Untitled Document
Home SVD Curia SVD TIMOR LESTE SVD JAWA SVD ENDE SVD RUTENG Today's Sermon
Hot NEWS
 
Misi Sebagai Dialog Ke Dalam Diri Sendiri
Pengauditan Keuangan Provinsi dan Komunitas
Mengelola Lembaga Pendidikan yang Mandiri
Yayasan Pendidikan Aryos Nenuk Diresmikan
Perayaan Pelepasan 6 Karyawan Purnabakti
Uskup Agung Makassar Siap Terima SVD Timor
Di Luar Aku Kamu Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa Untuk Misi
Dari Kapitel Ke-18 Provinsi SVD Timor
Rumah Baru di Soverdi Kupang, Hadiah Pancawindu Imamat P. Paulus Ngganggung, SVD dari Keluarga Manggarai
JPIC Provinsi SVD Timor Perluas Misi untuk TKI/TKW di Malaysia
 
 
BPT No.140/2013
Perayaan 100 SVD Indonesia di Timor
P. Simon Bata, SVD

(Provincial SVD Timor )

Sama saudara yang saya kasihi

Terbitan BPT kali ini memuat sejumlah kenangan Perayaan 100 SVD Indonesia di Timor. Syukur – Bakti – Harapan telah kita canangkan dengan membuka tahun ziarah Yubileum kita tanggal 1 Maret 2012 di Lahurus dan penutupan ziarah Yubileum kita di Katedral Atambua tanggal 16 September 2013 yang lalu.

Lahurus menjadi tempat pijak karya awal misionaris kita. Tanggal 1 Maret mengingatkan kita akan peristiwa 100 tahun lalu serah terima misi Sunda Kecil dari SJ kepada SVD. Lahurus yang letaknya di pedalaman masih menyimpan keaslian keindahan pegunungan. Di tempat inilah misionaris awal mengungkapkan 'tempat terindah' yang pernah mereka
temukan. Dari keindahan inilah mereka berpijak dan menatap ke masa depan. Beberapa hari setelah tiba di Lahurus misionaris pertama P. Petrus Noyen dikunjungi beberapa serdadu Belanda yang berkeliling (patroli) untuk mengamankan pemberontakan yang
terjadi. Kedatangan serdadu yang basah kuyup karena hujan dan sepatu yang penuh lumpur menyentak hati Pater Noyen akan 'spirit serdadu Kristus'. “Kalau para serdadu ini begitu gigih berkorban dan mempertaruhkan hidupnya untuk mendapat upah barang duniawi, maka seorang misionaris mestinya lebih dari mereka ini, karena seorang misionaris adalah 'serdadu Kristus' yang mewartakan kabar baik untuk memperoleh upah surgawi”.

Spirit serdadu inilah yang membuat dirinya dan para misionaris awal siap sedia menatap ke segala arah Pulau Timor ini dan seluruh kepulauan Sunda Kecil. Patroli dan hadir di tengah umat adalah santapan harian mereka. Perayaan penutupan ziarah yubileum kita, telah kita rayakan bersama di Katedral Atambua pada tanggal 16 September 2013. Tanggal 16 September mengingatkan kita peristiwa 100 tahun lalu di mana wilayah misi Sunda Kecil ditingkatkan statusnya menjadi prefektur Apostolik dan tiga minggu kemudian Pater Noyen diangkat menjadi Prefek Apostolik.

Katedral Atambua mengingatkan kita akan 'monumen hidup' dari misionaris awal yang menatap jauh ke depan. Dari Lahurus mereka menatap ke Atambua Mgr. Yacobus Pessers ketika masih imam muda menatap ke depan bahwa Atambua akan berkembang menjadi kota administrasi pemerintah dan ketika menjadi Vikarius Apostolik Timor Belanda, beliau lalu menjadikan Atambua sebagai pusat Keuskupan Atambua.

Perayaan syukur meriah yang melibatkan seluruh Keuskupan Atambua dan kehadiran Superior General SVD, Duta Besar Vatikan, sejumah Uskup Indonesia dan Timor Leste, Utusan SVD dan SSpS Indonesia dan Timor Leste, konfrater serta mantan misionaris dari
luar pulau Timor yang berhimpun di Katedral pada hari perayaan tersebut menjadi tanda nyata ungkapan syukur atas karya Tuhan dan bimbingan Roh-Nya atas para misionaris dan
umat yang bertumbuh dalam rentang waktu 100 tahun tersebut. Keterlibatan dan kehadiran umat menandai perayaan ini sebagai satu perayaan syukur umat dan bukan hanya perayaan syukur kita SVD.

Hari itu 16 September Katedral Atambua menjadi satu tempat pijak baru untuk menoleh ke Lahurus 100 tahun silam, sekaligus menjadi satu tempat pijak baru untuk menatap 100 tahun ke depan. Terlintas di benak saya berbagai permenungan dan sentilan selama ziarah
setahun lebih ini. Satu hal yang berdengung sangat kuat ketika menoleh ke Lahurus adalah bahwa para misionaris datang dari Eropa dan Amerika dalam rentang waktu 100 tahun ke tanah ini membawa sekurang-kurangnya tiga keunggulan atau kekayaan, yakni: spiritual, personil, dan finansial. Di Katedral ini ketika sedang merayakan syukur ini saya merasa bahwa keunggulan personil, kekayaan finansial misionaris ini telah meninggalkan kita. Kita ketiadaan sumber personil dan material dari Barat. Kita menatap 100 tahun ke depan dengan satu yang masih tersisa, yakni keunggulan spiritual yang bertumbuh di tengah kita.

Menyadari 'misi sebagai Misi Allah' (Missio Dei) kita boleh diteguhkan bahwa dengan kekuatan spiritual ini kita dapat menatap dengan penuh harapan 100 tahun ke depan bahwa Allah akan menambahkan sumber personil dan finansial kita yang akan menunjang dan melanjutkan perutusan kita 100 tahun ke depan. Kita ditantang untuk memelihara sumber kita, kekuatan spiritualitas, kekuatan personil dalam jumlah panggilan dan mutu hidup misioner, dan kekuatan finansial dalam bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menunjang karya misi kita.

Semoga Syukur – Bakti – Harapan, ziarah kita di tahun 2013, membawa banyak rahmat untuk hidup dan karya perutusan kita. Saya mengucapkan limpah terimakasih kepada sama saudara dan seluruh umat dalam Gereja lokal atas keterlibatan kita bersama selama setahun untuk perayaan syukur kita ini. Tuhan memberkati.

SELEKSI POSTNGAN EDISI [ 1 ] [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ] [ 8 ]

 

About Us | Contact Us | ©2007 Radio TIRILOLOK
s