Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Failed to Get RSS Data
Post at : 24-02-2010 | 20:38:52
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : ‘PEJUANG ATAU PENGEMIS?’
Mateus 7:7-12, Kamis, 25 Feb 2010

Hidup ada banyak yang aneh dan terkadang kita sulit memahami diri kita sendiri. Apakah ini adalah percikan dari keunikan kita? Sulit dijawab. Pengalaman menunjukkan bahwa begitu sering muncul soal karena kita menyukai apa yang begitu dibenci orang lain, tetapi tak jarang kita justeru membenci apa yang sangat dicintai sesama. Ujung-ujungnya beda rasa ini tidak dapat menghindari hadirnya soal. Kalau dipikir-pikir hal ini memang cukup aneh, tetapi inilah realitas yang sedang menggetarkan senar keseharian kita, menguji bangunan relasi dan kebersamaan kita. Kadang kita begitu menginginkan sesuatu tetapi kita tidak punya kekuatan untuk menyatakannya, kita coba mengekspresikan hal ini mungkin lewat kata ataupun tindakan dengan harapan orang bisa membaca apa yang ada dalam hati kita. Di sisi lain, sering kita mau mendapatkan apa yang kita inginkan tanpa harus berusaha, kita mau diisti-mewakan dalam banyak hal. Bila hal ini tidak terbaca atau tanggapan mereka lain dari apa yang kita kehendaki, kita dengan begitu mudah menuding sesama bahwa tidak memahami apa yang kita inginkan. Dari kenyataan ini kita disadarkan bahwa tidak semua kita memiliki kemampuan deteksi yang sama. Harus diakui pula bahwa ada di antara kita yang sudah tidak lagi memiliki rasa sehingga mereka tidak sanggup merasakan apa yang sedang kita rasakan. Perlu kita catat, semua yang kita inginkan harus kita perjuangkan. Bila tidak hidup kita akan semakin rumit dijalani?

Seperti sebuah kendaraan yang diperlengkapi dengan segala sesuatu yang perlu agar ia dapat difungsikan sebagaimana mestinya, kitapun dibekali dengan aneka potensi yang membantu kita mengekspresikan diri sebagai pribadi yang unik dan dapat memberi warna yang khas kita dalam satu hidup bersama. Ini berarti kita mesti berusaha dan segala potensi yang ada pada diri kita mesti diberdayakan. Yang kita impikan harus kita perjuangkan apapun bentuk impian itu. Berhadapan dengan kenyataan ini, satu hal yang mesti kita ingat; kita terlahir sebagai pejuang bukan sebagai pengemis, peminta-minta. Dan bacaan suci hari ini mengingatkan kita akan hal ini. Mereka yang berjuang akan mendapatkan apa yang mereka ingin, bisa mewu-judkan segala yang diimpikan. ‘carilah, kamu akan mendapat, ketoklah, pintu akan dibukakan bagimu, mintalah maka kamu menerima, perlakukan sesamamu seperti kamu ingin diperlakukan’. Di sini jelas jiwa dari seluruh pernyataan ini; perjuangan. Dengan diangkatnya kembali hal ini ke ruang dengar kita, ini berarti ada sesuatu yang tidak beres di sana dan perlu ditangani secara serius agar hidup kembali berjalan pada rel yang sebenarnya, kita perlu belajar ulang menanamkan nilai-nilai azasi ini. Apa yang anda butuhkan hanya akan anda peroleh bila ada usaha untuk mendapatkannya. Lewat wejanganNya, Yesus hendak mengeritik sikap mental kita; mental potong kompas, jalan pintas, ingin cepat besar tanpa tanpa dibarengi dengan usaha yang serius, ingin menggapai langit tanpa harus lepas landas, mau diperlakukan dengan baik tetapi tidak menunjukkan bahwa kita patut diperlakukan demikian. Kerja keras adalah kunci terpenuhinya segala yang kita harapkan. Kita menuntut orang lain untuk bekerja keras dengan teori-teori mutakhir yang meyakinkan mereka tetapi kita sendiri tidak mampu mempraktekkan apa yang kita koarkan. Kita ingin diperlakukan dengan adil tetapi kita sendiri tidak mau berlaku adil, kalaupun mau berlaku adil, kita selalu memperhitungkan apa yang akan kita peroleh dari sana, kita ingin dipercaya tetapi kita sendiri tidak percaya diri bahwa kita dapat dipercaya.

Hidup adalah usaha mengumpulkan kebenaran yang tercecer dan menyembuhkan keadilan terluka. Apa peran yang kita mainkan di sana? Apakah kita adalah pengumpul kristal-kristal kebenaran yang tercecer ini ataukah kitalah orang-orang yang membuat kristal-kristal kebenaran ini tak berbentuk? Siapakah kita dalam situasi keadilan yang terluka ini; penegak keadilan ataukah pengkhianat? Kita ingin apa yang kita impikan dapat kita raih, kita mau orang memahami situasi diri kita, kita berharap kita diperlakukan sesuai dengan apa yang kita kehendaki, tetapi apakah kita sendiri bekerja keras untuk meraihi apa yang kita harapkan, mungkinkah kita sendiri berlaku adil terhadap sesama? Roda kehidupan akan terus bergulir, waktu dan usaha kitalah yang akan menjawab semuanya. Berlakulah adil dan keadilan akan menaungi anda, di sana anda akan memperoleh apa yang layak anda peroleh. Kita terlahir sebagai pejuang bukan pengemis.

“Situasi hidup kita bergantung dan ditentukan oleh mental yang kita miliki dan api perjuangan yang kita nyalakan”.
[ back ]
footer2.jpg