Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Post at : 20-05-2010 | 02:17:53
By : Erminold.Manehat, SVD
Theme : “ATURLAH DIRIMU”
Yoh 21:20-25,Sabtu, 22 Mei 2010

Hidup ini terkadang penuh dengan hal-hal ironis. Mengapa tidak, karena sering begitu kita sibuk mengatur kehidupan orang lain lalu kita lupa akan diri kita sendiri. Ini satu kecenderungan yang sangat manusiawi tetapi perlu dikendalikan karena bila berlebihan akan menimbulkan soal. Kita bisa dianggap suka mencampuri urusan orang dan bisa juga mendapat kata-kata umpatan ini, ‘urus diri sendiri saja belum beres mau urus orang lain, lihat diri dulu baru bicara tentang orang lain’. Hal ini justeru menjadi fokus topik ini, ‘aturlah dirimu’. Selain menandaskan kecenderungan manusia, kata-kata ini juga mengisyaratkan bahwa banyak ketimpangan dalam hidup dapat kita atasi, kita hindari bila kita tahu mengatur diri sendiri sebelum mengatur hidup orang lain atau mengatur orang lain dengan mengatur diri sendiri. Ini tidak berarti kita harus menutup mata kita terhadap apa yang berlangsung di sekitar kita. Kita hanya perlu menjaga jangan sampai terjadi ketidakseimbangan ini. Banyak soal terjadi karena ketimpangan ini dan tidak sedikit soal yang bisa kita hindari bila hal ini kita perhatiakan secara serius. Bila kita mampu mengatur diri sendiri, hidup kita dapat menjadi cermin bagi sesama untuk mengatur dirinya, kita mengatur mereka dengan cara hidup kita bukan dengan kata-kata kita karena bisa saja apa yang kita katakan tidak kita hidupi. Contoh hidup lebih berpengaruh ketimbang kata-kata kita. Dan memang dunia sudah bosan dengan banyak teori, dunia butuh tindakan nyata. Masih ada banyak hal penting yang perlu diperhatikan ketimbang mengatur hidup orang lain.

'Kalau saya mau supaya dia tetap hidup sampai saya datang kembali, itu bukan urusanmu, tetapi kamu ikutlah Aku’. Kata-kata ini disampaikan Yesus kepada Petrus saat ia bertanya tentang nasib murid yang dikasihi Yesus. Jawaban ini tentunya membuat Petrus sedikit terpukul. Tetapi hal ini tidak dimaksudkan Yesus. Melalui jawaban ini Yesus sebenarnya hendak mengarahkan Petrus kepada tugasnya yang sebenarnya; ‘konsentrasi dengan tugasmu. Jangan atur hidup orang lain nanti kamu kamu bisa melupakan apa yang menjadi tanggung jawabmu. Nasib tiap orang ada di tangannya sendiri, tugas kamu adalah mengajarkan apa yang sudah Saya ajarkan mulai apa yang mereka tahu, jadikan hidup dan misi Saya, hidup dan misimu’. Bila kamu terlalu banyak melihat keluar diri, kamu bisa lupa melihat ke dalam diri dan kamu bisa saja menjadikan hidup kamu standar untuk kehidupan orang lain. Karena kita tidak hidup sendirian kita perlu memper-hatikan mereka yang ada di sekitar kita, dari mereka kita bisa menimbah hal-hal posisitf untuk membangun diri. Tetapi usaha kita untuk memperhatikan orang lain perlu dibarengi dengan semangat untuk berkaca diri. Sikap Petrus justeru bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh murid yang dikasihi Yesus. Dia tidak peduli akan apa yang akan terjadi dengan dia kelak. Dia justeru memusatkan diri pada apa yang menjadi tugasnya, ‘saya menulis semuanya ini supaya kamu percaya’. Melalui tindakannya itu, murid yang dikasihi Yesus ini hendak mengatakan bahwa nasib kita tidak ditentukan oleh sejauh mana kita memper-hatikan orang lain tetapi bergantung dari seberapa besar keseimbangan antara perhatian terhadap orang lain dan terhadap diri sendiri. Selebihnya, nasib kita tidak ditentukan oleh apa yang dikatakan orang tentang kita tetapi bergantung dari apa yang kita lakukan dalam dan untuk sebuah kebersamaan. Kalau kamu melakukan kebaikan, kamu tidak akan pernah mati karena setiap kali orang berceritera tentang kebaikanmu, kamu hidup walau-pun kamu sudah tiada. Kebaikanmu yang selalu dikenang akan membuat kamu tetap hidup. Mengingat namamu, orang bisa saja lupa akan kebaikanmu karena ada banyak hal seputar dirimu, tetapi mengingatkan kebaikanmu orang akan mengingat siapa sebenar-nya kamu. Karena itu lakukanlah apa yang menjadi tanggung jawabmu ketimbang menyibukkan diri untuk mengatur kehidupan orang lain.

Mengapa ada begitu banyak aturan yang kita jumpa dalam hidup? Aturan yang ada, di samping berfungsi untuk mengatur lalulintas kehidupan kita kita, kehadirannya yang begitu banyak hendak mengisyaratkan kenyataan bahwa kita sudah tidak sanggup lagi mengatur diri kita sendiri. Sehingga benar bila teguran Yesus terhadap Petrus diarahkan juga kepada kita. Teguran ini tidak harus membuat kita menutup mata terhadap kehadiran orang lain tetapi harus dilihat sebagai awasan buat kita agar perhatian dan kecenderungan kita untuk mengatur hidup orang lain tidak sampai membuat kita lupa akan diri sendiri dan sebaliknya. Yang perlu kita lakukan adalah menjalankan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita dalam kebersamaan. Karena nasib dan abadinya hidup kita ditentukan oleh apa yang kita lakukan dalam dan untuk kebersamaan di mana kita ada dan mengais hidup.

“Kemampuan untuk mengatur diri sendiri dapat menjadi modal bagi kita untuk bisa mengatur sesama”
[ back ]
footer2.jpg