Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Failed to Get RSS Data
Post at : 10-08-2009 | 23:56:00
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : “KAMU ADALAH APA YANG KAMU LAKUKAN”
(Mat 18:1-5;10;12-14, Selasa, 11 Agustus 2009)

Hidup ini menarik untuk dicermati; banyak orang berlomba-lomba untuk menduduki posisi penting dalam kebersamaan walaupun mungkin kapasitas yang dimiliki tidak sepadan dengan tempat/posisi yang diperebutkan. Dan memang ada banyak jalan ke Roma, ada ribuan trik untuk menjadi yang terbesar. Tetapi Me-ngapa kita ingin menjadi besar atau berbuat seolah-olah kita berada pada posisi sentral yang menentukan nasib sesama? Apa motivasi di balik keinginan ini? Jawaban atas pertanyaan ini tentunya beragam. Banyak kali kita keliru dengan keinginan yang satu ini. Begitu sering posisi sentral diperebutkan mengatasnamakan pelayanan. Tetapi apakah untuk melayani kita mesti menduduki tempat tertentu? Benar bahwa semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin banyak ia mem-punyai peluang untuk melayani sebanyak mungkin orang. Tetapi apakah benar motivasi ini ada dalam hati kita ataukah pelayanan hanyalah sebuah bahasa klise untuk menutupi kejahatan dan kerakusan yang bercokol dalam hati. Bukankah sejarah hidup kita mencatat kenyataan yang sama? Walau tidak semua orang demikian motivasinya tetapi pada umumnya seperti itu. Hasilnya tetap sama, tidak semua orang sungguh melakukan apa yang pernah mereka janjikan. Seperti sebu-ah iklan yang hebat promosinya tetapi jauh berbeda saat diuji dalam medan situasi hidup kita.

Mungkin anda lagi kecewa lantaran posisi incaran anda jatuh ke tangan orang lain. Tetapi satu hal yang perlu disadari posisi seperti itu banyak peminat-nya dan banyak pula syaratnya. Semua kita ingin menggapai langit, tetapi hanya mereka yang bersayaplah yang akan mengapainya. Impian jadi pemimpin adalah wabah penyakit abad ini. Banyak orang berlomba merebut posisi ini atas nama pelayanan. Hal serupa terjadi di kalangan para murid; siapa dari antara mereka yang terbesar. Kisah ini mengekspresikan kerinduan hati setiap kita. Untuk merebut posisi ini, membuat impian kita jadi kenyataan segala macam jalan dapat ditempuh; mulai dengan jalan yang paling halal sampai kepada jalan yang paling haram. Di sini teknik periklanan digunakan; orang berlomba-lomba membangun kesan yang menggugah dan mental preman dihalalkan. Kata orang semakin tinggi tempat sebatang pohon berada, semakin deras badai yang akan menerpahnya. Lalu mengapa orang berlomba-lomba menduduki posisi sentral? Apakah kita harus menduduki posisi tertentu supaya bisa melayani sesama ataukah ini hanya demi kepentingan pribadi semata? Terhadap diskusi para muridNya, Yesus mengatakan bahwa siapa yang ingin menjadi yang besar harus belajar dari anak-anak; berhati nurani bersih, hidup tanpa ambisi dan persaingan yang tidak sehat dan siap mengikutsertakan sesama saat hendak membuat sejarah. Tetapi ini tidak berarti kita mesti bersikap kekanak-kanakan. Untuk itu kerendahan hati kita dituntut. Kebesaran seseorang tidak ditentukan oleh posisinya tetapi oleh apa yang dilakukannya. Semakin tinggi posisi seseorang, mestinya semakin sebanyak peluang baginya untuk melayani sebanyak mungkin orang. Kita justeru menyangka kebesaran kita ditentukan oleh adanya semakin banyak orang melayani kita. Menjadi besar bukanlah kesempatan untuk meremehkan sesama; semua kita sama di mata Tuhan. Posisi kita mesti menjadi jalan bagaimana membawa kembali mereka yang tersesat ke dalam kebersamaan yang harmonis. Untuk itu kita harus siap menderita, berperang dengan keinginan sendiri. Yang kita temukan justeru sebaliknya; bagi kita tempatlah yang menentukan besar tidaknya seseorang, sehingga tidak heran orang siap mengorban-kan apa dan siapa saja demi tempat itu.

Dunia tempat kita mengais hidup sedang sakit karena telah dipenuhi iklan-iklan orang-orang yang punya ambisi besar menduduki posisi-posisi penting, dengan semangat pelayanan yang begitu rendah. Dunia macam ini butuh orang-orang yang siap mengabdi, orang-orang yang melihat posisi yang ditempati seba-gai peluang untuk melayani sebanyak mungkin orang, pribadi-pribadi yang me-nyadari bahwa kebesaran seseorang tidak ditentukan oleh kedudukannya tetapi oleh semangatnya untuk melayani sesamanya. Bob Garon dalam bukunya DINAMIKA HIDUP BAHAGIA menulis; bila anda tidak bisa menjadi matahari, jadilah bintang. Bila anda tidak bisa jadi jalan raya, jadilah jalan setapak; sebab bukan besar kecilnya anda yang menentukan kesejatian diri anda, tetapi apapun anda jadilah yang terbaik.

[ back ]
footer2.jpg