Untitled Document
Home SVD Curia SVD TIMOR LESTE SVD JAWA SVD ENDE SVD RUTENG Today's Sermon
Hot NEWS
 
Misi Sebagai Dialog Ke Dalam Diri Sendiri
Pengauditan Keuangan Provinsi dan Komunitas
Mengelola Lembaga Pendidikan yang Mandiri
Yayasan Pendidikan Aryos Nenuk Diresmikan
Perayaan Pelepasan 6 Karyawan Purnabakti
Uskup Agung Makassar Siap Terima SVD Timor
Di Luar Aku Kamu Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa Untuk Misi
Dari Kapitel Ke-18 Provinsi SVD Timor
Rumah Baru di Soverdi Kupang, Hadiah Pancawindu Imamat P. Paulus Ngganggung, SVD dari Keluarga Manggarai
JPIC Provinsi SVD Timor Perluas Misi untuk TKI/TKW di Malaysia
 
 
BPT No.143/2014
Menelaah nilai ketaatan seseorang dalam memaknai kata “YA” yang dijiwai nasihat Injil
P. Vincentius Wun, SVD

(Provincial SVD Timor )

Konfratres yang terkasih,


SALAM JUMPA dalam kasih Sang Sabda. Untuk pertama kali saya datang menemui konfrater sekalian lewat media kita ini. Suatu kesempatan yang tidak pernah saya mimpikan dalam perjalanan panggilan imamat saya. Sebagaimana banyak orang lain mempunyai mimpi dalam kehidupannya, sayapun mempunyai mimpi ketika ditahbiskan menjadi imam Tuhan. Mimpi saya tidak lain adalah berada di antara umat di paroki untuk berbagi suka dan duka bersama mereka serta siap segala waktu untuk memberikan pelayanan rohani kepada mereka yang membutuhkan. Mimpi ini telah saya wujudkan selama masa pengabdian saya di paroki-paroki di mana Bapak Uskup memberikan tugas pastoral parokial ini. Suatu pengalaman yang sangat menyenangkan walaupun harus disertai aneka tantangan dan kesulitan. Namun kerapkali apa yang kita mimpikan ternyata tidak selalu terwujud sepanjang perjalanan panggilan hidup (imamat)  kita. Di sinilah kita dapat menelaah nilai ketaatan seseorang dalam memaknai kata “YA” yang dijiwai nasihat Injil.


Saya teringat akan peristiwa Yosef dan Maria yang telah menjawabi undangan Tuhan dengan kata “YA”. Jawaban yang penuh risiko. Yusuf harus mengambil Maria sebagai istrinya yang sedang mengandung dari Roh Kudus (Bdk. Mt, 1:18 dst.). Atau juga setelah kelahiran Yesus mereka diperintahkan untuk mengungsi ke Mesir agar bayi Yesus terluputkan dari ancaman Herodes (Bdk.Mt, 2:13-15). Setelah itu harus berkemas untuk kembali lagi ke Israel (Bdk. Mt,2:19-23). Saya dapat membayangkan situasi batin Yusuf dan Maria yang dengan tahu dan mau menaati jawaban “YA” mereka. Sayapun membayangkan bagaimana repotnya satu keluarga harus mengungsi dari satu tempat ke tempat lain bahkan tempat yang baru bagi keduanya. Inilah arti dari satu kata “YA” yang keluar dari mulut kita.  Sekali menyatakan “YA” untuk sebuah tugas perutusan dari Allah maka serentak  menuntut kesediaan dan tanggungjawab untuk melaksanakan rencana-Nya.


Setiap kita saat ini berada di medan karya perutusan kita masing-masing. Tentu ada pekerjaan yang sangat menyenangkan, ada pula pekerjaan yang tidak kita kehendaki. Namun demi ketaatan dan kebahagiaan untuk banyak orang kita siap untuk melaksanakannya. Segalanya untuk kemuliaan Tuhan dan kebahagiaan sesama yang kita layani. Saya berharap dalam mewujudkan “YA” dalam misi kita di mana kita dipercayakan hendaknya kita turut berpartisipasi dan membumi dalam aneka seluk-beluk kehidupan mereka (umat) yang kita layani. Kiranya kita tidak terjerumus dalam semangat materialisme atau gaya hidup duniawi yang kerapkali mengancam keberadaan kita. Tetapi tetap berpegang teguh dalam terang iman kita dan menghadirkannya di tengah mereka (umat) yang kita layani. Saat ini ada banyak keprihatinan yang perlu mendapat perhatian kita seperti kemiskinan, masalah kehidupan keluarga dan KDRT, kesenjangan sosial, masalah perdagangan manusia, masalah TKI/W, masalah pertambangan dan lingkungan hidup, masalah keterasingan di tengah keramaian yang dihadapi oleh sekian banyak orang tapi tidak terdeteksi oleh sesamanya karena aneka kesibukan dalam mempertahankan kehidupan. Kita dipanggil untuk tetap melaksanakan misi tarekat kita sesuai keempat matra khas kita dan tetap membangun kerja sama dengan Gereja Lokal tempat di mana kita berkarya.


Keterlibatan kita dalam aneka persoalan dunia di seputar kita akan semakin bermakna kalau setiap kita sebagai putra Arnoldus Janssen mendekatkan hidup kita kepada sumber segala rahmat yakni Tuhan sendiri.  Ekaristi, Kitab Suci dan doa Pribadi merupakan kekuatan utama bagi kita sekalian untuk bisa memiliki antena yang tajam dalam menangkap kebutuhan sesama ketika berhadapan dengan orang yang kita layani. Dalam Konstitusi kita No. 402, secara ringkas, dapat saya katakan demikian bahwa dengan Ekaristi yang kita rayakan Kristus memperkenankan kita mengambil bagian dalam hidup-Nya dan mengikutsertakan kita dalam korban-Nya kepada Bapa demi semua orang. Jadi Ekaristi memperdalam hidup kita dengan Tuhan sehingga kita  mendapat kekuatan untuk pelayanan apostolis kita. Demikian juga sebagaimana tertera dalam Konstitusi SVD, No. 407 dikatakan, agar kita sebagai rekan kerja Kristus berusaha berada dalam Firman Allah. Dengan Kitab Suci hati kita dibuka bagi Roh Kudus yang membantu kita untuk menjadikan Firman Allah milik kita dan dengan demikian kita bisa membagikan kepada sesama kita. Bagi saya kita hanya bisa memberikan kepada orang lain apa yang menjadi milik kita demikian dalam mewartakan Sabda Tuhan hendaknya kita membagikan Sabda yang menjadi milik kita, dengan demikian umat yang kita layani akan  merasakan adanya kebenaran yang keluar dari mulut kita. Selanjutnya dalam Konstitusi SVD No. 408 dikatakan, Firman (Kitab Suci) itu juga dapat membangkitkan dalam diri kita cinta akan doa. Doa yang menjadi sumber pelayanan kita harus selalu ditunjukkan dalam konteks aneka ragam peristiwa dalam kehidupan kita.


Pada kesempatan ini, saya bersama anggota Dewan Baru dari Provinsi SVD Timor (periode 2014-2017) ingin menyampaikan penghargaan kepada semua konfrater atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk melayani misi tarekat dan Gereja. Kami telah menyatakan kesediaaan kami dengan kata “YA”. Karena itu, kami percaya bahwa Tuhan senantiasa akan menuntun dan membimbing kami dalam mengemban karya misi kita bagi Gereja. Kami sangat mengharapkan dukungan dan kerjasama konfrater sekalian agar tugas pelayanan ini dapat kami selesaikan dengan baik sepanjang tiga tahun ke depan.


Saya juga secara khusus ingin menyampaikan limpah terima kasih kepada P.Simon Bata, SVD dan mantan anggota dewan lainnya Br.Simeon Motong, SVD dan P. Joannes  Gualbertus Salu,SVD atas segala jasa yang telah diberikan kepada Provinsi ini sebagai wujud kesetiaan mereka atas “YA” saat menerima tugas pelayanan ini. Ada sekian banyak hal yang baik telah dirintis Provinsial dan dewan yang lama yang tentunya menjadi batu pijakan bagi semua yang akan meneruskan tugas pelayanan di Provinsi ini ke depan. Tuhan senantiasa memberkati dan menuntun konfrater sekalian dalam tugas pelayanan ke depan di mana saja berkarya. Saya juga mengajak konfrater sekalian untuk  saling memaafkan apabila di waktu yang lalu  ada hal yang kurang menyenangkan di antara kita.


Saya pun secara pribadi ingin menyampaikan limpah terima kasih dan penghargaan saya  yang tulus kepada Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk menjabat Vikjen Keuskupan Atambua dan sekaligus kesediaan untuk melepaskan saya walaupun saya sadari bahwa dengan terpilihnya saya sebagai Provinsial SVD Timor telah mengganggu Kalender Kerja Keuskupan Atambua. Hanya permohonan maaf yang bisa saya sampaikan kepada Bapak Uskup Atambua. Demikian juga seluruh umat Katolik di wilayah Keuskupan Atambua.


Akhir kata, bersama pemazmur (Mz 40:8-10) kami pun berdoa: “Sungguh aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku. Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya Tuhan ”. 
Mari kita saling bergandengan tangan dalam mewujudkan karya misi tarekat dan Gereja ke depan dalam terang iman dan penuh persaudaraan demi melestarikan dan menyebarluaskan nilai-nilai kerajaan Allah.


 Salam persaudaraan dalam Sang Sabda

SELEKSI POSTNGAN EDISI [ 1 ] [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ] [ 8 ]

 

About Us | Contact Us | ©2007 Radio TIRILOLOK
s