Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Failed to Get RSS Data
Post at : 17-02-2010 | 19:48:58
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : SUARA ANDA PUNYA DAYA MAGIS
Lukas 5: 27-32, Sabtu, 20 Februari 2010

Adakah suara-suara di sekitar anda yang sedang mengusik kesendirian anda? Atau adakah anda sedang merindukan getaran suara orang-orang tertentu? Ada aneka suara dan bunyi yang pernah kita dengar dan mungkin sekarang anda sedang mendengar suara saya lewat radio anda. Pernah anda menyadari bahwa dengan warnanya yag khas, suara anda punya pengaruh terhadap suasana batin orang lain? Dengan ini saya hendak mengatakan bahwa suara anda apapun warnanya, dia punya daya magis. Ada suara yang begitu dirindukan, ada pula suara yang sama sekali tidak diharapkan, boleh jadi karena kita punya pengalaman pahit dengan pemilik suara itu ataupun karena cara dia berbicara sangat membosankan dan bombastis. Tanpa kita sadari, suara sebenarnya menggambarkan gejolak batin kita sendiri, apa yang ada dalam batin kita bisa terbaca lewat getaran suara kita. Karena itu hati-hatilah dalam bersuara, aturlah suara anda agar suasana batin anda tidak gampang terbaca. Di sisi lain, perlu disadari bahwa suara anda punya daya ru-bah; dari warna suara kita dapat menggambarkan siapa pribadi yang sedang kita hadapi ataupun dalam suasana dia berada; suara yang keras buat nyali yang lain ciut, suara sendu dan memeles dapat mencairkan kebekuan sebuah nubari bahkan lebih dari ini dalam nadanya yang tenang, ia dapat meluluhkan kekerasan sebuah hati, merubah langkah hidup seseorang. Ia dapat membawa kita kembali ke masa lalu, membangkitkan harapan yang lagi sekarat ataupun mematikan api semangat yang berkobar-kobar.

Berbicara tentang suara berarti juga kita bebricara tentang komunikasi, menggunakan suara untuk membangun relasi dengan orang-orang yang berada di sekitar kita. Kalau suara kita punya warna yang khas maka pengaruhnyapun khusus dalam berelasi dengan yang lain. Suara, komunikasi, pendekatan pribadi dapat merubah dunia sesama, mem-pengaruhi relasi kita dengan pribadi lain. Di sini, suara, komunikasi bisa menjadi klinik penyembuhan, balai penyelamatan; banyak anak jadi liar karena begitu sering mendengar suara keras dan kata-kata makian, tidak sedikit orang yang berubah sikap karena sentuhan nasehat dan himbauan yang disampaikan dengan nada yang tenang lembut dan menggugah. Apakah benar suara kita punya daya rubah? Mari kita belajar pada Yesus. Ketika melihat Lewi duduk di rumah cukai, rumah yang menurut kalangan Yahudi saat itu tidak saja membuat mereka yag duduk di sana tambah makmur tetapi juga telah mengakibatkan berbagai penderitaan dan aneka kisah pahit masyarakat jaman itu, Yesus mengundang dia untuk mengikutiNya. Suara Yesus yang begitu tenang yang keluar dari kedalaman batinNya, menggerakkan Lewi lalu meninggalkan rumah itu dan mengikuti Yesus. Lewat peristiwa panggilan ini, hendak dikatakan bahwa suara kita bila disampaikan dengan cara yang menyapa pribadi sesama dan pada saat yang tepat punya daya rubah yang sangat dahsyat. Selain itu hendak ditegaskan pula bahwa perubahan menuntut kita untuk berubah sikap terhadap sesama; pola pendekatan kita perlu dirubah. Pendekatan Yesus merubah langkah hidupnya, suatu tindakan luhur yang mendapat kritikan dari kaum Farisi dan ahli Taurat. Sikap kaum Farisi dan Ahli Taurat masih terus hidup dalam era modern ini, bahkan mungkin saja kita sendiri sedang menghidupinya. Banyak soal yang muncul dalam kebersamaan kita, tidak sedikit orang yang tetap terpenjara dalam rumah kegelapan karena kita lebih banyak membuang waktu untuk mengeritik, membongkar kekurangan sesama ketimbang mendekati mereka secara personal, menyadarkan dan mengundang mereka untuk berubah haluan, membantu mereka mengatasi kekurangannya. Kita malah bangga menambah daftar dosa-dosa mereka dan menyingkirkan mereka yang mau membantu. Bukankah mereka adalah bagian dari keseharian kita? Kalau mereka adalah sesama kita kegagalan mereka adalah kegagalan kita juga karena kita gagal membantu mereka. Di sini masa puasa ini menjadi peluang bagi kita untuk menyadari bahwa suara kita punya pengaruh dan pendekatan personal perlu menjadi bagian keseharian kita.

Jangan berkecil hati bila suara anda tidak sebagus kicau burung atau tidak semerdu siulan sebilah seruling. Kita punya warna suara yang khas dengan pengaruh yang khusus pula; suara anda dan saya punya daya rubah. Yang penting adalah apakah kita menyadarinya atau tidak. Suara yang khas, pendekatan personal/komunikasi pribadi yang menyentuh punya daya rubah yang tidak dapat diduga sebelum. Hal ini telah kehilangan tempat di era media cetak dan media elektronik ini. Banyak orang sakit yang membutuhkan pertolongan dokter, tidak sedikit orang yang sedang duduk di rumah-rumah cukai; kebencian, dendam, emburu, curiga, ketidakadilan, kekerasan, kesombongan dan keangkuhan menanti undangan kita untuk berbalik. Sanggupkah kita menjadi Yesus-Yesus jaman ini yang punya kesediaan mendekati mereka, membantu mereka meninggalkan rumah-rumah ini? Bila suara kita tidak sanggup membuat mereka berubah haluan, jangan biarkan mereka semakin kerasan berada di rumah-rumah ini.

“Suara anda punya daya magis, bila disampaikan dengan cara yang tepat dan pada waktu yang tepat, dia akan punya pengaruh yang sangat dahsyat”.
[ back ]
footer2.jpg