POST: 01-10-2021 Jam: 13:15:35 WITA - Dari: WEBMASTER, Kepada: Netizen dan Pendengar TIRILOLOK, INFORMASI: Website Radio TIRILOLOK sedang dalam perubahan konstruksi. Beberapa halaman web mungkin tidak ditemukan sebab masih dalam konstruksi. Terima kasih

Hari ini:

whatsapp
2 Pengunjung Online

SERMON

IMAN BUKAN TANDA




Ilustrasi Lukas 11:29-32.
RENUNGAN, 11-10-2021 || DAILY SERMON

Lukas 11:29-32

Terhadap satu peristiwa; masing-masing kita punya pandangan sendiri. Dari aneka pandangan yang hadir, kita bisa menilai siapa orang yang punya pandangan ini; dia punya relasi khusus dengan orang-orang nyang terlibat dalam peristiwa ini, dia orang yang secara kebetulan  menyaksikan peristiwa itu-seorang penonton, orang yang mengikuti peristiwa itu secara detail-seorang pengamat atau ada pula yang tidak tahu menahu atau tidak mau tahu tentang apa yang terjadi di sekitarnya. Dari kenyataan ini kita dapat menyimpulkan bahwa dari satu peristiwa kita dapat menarik seribu satu garis. Karena itu, ada banyak hal dalam hidup kita yang kehadirannya bisa saja ditafsir tidak seperti adanya atau lain sekali dengan apa yang kita maksudkan. Ini berarti kita mesti waspada karena memang segala sesuatu yang kita inderai dapat bermakna ganda; ke-hadirannya selalu mengisyaratkan adanya sesuatu yang lain di baliknya. Karena itu, kita diminta untuk tidak saja melihat apa yang kita saksikan tetapi juga melihat lebih jauh melampaui kenya-taan yang kita hadpi, untuk menemukan apa yang diwakilinya. Satu kejadian dapat ditafsir dalam aneka aspek; ia bisa saja mewakili realitas sebenarnya, mungkin juga menjadi duta satu realitas lain. Dan realitas yang mewakili realitas lain disepakati sebagai tanda. Wajah cemberut duta sebuah hati yang suram. Bunga yang dikirim mewakili hati sang pemberi, selembar foto menjadi tanda ketakterpisahan relasi dua hati meski jauh dalam jarak. Suara yang terkirim via telepon adalah detak kerinduan orang yang berada di sebrang. Pendek kata kita diingatkan untuk bersi-kap bijak dalam menanggapi ataupun menilai kejadian-kejadian di sekitar kita karena yang kita hadapi bisa saja mewakili satu dunia lain yang maha luas.

Mungkin kita terkejut dengan apa yang sudah diuraikan. Bila kita mengakui kenyataan ini berarti kita harus melihat kenyataan lain di balik permintaan orang-orang Yahudi agar Yesus memberikan satu tanda sebagai bukti bahwa Ia dalah Mesias. Kita boleh bertanya apakah permintaan ini muncul karena mereka kurang yakin akan keberadaan Yesus ataukah permintaan ini dijadikan umpan untuk menemukan alasan untuk menolak kehadiran Yesus. Lebih dari itu, melihat relasi antara kaum Farisi dengan Yesus, kita dapat menyimpulkan bahwa permintaan ini merupakan satu ungkapan lain ketegaran hati mereka untuk tidak mengakui keberadaan Yesus walaupun mereka telah menyaksikan banyak hal besar yang dikerjakan Yesus. Lalu apakah anda sendiri membutuhkan tanda-bukti untuk bisa percaya pada sesuatu atau seseorang? Ada saat-saat tertentu di mana bukti-tanda dibutuhkan; orang berada dalam keraguan, kebimbangan akan se-suatu-seseorang, ada pula yang tidak membutuhkannya karena orang sungguh yakin akan apa-siapa yang sedang dihadapinya. Tanda/bukti digunakan untuk menyakinkan atau untuk menggu-gat satu fakta. Kenyataan menegaskan bahwa kita tidak selalu membutuhkan tanda-bukti untuk bisa percaya-diyakinkan bergantung dengan siapa kita berhadapan dan bagaimana relasi kita dengan orang itu. Bila semua hal mesti difisikkan, dengan standar apa kita dapat mengu-kur kedalaman sebuah cinta atau keyakinan? Dapatkah anda bayangkan bagaimana jadinya dunia ini bila segala sesuatu mesti didasarkan pada tanda-bukti? Di sini bukan soal tanda tetapi masalah hati. Hatilah yang menentukan apakah tanda-bukti dibutuhkan atau tidak. Kepercayaan adalah soal kualitas jiwa, keterbukaan diri dan kesediaan hati untuk menerima kenyataan yang ada bukan karena hadirnya banyak tanda. Ketika orang-orang Yahudi meminta tanda supaya mereka bisa percaya, Yesus berkata bahwa mereka hanya bisa diberi tanda nabi Yunus, nabi yang menobatkan orang-orang Niniwe. Mereka adalah orang-orang kafir yang berbalik haluan karena melihat tanda yang diperlihatkan Yunus. Di sini, Yesus hendak menegaskan bahwa tanggapan kaum Yahudi mestinya melebihi tanggapan orang-orang ini, karena mereka adalah orang-orang yang percaya akan Allah. Dan kepercayaan mestinya merupakan sesuatu yang harus muncul dari dalam diri manusia bukan sesuatu yang lahir karena dipaksakan dari luar. Kepercayaan adalah soal kebebasan menentukan sikap, kehadiran tanda merupakan paksaan. Keselamatan ditawarkan kepada setiap pribadi dan tawaran ini mesti dijawab secara bebas oleh setiap pribadi. Keper-cayaan yang dipaksakan dari luar tidak berakar; yang tumbuh dari kedalaman jiwa akan abadi. Karena itu setiap orang bebas menentukan sikap karena konsekuensinyapun sangat personal. Katakan terus terang bahwa anda menolak tidak perlu tanda untuk dijadikan alasan.

Iman/kepercayaan bukan soal banyak tidaknya tanda yang diterima tetapi soal hati. Hebat-nya tanda tidak akan mampu mempengaruhi bila orang tidak punya hati. Walaupun demikian, hal ini tidak berarti kita tidak membutuhkan tanda. Karena beriman tidaknya seseorang sulit diukur hanya bisa dideteksi dari apa yang kelihatan, hidup kita. Hidup kita sendiri menjadi tanda terbesar beriman tidaknya kita. Sebagai orang-orang beriman, kehadiran kita dalam kebersamaan mesti menandakan kehadiran Allah yang kita imani; lewat kehadiran kita mereka yang ada di sekitar kita bisa merasakan kehadiran Allah yang kita iman; Allah yang penuh cinta, suka meng-ampuni dan selalu memberikan kesempatan kepada manusia untuk kembali ke jalur yang benar. Mungkinkah kehadiran kita mampu meyakinkan sesama untuk mengimani Allah yang kita imani dan menggugah hati mereka untuk berubah? Bila bunga adalah tanda sebuah hati, apakah hidup yang sedang kita jalani adalah tanda iman yang kita miliki?

“Kita perlu waspada dalam menampilkan diri karena dari penampilan dan pandangan kita tentang sesuatu, orang dapat mengetahui siapa sebenarnya kita dan bagaimana relasi kita dengan apa atau siapa kita sedang berhadapan”.


SERMONER: Erminold Manehat, SVD

Pastor SVD, Direktur Utama Radio TIRILOLOK Kupang.


ADMIN: Cornelis Kiik
SOUND: IMAN BUKAN TANDA
LOADING AUDIO

Bila tidak respon: KLIK dan BUKA pakai VLC