Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Failed to Get RSS Data
Post at : 24-06-2017 | 02:29:34
By : ERMINOLD MANEHAT
Theme : 'JANGAN TAKUT'

Mateus 10:26-33, Minggu, 25 Juni 2017

Apakah ketakutan sedang mengusik ketenangan jiwamu? Takut sangat manusiawi. Ia adalah nama lain dari ketiadaan nyali, lawan dari sikap berani. Sama seperti cinta dan rasa-rasa lain; rasa takut juga punya pengaruh terhadap diri sendiri dan mereka yang ada di sekitar kita baik secara positif maupun negatif. Lahirkan sikap waspada; rasa takut dapat menghalangi perkembangan pribadi, membuat orang menutup diri terhadap dunia luar walau ia dilahirkan dalam satu dunia yang terbuka; memperbesar kecurigaan terhadap kehadiran sesama dan ia membuat kita tidak bebas mengekspresikan diri. Kata orang, orang yang takut mati sebelum mengalami kematian yang sebenarnya. Lalu apa artinya hidup bila orang dikuasai oleh ketakutan? Merasa takut itu wajar tetapi kita tidak boleh membiarkan diri dikuasai oleh ketakutan. Ketakutan akan memperbesar wilayah rasa takut dalam diri lalu boleh jadi kita akan kehilangan kesempatan yang sering merupakan peluang emas meraih sesuatu.

Jangan takut, demikian kata Yesus kepada para muridNya. Kata-kata ini mengisyaratkan kenyataan ini; pertama; boleh jadi para murid tidak punya keberanian untuk bersaksi tentang kebenaran. Mereka hidup bersama Dia tetapi mereka belum sanggup menjadikan hidup dan misiNya sebagai hidup dan misi mereka sendiri. Mereka hanya mau makan dan minum bersama dengan Dia tetapi mereka tidak bersedia memikul salib yang lahir dari perjamuan bersama itu. Apa yang dihidupi para murid sedang kita hidupi juga. Kita mengeluh tentang banyak ketidakadilan dan ketidakbenaran dalam keseharian kita tetapi kita sendiri tidak punya keberanian untuk melawan situasi dan orang-orang yang menciptakan situasi neraka ini. Kita justeru berusaha mengambil posisi aman; bersekutu dengan mereka yang berbuat tidak adil dan mengkhianati kebenaran. Apa yang seharus-nya dibuka terhadap umum, kita sembunyikan, apa yang mesti diteriakan, kita bisikan supaya tidak didengar orang lain. Bersama mereka kita bersekongkol menyingkir mereka yang berani menyerukan kebenaran dan meneriakkan keadilan. Hitunglah berapa banyak orang kristen terjebak dalam kasus yang sama; KKN, korupsi, kolusi dan nepotisme bahkan ada orang kristen yang bertugas khusus mencari alasan-alasan logis untuk membenarkan praktek ini. Kedua, jangan takut, kata-kata ini merupakan dorongan dan awasan bagi setiap orang kristen bahwa mereka dipanggil untuk berani berbicara tentang kebenaran dan keadilan. Apa yang tersembunyi mesti dibuka dan apa yang dibisikan mesti diteriakan. Untuk tugas ini mereka mesti berani ambil resiko; kebenaran dan keadilan tidak akan mati walaupun untuknya seribu satu orang yang disingkirkan. Tiada perjuangan tanpa korban, tiada kebebasan tanpa penderitaan dan tiada kemenangan tanpa kehilangan. Apakah anda punya sedikit keberanian untuk menjalankan semuanya ini?

Ketakutan adalah manusiawi; tetapi membuang banyak waktu dan membiarkan diri dikuasai oleh ketakutan harus diatasi. Setiap orang kristen mesti memiliki keberanian untuk menentang arus walaupun untuk itu resiko kehilangan nyawa mesti dihadapi. Ketakutan yang kita miliki mestinya menjadi cambuk bagi kita untuk tidak melakukan hal yang sama atau bersekongkol dengan pelaku ketidakadilan dan pengkhianat kebenaran. Bila kita menghendaki ceritera kebersa-maan ini diberi wajah baru, kita mesti menjauhkan rasa takut dan membangun sikap satria; berani menentang ketidakadilan dan ketidakbenaran. Kitalah yang makan dan minum bersama Dia, hidup dan misiNya harus menjadi hidup dan misi kita. Kita adalah saksiNya. Jangan takut melawan kejahatan, takutlah bila hidup anda dikuasai ketakutan sehingga anda tidak sanggup mengatakan kebenaran dan bertindak adil terhadap sesama.

[ back ]
footer2.jpg