Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Failed to Get RSS Data
Post at : 16-06-2017 | 21:32:04
By : ERMINOLD MANEHAT
Theme : "TRITUNGAL MACAM MANA YANG SEDANG ANDA SEMBAH?"

Yoh 3:16-18, Minggu, 11 Juni 2017, Pesta Allah Tritunggal

Minggu lalu kita baru saja merayakan pesta pentakosta, pesta kedatangan Roh yang dijanjikan Yesus, Roh Kudus, Roh Kebenaran. Merayakan pesta Pentekosta, kita dihadapkan pada pertanyaan; masih adakah tempat Roh Kudus dalam hati kita ataukah tempatnya sudah kita isi dengan roh-roh lain yang kehadirannya memisahkan kita dari mereka? Hari ini kita merayakan pesta Allah Tritunggal Mahakudus, pesta di mana pengaruh pribadi-pribadi ini dalam hidup dan relasi kita dengan sesama kembali digugat. Kita diminta untuk mengevaluasi sudah seerat apa relasi kita dengan Allah semacam ini. Kita telah dibaptis dalam namaNya, sejauh mana kehadiranNya mempengaruhi hidup dan kehadiran kita di antara yang lain. Adakah seperti Allah Bapa yang menerbitkan matahari dan menurunkan hujan kepada siapa saja, hidup dan pelayanan kita bebas dari pengkotak-kotakan ataukah penyakit kronis primordial ini sedang tumbuh subur dalam keseharian kita? Kalau AIDS merusak orang per orang, penyakit ini telah merusak tatanan kehidupan secara menyeluruh dan menjungkirbalikkan nilai-nilai pewartaan kita; kita mewartakan apa yang tidak kita hidupi. Sudahkah seperti Roh yang memberi hidup, hidup dan pelayanan kita menjadi sumber inspirasi, daya yang membangkitkan semangat sesama untuk berbuat baik ataukah kehadiran kita justeru mematikan semangat mereka untuk berkembang ke arah yang lebih baik? Adakah seperti sang Putera yang rela berkorban demi keselamatan dunia, kitapun siap berkorban untuk kepentingan sesama ataukah kita siap mengorbankan siapa saja demi kepentingan kita sendiri? Kita masih jauh dari hidup ideal ini.

Sudah banyak tahun yang kita lewati sebagai orang-orang yang telah dibaptis dalam nama Allah Tritunggal. Baptisan ini menjadikan orang-orang yang diutus ke dalam kebersamaan untuk menampakkan kehadiran Allah model ini lewat hidup dan karya kita. Untuk itu ada pertanyaan buat kita, “apa benar Allah model ini yang sedang kita sembah dan kita wartakan? Di sini kita harus jujur mengakui bahwa apa yang kita imani belum kita hidupi sehinggga karya dan hidup kita belum menampakkan nilai-nilai hidup yang mesti kita wartakan. Pribadi-pribadi yang dalam namaNya kita dibaptis belum mendapat tempat yang layak dalam hidup kita. Hidup dan karyaNya belum mempengaruhi hidup dan karya kita. Boleh jadi kita perlu sekali lagi dibaptis dalam nama Allah Tritunggal. Pesta hari ini seharusnya mendorong kita untuk kembali berkaca pada janji baptis yang telah kita ucapkan, masihkah gaungnya nampak dalam kehidupan kita? Hari ini kita diingatkan dan diajak kita untuk kembali memberi tempat yang layak bagi mereka dalam hidup kita di saat kita hendak membuat sejarah. Allah Tritunggal dapat diberi tempat yang wajar dalam hidup kita, hadir dalam keseharian kita bila kita bersedia mengakui campur tanganNya dalam hidup kita mengikutsertakan mereka saat kita hendak membuat sejarah. Kenyataan menunjukkan bahwa dalam situasi normal, bila hidup berjalan mulus, kehadiran Allah kita abaikan, tetapi bila kita dirundung kemalangan, nama Allah tak luput disebutkan, kehadiranNya dipertanyakan dan merekalah yang mesti mempertanggungjawabkan kemalangan kita. Allah Tritunggal dapat kembali hadir dalam keseharian kita bila kita sehati sepikiran, hidup dalam damai sejahtera dan saling mengasihi. Di sini kita harus mengakui bahwa Allah semacam ini belum hadir dalam hidup kita karena kita punya hati tetapi kita sampai hati, tega membiarkan yang lain menderita, kita belum sehati sepikiran. Kita ingin menang sendiri sehingga situasi damai masih jauh dari kehidupan kita, kasih kita bukannya membebaskan tetapi mengikat sesama agar mereka dapat dikendalikan seturut kemauan kita. Hati kita masih dikuasai oleh tritunggal baru yang sudah merembes masuk dalam semua bentuk kehidupan bersama; Kekuasaan, Kekayaan dan Kenikmatan. Allah Tritungal mahakudus akan mendapat tempat dalam hidup kita dan kita tidak perlu menerima pembaptisan baru bila kita sungguh percaya. Tetapi kepercayaan kita masih terus dipertanyakan karena hidup kita masih jauh dari apa yang kita imani. Apa yang kita katakan bukanlah apa yang kita hidupi dan apa yang kita hidupi bukan itu yang kita katakana. Kita mau dipercaya tetapi kita sendiri tidak menunjukkan bahwa kita dapat dipercaya.

Allah Tritunggal adalah Allah yang sedang kita imani tetapi iman kia belum menyata dalam hidup kita karena ada banyak tritunggal lain yang sedang kita sembah bahkan kehadirannya telah menggeser tempat Allah Tritunggal dalam hati dan hidup kita. Walaupun demikian ada banyak juga yang ingin dibaptis dalamNya. Sebagai orang beriman yang masih yakin akan pengaruhNya, adalah panggilan kita untuk membawa mereka keluar dari kerumitan hidup ini. Untuk itu kita harus lebih dahulu memberi tempat yang layak bagi Allah Tritunggal dalam hidup kita. Hanya dengan jalan ini pesta ini dapat diartikan, hidup dan relasi kita dengan sesama dapat dibaharui dan dunia dengan sendirinya akan berubah bila kita sungguh berubah.

“Masihkah Allah Tritunggal mahakudus punya tempat dalam ruang hati kita”

[ back ]
footer2.jpg