Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 01-03-2011 | 19:04:32
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : KEHADIRANMU HARUS MEMBEBASKAN
Mrk 5;1-20, Senin, 31 Januari 2011

Kita selalu hidup bersama, di sana ada orang yang sungguh menikmati kebersa-maan itu. Tetapi ada pula orang yang tidak pusing peduli dengan apa yang terjadi dengan orang di sekitarnya, mereka justeru berusaha membangun kemapanan diri. Padahal tanpa mereka sadari mereka sendiri tidak bisa melepaskan diri dari kebersamaan itu ka-rena bagaimanapun juga kemapanan diri itu dibangun dengan bercermin pada kehidupan orang-orang di sekitar mereka. Kenyataan ini mesti menyadarkan kita bahwa dalam kebersamaan kita tidak boleh melihat hanya kepentingan diri kita dan kita tidak hanya hidup untuk diri kita sendiri, kita ada juga untuk orang lain dan bahkan kita ada karena yang lain itu ada. Di sini kita mesti menyadari bahwa dikehendaki atau tidak, disengaja atau tanpa rencana kehadiran kita punya dampak ganda; bisa membawa kebaikan pada sesama, bisa juga berdampak negatif bagi mereka yang ada di sekitar kita. Tugas dan kewajiban kita adalah berusaha sedapat mungkin agar kehadiran kita berdampak positif dan dapat meringankan beban hidup sesama, kita tidak dilahirkan untuk menjadi beban sesama ataupun menjadi sumber penderitaan bagi sesama walaupun kenyataan banyak berkata lain. Untuk itu kita mesti bersedia keluar dari dunia diri kita yang sempit, rela meninggalkan kemapanan kita supaya kita bisa merasakan apa yang sedang dirasakan sesama. Entah sebagai anggota masyarakat ataupun sebagai orang beriman tugas kita hanya satu menjadi orang baik dan harus membawa kebaikan bagi orang lain kalau kita sendiri menghendaki hidup ini tetap lestari dan menjadi jauh lebih baik. Yang menjadi soal sekarang adalah apakah sejauh ini tugas ini sudah kita jalankan?

Kita semua sudah dibaptis dalam nama Allah Tritunggal. Dalam kebersamaan, Sebagai orang-orang beriman kita mesti melihat diri kita sebagai orang-orang yang pu-nya tugas lebih atau merasa lebih bertanggung jawab untuk membawa kebaikan bagi se-sama. Kalau orang-orang di sekitar kita begitu masa bodoh dengan nasib sesamanya, kitalah yang mesti merasa terpanggil untuk mengatasi situasi ini. Kalau kita sendiri tidak bisa membantu mereka meringankan beban hidupnya, jangan berhenti di situ. Kita harus mencari jalan bagaimana bisa membantu mereka, membuat hidup mereka menjadi jauh lebih baik seperti apa yang dilakukan Yesus. Sebab tanpa kita sadari di sekitar kita ada begitu banyak orang yang sedang dirasuki, dikuasai roh jahat yang tampil dalam aneka wajah dan punya nama. Ini berarti apa yang ditulis bukanlah hasil satu ilusi, roh jahat yang bernama itu ada entha dalam diri orang lain ataupun dalam wajah dan kehadiran kita sendiri. Roh jahat ini bisa tampil dalam kemarahan yang membakar, keangkuhan yang memisahkan, kecemburuan yang merusak, iri yang mematikan keter-bukaan, cinta yang mengkotak-kotakan dan pelayanan yang bermata. Aneka roh jahat ini tanpa kita sadari sudah memasuki dunia hidup kita dalam aneka cara tanpa kita sadari atau karena kemauan kita. Kalau kita mau hidup kita menjadi jauh lebih baik, kehadiran kita dapat meringankan beban sesama. Aneka roh jahat ini perlu kita singkirkan dari ruang hati kita. Cinta yang mengabdi perlu kembali diberi tempat dalam ruang hati kita. Tetapi ini hanya mungkin bila kita mau keluar dari diri kita sendiri, bersedia menyebrang danau kehidupan kita ke “Gerasa’ kehidupan nyata. Hanya dengan cara ini dan penuh kerendahan hati kita akan mengetahui sudah sejauh mana pengaruh kehadiran kita dalam kebersamaan dan dari sana kita dapat merasakan apa yang sedang dialami oleh mereka yang berada di sekitar kita serta apa yang mesti kita lakukan berhadapan dengan situasi dunia nyata yang mengitari kita. Satu hal lain yang menuntut persiapan diri; tidak semua kebaikan yang kita lakukan akan mendatangkan tanggapan yang positif. Untuk itu kita harus siap ditolak. Tetapi apapun tanggapan yang akan kita terima; kebaikan yang menjadi tugas kita mesti tetap kita jalankan. Tempat boleh berpindah, tanggapan boleh berbeda tetapi tugas kita tetapi satu dan mesti dijalankan; meringankan beban sesama, berbuat baik. ‘Pada waktu Yesus naik ke perahu, orang yang darinya roh jahat diusir meminta untuk mengikuti Yesus tetapi Yesus mengatakan pulang ke orang-orang seasalmu beritakan segala sesuatu yang telah dikerjakan Tuhan dan bagaimana Ia mengasihi Engkau. “Kebaikan yang engkau terima harus kaubagikan kepada mereka yang lain.

Kita hidup dalam kebersamaan dengan peran yang berbeda. Tetapi perbedaan peran ini hanya punya satu tujuan utama; menumbuhkembangkan kebaikan yang menja-di tugas dan panggilan kita. Kehadiran kita harus mampu meringankan beban sesama, menaklukkan aneka roha jahat yang sedang gentanyangan dalam kebersamaan kita. Tetapi ini hanya mungkin kalau kita mau menyeberangi danau kehidupan kita dan masuk ke dalam Gerasa kehidupan nyata. Kita juga harus siap bahwa usaha baik ini, kehadiran kita tidak selamanya mendatangkan tanggapan seperti yang kita harapkan. Rintangan tidak boleh melehkan semangat kita untuk tetap berbuat baik karena kita telah dipanggil dan diutus ke dalam kebersamaan untuk membuat hidup menjadi jauh lebih baik.

“Kita hanya bisa menaklukkan dunia dengan menaklukkan diri kita sendiri, membuat kehadiran kita berarti bagi yang lain”.
[ back ]
footer2.jpg