Untitled Document
Home SVD Curia SVD TIMOR LESTE SVD JAWA SVD ENDE SVD RUTENG Today's Sermon
Edisi April-Juni 2014
13-11-2014 | 00:00:00
 
PERISTIWA UTAMA
 
  RUMAH BARU DI SOVERDI KUPANG, HADIAH PANCAWINDU IMAMAT P. PAULUS NGGANGGUNG, SVD DARI KELUARGA MANGGARAI
 
17.jpg
  • P. Paulus Ngganggung, SVD (Kiri)
  • Rumah Baru

RUMAH BARU yang berdiri megah di belakang rumah induk Biara Soverdi Oebufu, Kupang telah diresmikan dengan perayaan ekaristi yang dipimpin oleh mantan Provinsial SVD Timor, P. Simon Bata, SVD pada 26 April 2014 lalu. Rumah baru itu dibangun oleh keluarga besar Manggarai di Kupang sebagai kado/hadiah pancawindu imamat dari P. Paulus Ngganggung, SVD. Pada hari itu, keluarga besar Manggarai yang diwakili oleh dr. Herman Man yang juga Wakil Wali Kota Kupang menyerahkan kunci rumah kepada P. Simon Bata selaku Provinsial SVD Timor saat itu. Kini, rumah dengan lima kamar all-in itu telah ditempati P. Paulus Ngganggung, SVD, P. Yulius Yasinto, SVD, P. Paskalis Seran, SVD.


P. Paulus Ngganggung, SVD saat ditemui BPT pada Senin, 23 Juni 2014 mengisahkan sejarah panjang berdirinya rumah baru itu. “Pembangunan rumah baru ini berkaitan dengan Pancawindu imamat saya pada tahun 2010. Dalam rangka itu, keluarga besar Manggarai di Kupang bertanya pada saya, hadiah apa yang diharapkan dari mereka. Pikir-pikir, saya sudah tua, buat apa saya perlu materi/barang-barang. Saya berpikir, apa salahnya kalau mereka beri saya hadiah yang dapat bertahan. Artinya bukan atas nama saya, tapi diperuntukkan serikat. Saya boleh mati, tapi hadiah itu bertahan untuk serikat.  Setelah keluarga berpikir, mereka berencana untuk membangun rumah untuk saya. Lalu beritahu keluarga bahwa saya harus tanya provinsial kami, apa setuju atau tidak, mau atau tidak. Akhirnya dilaporkan secara lisan dan mulai ada titik terang. Utusan keluarga pun nyatakan secara resmi bahwa keluarga beri rumah. Malah ada surat dari provinsial. Maka gedung ini pun mulai dibangun pada Mei 2010,” kisah P. Paul Ngganggung.


Pater Paul Ngganggung mengakui bahwa pembangunan gedung ini memakan waktu lama, empat tahun. “Tanggal 26 April 2014, gedung itu kita resmikan. Sedangkan pembangunan dimulai pada 2010. Itu berarti pembangunan gedung ini memakan waktu empat tahun. Kenapa? Empat tahun itu berarti keluarga yang beri itu bukan karena kelimpahan. Mereka kumpulkan uang sedikit demi sedikit. Jadi pembangunan lamban karena bukan keluarga kelimpahan. Dalam perjalanan, kelihatan sumbangan dari keluarga mandek. Sehingga muncullah penderma-penderma dan sahabat-sahabat yang mau terlibat untuk selesaikan pembangunan ini. Banyak penderma, termasuk sumbangan dari SVD bukan atas nama serikat, tapi orang-orang dalam serikat,” akui Pater Paul kelahiran Rowang, Keuskupan Manggarai.
Menurut Pater Ngganggung, dibalik pembangunan rumah ini yang lambat tapi tetap selesai karena sebenarnya terbersit pesan atau nilai didalamnya. “Sebenarnya masih lebih dalam lagi, apa pikiran dasar dari pembangunan rumah ini. Pertama, pola pikir kita bahwa yang dulunya serikat kaya, Gereja kaya, sudah harus berubah. Bukan itu lagi! Kedua, dulu kita pasif. Gereja, serikat bangun dimana-mana. Sekarang kita bantu serikat. Dulu mereka yang bangun, sekarang kita yang bangun. Ketiga, kita libatkan keluarga untuk membantu kita,” jelas Pater Paul yang ditahbiskan pada 20 Juni 1970.   


Dikatakan, pengerjaan rumah ini benar-benar satu swadaya keluarga dan serikat sehingga pengerjaannya juga tidak membayar kontraktor, tetapi hanya membayar tukang-tukang.  Bapak Stefanus Penu yang juga seorang kontraktor yang merancang dan menggerakkan pembangunan rumah ini. Selanjutnya dituntaskan oleh Br. Simeon Motong, SVD dengan tetap bekerjasama dengan keluarga dalam penyelesaiannya. Total anggaran pembangunan rumah ini sebesar Rp. 500 juta. (jt)   

   
 
[ back ]
 
About Us | Contact Us | ©2007 Radio TIRILOLOK