saat melaksanakan kegiatan di luar rumah serta tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa menggunakan masker;

t. Pelaksanaan PPKM di tingkat RT/RW, Kelurahan dan Kecamatan tetap diberlakukan dengan mengaktifkan Posko-Posko di setiap tingkatan dengan melihat kriteria zonasi pengendalian wilayah;

u. Pelaksanaan PPKM Level 2 ini mulai berlaku pada tanggal 4 Januari 2022 sampai dengan 18 Januari 2022.

 

ADMIN: Yosintus Fahik