Untitled Document
Home SVD Curia SVD TIMOR LESTE SVD JAWA SVD ENDE SVD RUTENG Today's Sermon
Hot NEWS
 
Misi Sebagai Dialog Ke Dalam Diri Sendiri
Pengauditan Keuangan Provinsi dan Komunitas
Mengelola Lembaga Pendidikan yang Mandiri
Yayasan Pendidikan Aryos Nenuk Diresmikan
Perayaan Pelepasan 6 Karyawan Purnabakti
Uskup Agung Makassar Siap Terima SVD Timor
Di Luar Aku Kamu Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa Untuk Misi
Dari Kapitel Ke-18 Provinsi SVD Timor
Rumah Baru di Soverdi Kupang, Hadiah Pancawindu Imamat P. Paulus Ngganggung, SVD dari Keluarga Manggarai
JPIC Provinsi SVD Timor Perluas Misi untuk TKI/TKW di Malaysia
 
 
BPT No.136/2009
Hati yang siap sedia untuk misi
P. Simon Bata, SVD

(Provincial SVD Timor )

Sama saudara yang terkasih!

Bulan juli 2008 lalu diselenggarakan pertemuan para provinsial, regional, dan superior misi yang baru dengan dewan general dan perangkatnya, serta para koordinator zona di Nemi – Roma. Katakanlah, “Pembekalan bagi para pembesar baru dalam serikat kita. Kepemimpinan dalam hidup religius misioner di pahami sebagai kepemimpinan adalah suatu pelayanan yang di jalankan dalam terang semangat injil dengan tujuan menolong terekat dan anggotanya mencapai tujuan menurut konstitusi.

Pokok refleksi berpusat pada tiga tugas kepemimpinan dalam tarekat kita: sebagai animator, koordinator dan administrator. Pater General, Tony Pernia, pada hari pertama dalam ceramahnya mengenai perutusan kita, antara lain mengemukakan lima butir perkembangan d alam serikat kita dewasa ini, yang dilatarbelakangi oleh beberapa kapitel general terakhir, yang menyemangati refleksi jawaban misioner kita dewasa ini, yaitu:

  1. Struktur zona: mengantar kita dari sentralisme kepada kerja sama, kebersamaan, tanggung jawab bersama, solidaritas, berpartisipasi dalam kepemimpinan.
  2. Komunitas aneka budaya – internasionalitas: mengantar kita kepada “mengutus misionaris ke negara lain; juga negara pengutus (Eropah) ini menjadi penerima misionaris; kita juga bergulat dengan perbedaan budaya dalam komunitas perutusan kita.
  3. Paradigma barunisi: mengantar kita dari fokus Gereja ke fokus Kerajaan Allah, dari fokus wilayah misi ke situasi misi; dari fokus paroki ke kerasulan kategorial.
  4. Keuangan: cara bermisi kita hendaknya ditopang oleh umat setempat; gaya hidup kita hendaknya sederhana agar menarik umat untuk menolong kita dalam bermisi; Kita bisa berbuat lebih dengan uang yang kurang. Mengalami dan merasakan ketakberdayaan dalam hal materis dan imateril adalah bagian dari perutusan kita.
  5. Animasi rohani: kesadaran akan komitmen misioner hanya mungkin bila klita mempunyai relasi yang intim dengan Allah, setia kepada semangat generasi pendiri dan hati tergerak untuk jeritan dunia sekitar kita.

Berbagai butir refleksi bisa diangkat dari butir-butir di atas. Saya menangkap dua hal untuk refleksi kita pada kesempatan ini.


Pertama: Hati untuk misi. Menelusuri perjalan panggilan pribasi kita, kita semakin merasakan bahwa Allah memanggil saya sebagai pribadi untuk satu tujuan yang Allah tentukan. Panggilan Allah inimenyapa, menyentuh dan membakar semangat saya untuk menjawab misi-Nya. Panggilan ini dirasakan begitu kuat sehingga saya tidak bisa berkata lain selain menyerahkan diri untuk maksud Allah ini. Kita menemukan iini dalam proses bertahun-tahun masa formasi dan dalam refleksi dan perjuampaan degan Allah dalam seluruh perutusan kita saat ini sebagai seorang biarawan misionaris SVD dalam provinsi kitaaa. Bila melihat diriku, perutusanku,  hidupku saat ini aku boleh bertanya diri: apakah hatiku masih terbakar untuk misi-Nya? Tanntangan apa yang sedang aku hadapi, yang menarik hatiku menjauh dari jati diriku yang siap sedia untuk misi-Nya?

Kedua: Bekerja sama. Sebagai seorang anggota serikat saya tidak tipanggil dan menjawabi panggilan ini hanya secara pribasi saja, melainkan juga bersama dalam komunitas, bersama dalam serikat. Maka kemampuan dan kerelaan untuk bekerja sama dalam perutusan kita, baik dalam kuminitas, dengan Gereja lokal, dengan serikat religius lain maupun dengan rekan kerja awam dan orang0orang yang kita layani, menjadi tuntutan mutlak untuk hidup perutusan kita. Gereja individualisme dan ketertutupan diri dalam berbagai bentuk yang meresap kedalam cara dan gaya hidup, justru menghalangi misi Allah yang sejati, yang sudah kita emban.

Hatiku siap sedia untuk misi-Nya, juka saya mempunyai kemampuan dan kerelaan untik bekerja sama. Semoga.

Salam dalam Sang Sabda


P. Simon Bata, SVD

 

SELEKSI POSTNGAN EDISI [ 1 ] [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ] [ 8 ]

 

About Us | Contact Us | ©2007 Radio TIRILOLOK
s