Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Failed to Get RSS Data
Post at : 10-09-2010 | 22:56:55
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : JANGAN BERI MATA PADA CINTAMU
Lukas 6:27-38,Kamis, 9 September 2010

Saya tidak tahu rasa apa yang sedang bertamu di ruang hati anda tetapi saya ingin kita bicara tentang cinta. Saya juga tidak bermaksud membuat luka anda kembali berdarah dengan berbicara tentang kata ini mungkin pembicraan ini membawa anda kembali ke situasi suram yang pernah anda alami berhubungan dengan kata ini. Cinta, kata sederhana ini sudah melahirkan aneka kisah dan mungkin saja perahu hidup kita sendiri sedang dipermainkan gelombang rasa yang satu ini. Dan berbicara tentang cinta, selalu menimbulkan rasa aneh dalam hati kita. Apalagi bila saat ini anda sedang dirasuki oleh keha-dirannya. Kata orang, teori tentang kata ini hanya satu usaha untuk membatasi luas kehadirannya karena cinta bukan soal banyaknya kata untuk memahami realitasnya tetapi masalah hati dan hidup yang diwarnai-dipengaruhi oleh kehadirannya. Kehadiran rasa cinta dalam hati mempengaruhi hidup dan relasi kita dengan yang lain dan peran cinta dalam relasi kita dengan yang lain mengakibatkan perubahan pada suasana pada ruang hati kita. Lihat saja, kalau hati anda lagi berbunga-bunga, hari yang mendung tidak banyak berpengaruh tetapi bila aanda lagi patah hati, hari yang cerah tidak akan mampu mengusir mendung di hati anda. Cinta tidak bermata, seperti mentari yang menyinari apa dan siapa saja, dia bertamu pada ruang hati siapa saja, dia tidak mengenal warna, baginya perbedaan adalah kekayaan, dan semakin banyak ruang hati yang dikunjungi semakin kaya adanya dia. Ada yang berkata; jangan pernah mencintai karena cinta akan melumat habis setiap denyut jantungmu bila anda punya pikiran yang berbeda dari pandangan di atas. Dalam kata, cinta begitu sederhana tetapi dalam hidup pengaruhnya tidak sesederhana huruf-huruf menampilkan adanya. Diamlah sejenak, kesunyian batinmu akan membuktikan kebenarannya. Cinta menciptakan hari-hari penuh bunga, mendatangkan resah dan gelisah. Ber-hadapan dengannya seribu satu pengalaman dapat tercipta, rasa aneh yang sulit dibaha-sakan akan mengiringi setiap detak jantungmu.

Hari ini rasa cinta kita digugat. Peran cinta dalam hati kita telah mengubah status rasa ini. Cinta yang mestinya buta telah kita beri mata sehingga kehadirannya dalam hati kita telah menciptakan aneka bentuk pengkotak-kotakan dalam kebersamaan. Cinta, rasa yang universal sifatnya telah dipersempit ruang geraknya oleh egoisme kita yang sempit. Hari ini kita diminta untuk menunjukkan satu bentuk cinta dan mengekspresikan rasa kasih yang melawan kecen-derungan ini. Cinta kita tidak boleh menciptakan pengkotak-kotakan dan rasa kasih kita mesti dijadikan peredam muncul/berkembangnya aneka soal dalam hidup. Ini berarti relasi hati tempat cinta kasih bertumbuh dan relasinya dengan hidup kita perlu ditata ulang. Disadari ataupun tidak kasih kita telah kita menciptakan tembok pemisah tak kelihatan, memperbesarkan masalah yang ada; ada ketidakadilan dalam cara kita mencinta. Lebih dari itu, balas dendam dan cinta kita yang diskriminatif telah merusak hati kita dan kebersamaan tempat kita ada dan mengais hidup. Memulihkan situasi ini, Yesus meminta, “kasihilah musuhmu, berbuatlah baik terhadap yang membenci kamu dan mohon berkat bagi yang mencaci kamu, dan masih banyak lagi” Permintaan ini tidak mudah untuk dijalani. Tetapi inilah cara menunjukkan kekhasan kita sebagai orang-orang kristen, kita harus lain dari mereka yang lain, keistimewaan kita justeru terletak dalam sikap dan permintaan ini. Bila dunia mengandalkan kekerasan, kita harus menunjukkan bahwa kekerasan bukan jalan terbaik menyelesaikan sebuah soal. Ingat, cinta dan kelemahlembutan bukanlah satu kelemahan melainkan cara terbaik untuk memadamkan api kebencian yang berkobar-kobar. Bila dunia gemar balas dendam, kita mesti memberi warna lain dalam hidup ini; balas dendam hanyalah jalan memperbesar dan memperpanjang soal yang ada, lalu kebahagiaan yang kita impikan tidak akan kita raih. Bila dunia mencintai yang lain demi dirinya, cinta kita kepada yang lain harus membuat mereka menjadi dirinya sendiri. Bila cinta dunia telah menciptakan aneka pengkotakan dalam hidup, cinta kita mesti meruntuh-kan tembok-tembok yang memisahkan kita dengan kita. Bila dunia ingin diper-lakukan secara istimewa, kita mesti menyadari bahwa kita hanya dapat diperlakukan secara istimewa kalau kitapun memperlakukan yang lain seperti kita ingin diperlaku-kan. Ekspresi cinta kita harus jauh melampaui apa yang dapat dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, memberi warna yang khas bagi hidup ini, merubah kisah hidup ini mulai dengan merubah cara kita mencintai sesama.

Kita punya hati yang mesti berfungsi seperti matahari yang siap menyinari apa dan siapa saja ataupun hujan yang membasahi segala. Kita punya Allah yang cintaNya dapat dijadikan cermin cinta kita terhadap sesama; mencintai dengan kesediaan mengampuni; menghendaki yang lain hidup, memberi kesempatan kepada yang jahat untuk berbuat baik. Cinta dan perhatian kita tidak boleh menciptakan kotak-kotak tak kelihatan yang sulit dimasuki. Inilah cara mengartikan kehadiran kita sebagai orang-orang yang sedang mengikuti jejak Kristus. Inilah nilai tambah yang mesti menjadi kekhasan hidup kita dalam kebersamaan. Kalau kamu mencintai mereka mencintai kamu apa bedanya kamu dengan mereka yang jahat, karena mereka juga melakukan yang sama? Apapun alasan dan situasinya, cintamu jangan pernah memisahkan.

“Saat anda member mata kepada rasa kasih anda, di saat yang sama anda melangkahkan kaki anda ke dalam masalah”.
[ back ]
footer2.jpg