Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Failed to Get RSS Data
Post at : 21-07-2017 | 21:27:55
By : ERMINOLD MANEHAT
Theme : 'JANGAN SIA-SIAKAN KEBAIKAN TUHAN'

Mateus 13:24-43; Minggu, 23 Juli 2017

Anda dan saya, kita ingin menjadgi orang-orang baik dalam kebersamaan. Dan hidup ini sendiri adalah perjuangan untuk mencari yang lebih baik dari yang sudah baik, peluang memperbesar wilayah kebaikan, mengatasi kelemahan diri dan kekurangan sesama. Kita selalu bergerak antara dua kutub ekstrim ini; kita punya peluang untuk menjadi orang baik, kita juga punya potensi menjadi jauh lebih buruk. Kita punya dan diberi kesempatan yang sama; 1001 satu kemungkinan tersedia di hadapan kita. Yang menjadi soal adalah apakah kita jeli atau tidak dalam melihat peluang yang ada untuk menjadi jauh lebih baik ataukah kita menutup diri terhadap peluang yang ada karena kita enggan meninggalkan kegelapan hidup ini yang kadang begitu mempesona? Karena hidup dalam kebersamaan kita tidak dapat begitu saja mengabaikan pengaruh kehadiran sesama. Mereka juga punya peran menjadikan kita baik atau buruk. Lalu sejauh mana kita terlibat dalam hidup mereka dan seerat apa kedekatan kita dengan mereka? Pengaruh macam mana yang saling kita sharingkan? Adakah kehadiran kita berdampak positif bagi sesama ataukah kitalah ilalangnya dalam ladang hidup mereka yang mesti dikumpulkan dan dibakar?

Masyarakat kita adalah masyarakat petani, orang-orang yang menggantung hidupnya dari hasil sawah dan ladangnya. Dalam dunia pertanian baik tradisional maupun modern; tidak dibenarkan ilalang dibiarkan tumbuh bersama dengan gandum,padi ataupun jagung. Ada dua kemungkinan yang dapat terjadi ilalang dengan kekuatan liarnya dapat mematikan ataupun kehadiran ilalang yang dibiarkan berkembang dapat mempengaruhi hasil panen yang kita impikan. Untuk tujuan ini, setiap petani, siapapun dia, menghendaki ladangnya bebas ilalang dan tidak akan membiarkan ilalang tumbuh bersama gandum, padi dan jagung. Anehnya petani yang satu ini menabur dengan harapan memperoleh hasil yang berlimpah tetapi tidak menginginkan ilalang dicabut dari antara gandum. Baginya bukan hasillah yang menentukan nilai gandum yang ditaburkan tetapi yang terpenting bahwa apa yang ditaburkan dapat menghasilkan buah. Kisah ini hendak menunjukkan bahwa pikiran Tuhan jauh berbeda dari pikiran kita. Kalau kita tidak sabar seperti para pekerja, Dia tidak akan berubah karena bukan Dia yang membutuhkan kita tetapi kitalah yang membutuhkan Dia. Bagi kita kesalahan dapat merupakan berakhirnya riwayat hidup seseorang; berbuat salah berarti tamatlah riwayat hidup anda. Tetapi bagi Tuhan selalu ada kesempatan untuk berubah. Karena itu Dia memberi setiap kita kesempatan yang sama untuk hidup dan menghasilkan buah ataupun berubah. Tuhan tahu bahwa dalam perjalanan waktu manusia gampang jatuh. Tetapi kejatuhan tidak boleh dijadikan alasan untuk menutup kesemptan terjadinya sebuah perubahan. Iman kita kepadaNya mesti diberi kesempatan untuk bertumbuh dan sedapat mungkin mempengaruhi seluruh pola hidup kita seperti ragih. Dengan iman yang kita miliki, kita diharapkan dapat menjadi penabur gandum kebaikan dalam hidup. Bila tidak kita masih diberi kesempatan untuk berbuat baik. Kehadiran kita mesti menjadi cermin bagi sesama untuk menata hidupnya dan bertanya diri siapakah mereka dalam kebersamaan; penabur benih gandum atau penabur ilalang; gandum atau ilalang; biji sesawi yang bertumbuh menjadi besar dan menjadi tempat lindung sesama atau ragi yang mempengaruhi hidup manusia dari dalam dan tak kelihatan. Mengapa Tuhan membiarkan gandum dan ilalang tumbuh bersama? Karena kese-jatian benih gandum diuji oleh kehadiran ilalang tantangan dan soal. Ilalang akan tetap ilalang tetapi manusia selalu punya kemungkinan untuk berubah menjadi jauh lebih baik. Yang terpen-ting adalah kesediaan manusia untuk menyadari diri dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berubah.

Ladang adalah tempat tumbuh gandum dan rerumputan. Siapakah kita di ladang dunia ini; penabur benih kebaikan ataukah pembawa petaka dalam hidup? Apakah kita adalah gandum ataukah rerumputan yang mesti dikumpulkan dan dibakar? Dalam kebersamaan, kita diminta untuk memberi arti bagi kehadiran kita. Setiap kita diberi peluang yang sama dengan potensi yang sama menjadi baik atau buruk, menjadi penabur kebaikan atau sumber soal yang mesti disingkirkan. Sebagaimana setiap petani mengharapkan panenan yang melimpah, Tuhanpun menghendaki kita menjadi sumber kebaikan bagi sesama. Sekali hidup mesti berarti dan sesudah itu tiada.

[ back ]
footer2.jpg