POST: 01-10-2021 Jam: 13:15:35 WITA - Dari: WEBMASTER, Kepada: Netizen dan Pendengar TIRILOLOK, INFORMASI: Website Radio TIRILOLOK sedang dalam perubahan konstruksi. Beberapa halaman web mungkin tidak ditemukan sebab masih dalam konstruksi. Terima kasih

Hari ini:

whatsapp
1 Pengunjung Online

SERMON

AKUI PERAN SESAMA




Ilustrasi Mat 11:11-15
RENUNGAN, 09-12-2021 || DAILY SERMON

Bacaan Injil: Mat 11:11-15

Bila kita membolak balik lembaran hidup kita dan menghitung siapa saja yang sudah berpartisipasi dalam hidup kita, tentu saja kita tidak dapat menghitungnya. Memastikan jumlah-nya bisa jadi kita melebihkan atau mengurangi kenyataan yasng sebenarnya atau bisa saja kita melupakan yang lain. Mengapa? Karena ada yang mengambil bagian dalam hidup kita secara langsung tetapi ada pula yang tidak tetapi bila ditelusuri mungkin saja yang tidak langsung ini lebih banyak dan lebih berperan dari pada mereka yang nampak di atas pentas. Lihat saja sebuah sinetron yang anda saksikan; yang dipentas mungkin hanya orang yang itu-itu saja tetapi untuk sampai ke ruang tamu anda, ribuan orang yang telah mengambil bagian dalam menghantar sinetron itu ke ruang tamu anda. Lalu mengapa kita sampai kepada ulasan ini? Hal ini dilator-belakangi oleh kenyataan bahwa kadang kita melupakan peran positif orang lain, tidak mengakui peran mereka dalam hidup kita atau tidak menyadari bahwa ada banyak orang yang berperan tidak langsung dalam perjalanan hidup kita. Ketidaksadaran  ataupun kesengajaan ini yang ka-dang menjadi penyebab munculnya soal. Mengapa? Karena ada orang yang memang tidak terlalu peduli dengan apa yang sudah mereka lakukan pada diri kita, tetapi ada yang melihatnya sebagai satu prestise yang mesti diakui sehingga kalau mereka tidak disinggung mereka akan tersinggung dan banyak hal bisa muncul dari ketidakpuasan ini. Dengan ini saya ingin menga-takan bahwa semua kita punya peran tersendiri dalam kebersamaan. Mungkin juga peran kita sama tetapi cara melakoninya yang membuat kita berbeda dari yang lain, perbedaan inilah yang membuat kita khas. Ini berarti, yang terpenting bukan peran itu tetapi bagaimana kita melakonkannya. Cara ki-talah yang memberi arti dan warna khas bagi peran yang kita mainkan, cara kita melakonkan pe-ran itulah yang menentukan siapa kita dalam kebersamaan. Yang lain yang ingin saya katakan adalah kita perlu saling mengakui. Hal ini penting demi menghindari banyak hal.

 Kita sudah banyak bicara tentang pentingnya saling mengakui dalam hidup bersama. Kita sedang melewati hari-hari adventus. Dan berhubungan dengan apa yang sudah kita bicarakan, adventus sebenarnya merupakan satu peluang istimewa buat kita untuk menumbuhkan, menata kembali semangat ini dalam hidup kita karena mungkin saja oleh kesibukan kita, hal ini telah kita abaikan atau karena egoisme kita peran sesama kita abaikan sehingga kita harus menghadapi aneka soal yang kadang tidak kita duga. Untuk hal yang satu ini kita perlu belajar dari Yesus. Dengan penuh ketulusan Dia mengakui peran dan keistimewaan Yohanes Pembaptis orang yang ditunjuk dan diutus untuk mewartakan kedatanganNya. Dia mengakui bahwa Dia dikenal karena pewartaan Yohanes, Yohaneslah yang mempesiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kedatanganNya dan apa yang akan dilakukanNya. Yohanes adalah Elia yang dijanjikan dilihat dari peran yang dilakonkannya. Untuk itu mereka bukan saja harus mendengar apa yang dika-takan Yohanes tetapi berusaha untuk menghidupi apa yang mereka dengar kalau mereka sendiri menghendaki ceritera hidup mereka berubah dan kedatangan Anak Manusia tidak merupakan malapetaka bagi mereka. Dari kisah ini ada beberapa hal yang dapat kita pelajari untuk hidup kita sebagai orang-orang beriman dan sebagai anggota masyarakat dalam mengartikan keha-diran kita dan untuk menghindari soal-soal yang tidak perlu dalam hidup bersama.  Pertama, kita perlu mengakui peran sesama dalam hidup kita tanpa harus menghitung besar kecilnya peran mereka itu. Yang terpenting adalah mengakui andil mereka dalam hidup kita. Karena entah langsung maupun tidak mereka turut berperan dalam usaha kita menjadi diri sendiri atau menjadi jauh lebih baik dari pada diri kita sebelumnya. Tanpa orang lain kita sebenarnya bukan apa-apa. Kedua, masing-masing kita sebenarnya punya tugas yang sama seperti apa yang dilakukan Yohanes Pembaptis; mempromosikan peran sesama dan menyiapkan, memperlancar pelaksana-an tugas mereka. Ketiga, saling mengakui merupakan jalan untuk saling mengartikan dan lebih dari itu tindakan ini memungkinkan kita menghindari banyak soal yang tidak perlu muncul dalam hidup bersama. Keempat, saling mengakui bukanlah pekerjaan yang sulit, yang dibutuhkan adalah kerendahan hati dan kesediaan kita untuk menerima kehadiran sesama.

Kita semua telah dibaptis dalam nama Kristus dan kita dipanggil untuk menjadi orang-orang seperti Yohanes Pembaptis, mempersiapkan diri dan mereka yang ada di sekitar kita untuk menyambut kedatangan Anak Manusia. Untuk itu kita tidak perlu melakukan hal-hal yang menyolok mata, cukup dengan menyadari dan melibatkan seluruh diri dalam menjalankan apa yang menjadi peran kita dalam kebersamaan,  saling mengakui dan saling mengartikan; sesama punya andil dalam hidup kita dan kita punya tugas untuk memperlancar apa yang menjadi tugas Mereka. Seperti Yohanes, kita punya peran yang khas yang diharapkan dapat memberi warna khusus bagi kehidupan sesama. Seperti kehadiran Yohanes, kehadiran kita mesti memungkinkan bahwa sungguh ada sesuatu yang baik datang dari diri kita, kita mempunyai keistimewaan dilahirkan sebagai seorang pribadi.  Bila kita tidak bisa menjadi pembawa berita gembira biarlah kehadiran kita memberi warna yang khas bagi kehidupan sesama. Bila kita tidak dapat menjadi teman seperjalanan biarlah kita menunjukkan arah yang benar bagi perjalanan hidup sesama. Bila kita tidak sanggup meneriakkan kebenaran, biarlah kita berusaha untuk hidup benar, baik dan adil. Karena  kitalah Yohanes-Yohanes jaman ini yang sedang mempersiapkan kedatangan Anak Manusia.

“Bukan satu pekerjaan yang berat mengakui keunggulan sesame, yang perlu kita tanamkan dalam diri adalah kerendahan hati untuk menerima dan mengakui kelebihan mereka”.


SERMONER:

Pastor SVD, Direktur Utama Radio TIRILOLOK Kupang.


ADMIN: Cornelis Kiik
SOUND: AKUI PERAN SESAMA
LOADING AUDIO

Bila tidak respon: KLIK dan BUKA pakai VLC